Mata Seekor Burung








Mata Nuel Lubis.








Foto di atas merupakan foto bentuk mataku. Kedua fotonya, yang atas dan bawah, maksudku. Nah, saat masih SMA, tiap bercermin, aku suka beranggapan mataku seperti mata dari kebanyakan orang Jepang. Sipit yang manis begitu, haha. Lalu, yang paling tidak aku sukai dari kedua mataku, kenapa bentuk mataku seperti itu. Dalam beberapa kondisi tertentu, aku seperti tak punya mata saja. Saking kecilnya (karena mataku memang kecil, bukan sipit), tiap kali aku coba melotot, tetap saja si kedua bola mata tetap kecil. Alhasil, aku sempat berkeinginan melakukan operasi pembesaran bola mata (atau ukuran bentuk mata?). Yah, biar makin mirip dengan kebanyakan orang Batak.

Oh iya, lupa pada saat kapan, aku pernah beranggapan bahwa mataku ini seperti mata seekor burung. Bisa mata merpati, pipit, maupun elang. Bukannya mata burung itu seperti itu, yah? Haha. 

Well, bagaimanapun bentuk mataku, aku tetap bersyukur. Masih untung diberikan mata oleh Tuhan, bagaimana jika tidak. Nah, loh. Apalagi, yah, Mami dulu pernah berkata kepadaku, bentuk mataku sangat indah untuk dilihat (yang seperti bentuk mata Mami). Entahlah, pujian atau gombalan itu. Namanya juga ibu, kan. Tak mungkin seorang ibu menjelekkan anak kandungnya sendiri. 

Haha. Ya, sudahlah. Aku lagi pengin bahas mengenai kedua bola mata saja. Anyway, inti dari tulisan ini: mau bagaimana bentuk mata kalian, syukurilah.







Comments