Antara Kak Sarah, Merpati, dan Italia








Kak Sarah tengah..... sepertinya tengah memberi makan burung merpati.(sumber: social media yang bersangkutan)









Foto di atas merupakan foto kakak sepupuku dari pihak Mami. Namanya Sarah Juliana br. Siagian (di Batak, penyebutan marga untuk perempuan itu harus diberikan penambahan 'br' alias 'boru'). Ayahnya Kak Sarah merupakan abang kandung dari Mami, yang merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara.

Kak Sarah ini orangnya lumayan cantik. Semenjak masih SMA (yang mana aku masih pelajar SD), Kak Sarah sudah cantik pembawaannya. Haha. Tahu, nggak, kalau aku suka salting (baca: salah tingkah) tiap bersama Kak Sarah? Kenapa bisa begitu, yah karena kecantikannya. Kecantikan Kak Sarah itu di atas rata-rata dari seluruh sanak saudara aku, entah yang dari pihak Mami maupun dari pihak Papi. Lalu, sejak kecil, aku ini kenapa yah, tiap dekat perempuan yang benar-benar cantik (minimal sekelas Kak Sarah), aku suka salah tingkah. Aku suka gugup dan gemetar begitu. Makanya, beberapa kali ada Kak Sarah, tubuhku gemetar dahsyat. Waduh, ini normal atau tidak, sih?!

Haha. Kelemahanku yang ini sempat aku tuliskan dalam bentuk tweet di tahun 2012-2013. Aku seperti memiliki phobia terhadap gadis cantik begitu. Aku suka merinding disko, jika duduk di samping perempuan cantik. Dulu saja, semasa kuliah, ada adik kelas (saat SMA) yang menghampiriku. Dia mengajakku mengobrol, dan... gila, Gaes, aku langsung keringat dingin. Berjabat tangan saja dengan si adik kelas, tanganku sudah merinding disko lagi. Well, itulah salah satu alasan aku lebih suka berteman dengan laki-laki. Reaksi yang seperti itulah yang kuhindari.

Balik ke Kak Sarah lagi. 

Kak Sarah ini merupakan satu dari sekian perempuan cantik yang ada di keluarga besar. Maklum, keluarga besar aku dari kedua belah pihak itu mayoritas berasal dari suku Batak, yang cantiknya perempuan Batak memang jarang sekali yang seperti Kak Sarah (yang menurutku, seperti fotomodel saja, haha). Selain Kak Sarah, masih ada, sih, stok perempuan cantik. Ada Ruth, Friska, atau Kak Yanti. Tiap dekat mereka, aku pasti merinding disko lagi. Ih, menyebalkan, deh. Aku jadi seperti Jenderal Blue yang ada di Dragon Ball Z. Huhu.

Omong-omong, foto itu saat Kak Sarah berada di Italia. Tahun ini juga keluarga intinya pergi ke sana. Iri, deh, aku. Italia itu salah  satu negara yang sangat ingin kudatangi, sebabnya. Tambah irinya, Kak Sarah tengah bermain bareng merpati-merpati yang cantiknya luar biasa. Sekadar informasi, merpati merupakan salah satu hewan yang paling kusukai. Merpati juga salah satu hewan yang pernah kusentuh (selain anjing dan kuda). Maka dari itu, aku jadi semakin iri dengan foto Kak Sarah tersebut. 

Oh iya, aku tak tahu sejak kapan menyukai burung merpati, yang katanya merupakan simbol perdamaian dan cinta sejati. Yang jelas, tiap ada merpati, aku selalu memandanginya lama sekali. Memandanginya sambil tersenyum tak jelas. Lalu, merpati yang kusukai itu yang berwarna putih. Tapi, yang warnanya ungu juga bagus. Ada, loh, merpati yang berwarna ungu. Aku pernah mendapatinya saat kecil. Lupa saat aku berusia berapa. Pokoknya ada, aku pernah melihatnya langsung.

Haha. Ini tulisan tentang Kak Sarah, burung merpati, atau tentang apa, sih?







Comments