Njir, Nuel Lubis Curcol Mulu!








Nuel Lubis dan beberapa komentar curcolnya di beberapa webtoon.









Mungkin ceritanya terlalu asyik, aku sampai keasyikan sendiri, hingga akhirnya diriku kebablasan curcol (curahan hati colongan, red). Haha. Omong-omong, aku jadi teringat dengan momen-momen di 2013 silam. Itu saat aku akhirnya memberanikan diri untuk japri-an (baca: jaringan pribadi, yang kayak sms, chat, e-mail begitu) dengan beberapa bloger yang sebelumnya komunikasi aku dengan mereka hanya sebatas saling tukar komentar di blog masing-masing. Maksudnya, aku berkomentar di blog mereka, mereka berkomentar balik di IMMANUEL'S NOTES (yang tak jarang aku suka curcol pula 😐). Entah bagaimana bisa terjadi, begitu misteriusnya, baru minta nomor ke bloger ini, aku bahkan sudah berani bertanya macam-macam ke yang bersangkutan. Salah satunya, aku iseng bertanya ke Adit tentang china town di Banjarmasin (yang kata Adit, ada satu yang membuat dia berkesan). 

Haha. Kok bisa, yah? Entahlah, jangan tanya aku, aku sendiri juga bingung banget menjawabnya.

Anyway, even we are connected in the cyber world (internet, I mean) only, but sometimes, we feel so close each other, very deep inside. Tak heran, aku sangat merasakan pertemananku dengan beberapa orang yang kali pertama mengenalnya itu karena internet, khususnya blogsphere. Bahkan beberapa novelku seringkali memiliki buah pikiran dari beberapa bloger (yang kurahasiakan identitasnya, selain karena alasan privasi dan menjaga hubungan baik, memang permintaan yang bersangkutan juga). Tak hanya itu juga, masih ada beberapa manfaat lainnya. 

Then, well, don't ask me why I so easily tell about. Ini kebiasaan buruk atau baik, Sob?





Comments