Berburu Green Card








Nuel Lubis di depan kondangan seseorang.









Dengan latar belakang pohon pepaya, aku mendadak teringat sesuatu. Kalau tak salah, sehabis wisuda di 21 April 2012. Di akun Twitter lama, aku pernah menuliskan keinginan aku untuk ke Amerika Serikat atau Australia. Aku ingin segera mendapatkan citizenship dari sana. Selain sibuk mengajukan naskah, aku beberapa kali mencari peluang untuk mendapatkan green card (syarat tinggal sementara sebelum permanen menjadi warga negara). Haha.

Lalu, apakah aku tidak cinta Indonesia? Aku lahir di Indonesia, besar di Indonesia, namun ada kalanya, di saat-saat tertentu, aku ingin ganti kewarganegaraan. Yah, walaupun akhirnya aku batal. Aku merasa harus tetap tinģgal di Indonesia. Seperti ada yang menahanku supaya jangan ke mana-mana. Keinginan berburu green card, aku tunda dulu. Mungkin nanti, yang dengan motivasi sangat kuat, aku pasti bisa mendapatkan green card. Tapi, tetap saja, sembari menunggu saat itu tiba, aku sibuk memperlancar bahasa Inggris aku. Selain demi seorang perempuan bertinggi 170 cm, alasan utama aku sering berbahasa Inggris di Immanuel's Notes sepanjang 2014: berburu green card. Puji Tuhan, aku sungguh rutin sekali menulis dengan bahasa Inggris yang sangat kesusahan sekali. Kadang aku masih suka membuka Google Translate. Haha.

Selain itu, sepanjang 2014, aku sibuk belajar bahasa Spanyol (yang sudah kupelajari sejak SMA, makanya aku bisa sedikit berbahasa Spanyol, walau tak lancar) dan bahasa Jepang (ini sejak kuliah, yang karena gesekan teman kuliah, haha). Haha. Aku orangnya suka sekali belajar bahasa, yah?! Oh iya, kadang, kalau motivasinya kuat sekali, belajar jadi sangat menyenangkan. 

 Anyway, as a closure, very hopefully I can get a green card.




Comments