Geraldina Regar, si Korban Bullying
















Ini adalah Geraldina Regar. Dia salah satu tokoh dalam "Ai Shin'Yuu" (yuk, beli di raditeenspublisher@gmail.com). Selanjutnya, Dina ini adik sepupu dari Elia Hia dan teman masa kecil dari Pascal. Awalnya, Dina ini tinggal di Miami, Amerika Serikat. Dia dipindahkan ke Indonesia karena kasus bullying. Kenapa dia di-bully, yah itu karena perbedaan penampilan Dina dengan murid-murid di Miami. 

Oh iya, mengenai bullying, aku jujur mengakui bahwa diriku juga korban bullying. Semenjak aku SD malah, yah. But, sometimes I think I got bullied for my own mistake. Yah, aku sampai sekarang berpikir bahwa aku dulu di-bully karena kesalahanku sendiri. Aku juga merasa aku sangat diuntungkan dengan beragam tindakan bullying atas diriku. Kenapa aku bilang seperti itu? Karena lewat bullying itulah, aku justru makin dikenal oleh teman-teman seangkatan aku, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Haha.

Kok bisa aku berpikir aku seperti itu? Sebab, aku mendadak terpikirkan saja oleh obrolan di grup November 2018 silam. Ada satu-dua teman SMP aku yang menyadarkanku, walau tidak langsung. Saat itu, kuingat aku pernah membuka obrolan seperti ini: "Eh, si *** itu tahu nggak nomornya? Masukin dong ke grup" Lalu, ada teman menimpali, "Emang ada, yah, teman kita bernama ***?" Haha, kacau sekali. Seperti dilupakan begitu. Mungkin saat itu keberadaan si *** (nama disensor bukan karena privasi, tapi memang karena mendadak lupa, 😑) bagaikan hantu di pojokan kelas, yang tak dipedulikan oleh siapapun. Alhasil, bertahun-tahun setelah aku dan lainnya lulus, dia malah tak dianggap sebagai bagian. Hampir sebagian besar teman-teman yang tidak merasa si *** pernah menjadi bagian dari kelas 3-1. 

Oh iya, yang seperti itu bullying, bukan? Aku tak begitu paham dengan pengertian bullying selain diejek secara fisik dan psikis. Tapi, kasihan juga dengan si ***,  yang jelas-jelas bagian dari SMP Markus dan kelas 3-1. Saat itu, saat kami semua masih murid SMP, sebegitu tidak diperhatikankah si *** tersebut? Kadang aku merasa iri dengan perlakuan yang diterima oleh si ***. Enak juga kondisi seperti itu. Tiap berada di kelas, mau berbuat apapun kita di dalam kelas, baik guru maupun teman sekelas, tiada yang memperhatikan. Mau kita kayang selama tiga puluh menit dalam kelas, reaksi orang-orang sekelas itu bodoh amat. 

Anyway, ada, loh, orang-orang seperti si *** tersebut. Yang entah karena apa, keberadaannya kurang begitu mendapatkan perhatian dari orang-orang sekitarnya. Well, aku jadi teringat dengan salah satu drama Jepang, yang lagi-lagi lupa judulnya. Tapi, tokoh utamanya itu perempuan dengan rambut seperti Sadako. Si perempuan itu bernasib sama dengan temanku, si *** tersebut, yang tak begitu dipedulikan. Lucu juga. Kok bisa setelah bdrtahun-tahun lulus dari sekolah tersebut, tak ada satupun dari teman-temannya yang ingat bahwa yang bersangkutan pernah menjadi bagian juga. Selama ini, ketika masa sekolah dulu, perlakuan yang lainnya ke yang bersangkutan itu bagaimana, yah? Haha.

Well, walau ingin juga diperlakukan seperti itu, kadang aku merasa bersyukur pernah menjadi korban bullying sejak SD hingga SMA. Karena itulah, bertahun-tahun setelah aku lulus, aku termasuk murid yang cukup memorable. Bahasa lainnya, siapa sih yang tak kenal dengan Nuel Lubis. Haha. Lalu,  aku juga berpikir bahwa dulu aku suka di-bully karena kesalahanku juga, yang suka menyerempet-nyerempet dan memancing-mancing. Kubuka pengakuan, sejak kecil aku terlahir dengan keingintahuan maha tinggi layaknya Thomas Alva Edison. Mungkin selain karena sifat pemalu, pendiam, dan hobi menyendiriku, pembawaanku yang ingin tahu itulah yang menyebabkan diriku jadi korban bullying. Selanjutnya, aku cukup beruntung karena hal tersebut. Hal itulah yang membuatku menjadi salah satu alumni yang sulit untuk dilupakan.

Kembali ke si ***. Kasihan juga dengan mereka yang seperti itu. Jika mereka menjadi alumni, lalu ingin bersilaturami dengan teman-teman lamanya, sepertinya rada kesulitan. Mungkin sebagian besar teman-temannya memicingkan mata dan berpikir, emang gue pernah sekelas sama orang ini yah. Wah, itu jleb sekali!

At last, tulisan ini hanya mengajak kita untuk tetap bersyukur dan berpikiran positif. Jika dulu atau sekarang, kalian menjadi korban bullying, setidaknya bersyukurlah dahulu. Mungkin itu tanda kalian dipedulikan oleh sesama kalian, walau dengan cara yang salah. Lebih menyakitkan lagi jika keberadaan kita tidak dianggap oleh lingkungan sekitar kita. Well, untuk korban bullying, bangkitlah!

Oh iya, jangan lupa beli "Ai Shin'Yuu". Jangan diabaikan saja novelku itu, apalagi jika kalian ingin tahu kisah selanjutnya tentang Geraldina Regar tersebut. Ayo, dong, beli!











Comments