Kumpulan Komentar Ter-Menarik Nuel Lubis di Webtoon (1)








Aku, kan, memiliki kebiasaan membubuhkan komentar di setiap serial Webtoon yang sudah kubaca. Nah, barusan aku baca beberapa komentar aku selama ini. Rasanya, sayang sekali jika hanya mengendap di Webtoon setelah sangat terkesima dengan komentarnya (Rasanya tak percaya itu--aku yang tuliskan 😮). Maka, aku menyimpannya juga di IMMANUEL'S NOTES . Hitung-hitung, bisa menjadi bahan pembelajaran atau stok ide untuk penulisan karya-karyaku yang lainnya.









"That's why drama lebih menjual daripada komedi. Gue mulai paham kenapa ada teman bilang lawakan itu ada masanya. Entah kenapa orang lebih suka bikin orang sedih atau marah daripada bikin orang ketawa atau nyengir lebar ya?!" 
-- Nuel Lubis, 9 September 2019, mengomentari "Ghost Teller" episode 46 yang bercerita tentang pengorbanan seorang kakak yang rela menjadi masokis demi adiknya.

"Ternyata emang benar, yah. Kalau udah banyak penggemarnya, emang gitu. Mau ada yang kritik, bakal dibelain mati-matian. Udah jelas gara-gara Mas Eko, (warkop Pak Gundul) dapet review negatif dari Sunyoto, eh malah Sunyoto-nya yang lebih di-bully. Nge-review sesuatu yang punya nama itu emang gitu resikonya."
-- Nuel Lubis, 8 Agustus 2019, mengomentari "Ngopi Yuk!" episode 260, yang bercerita tentang warkop Pak Gundul yang dikritik habis-habisan oleh kritikus ternama, Pak Sunyoto.



"Baca ulang lagi, gue nangkep Sieun ini nggak asal ngehajar, yah. Dia pake otak ngehajar itu, dan nggak sampe mati juga. Cuma pengen ngasih pelajaran aja. Gitu."
-- Nuel Lubis, 7 Agustus 2019, mengomentari "Weak Hero" episode 36 tentang kebiasaan bertarung Sieun.



"Apa yang sulit dicari?" 
"Jawabannya hati, Ma."
-- 6 Agustus 2019, dicomot dari kata-kata Pelangi yang masih balita ke ibunya, Lani ("Young Mom" episode 94).



"Salah sendiri ngarepin spoiler. Haha. Lagian anggap aja si Palsu cuma ngeduga ceritanya aja. Kejam amat sampe dituduh gitu. Huhuhu."
-- Nuel Lubis, 19 Juli 2019, "Lookism" episode 242 tentang seorang komentator yang terbawa emosi terhadap sembarang spoiler yangdibagikan seseorang yang tak bertanggung jawab.



"Di episode ini kayak mau ngasih tau, hidup itu nggak sekadar hitam atau putih. Hidup itu abu-abu. Kadang seseorang (kelihatan) salah di mata kita, pasti ada alasannya. Nah, kayak lawannya Gunwoo itu. Dia jadi kayak gitu karena masa lalunya."
-- Nuel Lubis, 18 Juli 2019, "Money and the Power" episode 29 tentang masa lalu Jung Taehoon yang menjelaskan kenapa dia jadi seperti itu.



"Tapi penulis Webtoon-nya juga udah hebat, kok. Bisa bikin Webtoon (bergenre) romance yang peringkatnya selalu bagus banget di saat kehidupan romance-nya flat, bagi gue, itu juga udah mantep banget!"
-- Nuel Lubis, 18 Juli 2019, "Brothers and Sisters" episode 14 tentang seorang komikus sebuah serial Webtoon bergenre romance, yang dikritik oleh pihak manajemennya.



"Hahaha.... Lucu juga, nih..... Sama-sama saling sensian, eh, merembet ke urusan pekerjaan. Tapi, jadi paham kenapa ada yang bilang pisahkan urusan pribadi sama urusan pekerjaan. Ini mungkin alasannya."
-- Nuel Lubis, 17 Juli 2019, "Brother and Sisters" episode 2, tentang  pertengkaran konyol antara kedua guru di sekolah. Keduanya meributkan adik masing-masing.



 "Kata-kata mamanya Lani lucuk, yah?! Nikah aja belum, cerai dari mana? Itu bagaikan putus sebelum jadian. Haha. Eh, ada yang kayak gitu, nggak, sih?"
-- Nuel Lubis, 17 Juli 2019, "Young Mom" episode 87, tentang ibunya Lani yang mulai menunjukan ketidaksukaannya dengan Awan. Lalu, hubungan Lani dan Awan di ambang perpisahan.



"Episode ini sangat mengingatkan gue sama jaman sekolah dulu, yang mana antara murid sama guru itu berkomunikasi seolah tak ada jarak. Kita bisa ngomong kayak apa, nuangin uneg-uneg kayak apa. Kita anggap guru itu bukan sekadar guru, tapi kayak teman atau lawan. Haha. Kangen masa-masa sekolah!"
-- Nuel Lubis, 17 Juli 2019, "Study Group" episode 16 tentang seorang guru perempuan SMK Yusong yang mengingatkanku dengan guru-guru di SMA Tarakanita Gading Serpong.








Comments