RIP Pak Laurent








Pak Laurentius Boedi Wahjana.








Aku tidak terlalu mengenal dosen FH Atmajaya yang satu ini. Tapi, yang kuingat, dia ini salah satu dosen yang cukup digemari oleh mahasiswa-mahasisiswi saat aku masih kuliah dulu. Tiap pengisian KRS, kelasnya beliau selalu ditunggu. Tahu alasannya kenapa? Hanya dua. Itu: gampang memberikan nilai dan tak terlalu strict terhadap absensi. Haha.

Aku sendiri hanya..... lupa aku di mata kuliah mana saja yang dosennya beliau. Tapi sih, salah satunya, Hukum Perikatan. Jujur saja, cara mengajarnya agak membosankan. Haha. Oh iya, yang aku ingat, ada satu misteri tak terpecahkan. Kenapa tiap aku berangkat kuliah dan sampai di Halte BRI (seberang kampus Atmajaya), aku suka bertemu dengan beliau? Kudengar, rumahnya memang berada di kawasan Slipi, sih. Aneh sih, makanya. Timing bertemunya itu hampir 100%. Yah, sekitar 90%. 

Hmmm.....

Semoga amal ibadah Pak Laurentius Boedi Wahjana diterima di sisi Allah Bapa di surga. Sungguh dosen favorit para mahasiswa, beliau ini. Amin.

Oh iya, aku hanya mau bilang, terkadang seseorang bisa disebut favorit itu bisa beragam alasannya. Ada yang jadi dosen favorit karena Pak Lauren ini. Ada juga yang difavoritkan justru karena ketegasannya terhadap nilai dan absensi. Nah, sosok Pak Lauren inilah yang menyadarkanku akan hal itu.


PS: 
Ini kali kedua aku membuat tulisan RIP untuk dosen. Yang pertama,..... Antonius Ridwan Halim, yang sepertinya cukup sukses menerbitkan buku. Karena si Penggila Bakmi itulah, "Misi Terakhir Rafael": Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" itu bisa terbit. Sampai aku buatkan puisi khusus untuk beliau, yang satu sehari sebelumnya, kebetulannya kondisi di rumahku tengah gonjang-ganjing karena pernikahan Kak Sely dan pengobatan Mami (yang kankernya sudah stadium lanjut).







Comments