Thank You, Ang Babait Ninyo!

















Ini bukan lagu rohani sebetulnya. Lagu duniawi bernapaskan rohani/religius. Bagus banget, kok, lagunya. Mengajarkan kita untuk bersyukur ke Tuhan apapun kondisi kita. Seburuk apapun, tetap bersyukur. Belum lagi,...--well, aku terkesan dengan lirik "...kislap ng bituin. Lamig ng hangin. Sagot sa panalangin. Di man natin hingin..." Artinya: doa yang terkabul, walau kita sendiri tak pernah memintanya langsung ke Sang Pencipta. 

Jujur, aku sejak kecil sering mengalami yang seperti itu. Tahu-tahu saja dapat ini, tahu-tahu saja mengalami itu. Padahal aku tak pernah memintanya, loh. Seperti Robinson Crusoe saja, yang selama terasing di pulau, banyak mengalami hal-hal yang dia sendiri geleng-geleng kepala. How lucky me. Aku bagaikan Robinson Crusoe. Tiba-tiba dapat balasan surel dari penerbit, dan "yes". Tiba-tiba ditawarkan beli smartphone. Tiba-tiba dapat pertolongan saat sidang skripsi. Then, bla-bla-bla, oh God, salamat! 

Haha.

Balik lagi ke lagu tersebut. Itu lagu berbahasa Tagalog. Judul asli: "Thank You, Ang Babait Ninyo". Aku tahu lagu ini di akhir November 2014. Iseng saja aku mencari lagu-lagu Natal berbahasa Tagalog, dan bertemulah aku dengan si lagu. Bagaikan sudah diatur oleh Tuhan saja. Haha. Well, yang aku kaget, arti lagunya. Amazing! Aku seperti menangkap ada sebuah kesaksian iman yang luar biasa. Berikut screenshoot-nya!






Sumber: ANG BABAIT NINYO










Last but not least, it is just a self-note. Tak lebih dari itu. Sekadar pengingat dari aku untuk senantiasa bersyukur dan ingat Tuhan. Hehe.

Damai, ah!















Comments