Mencari Pengakuan








Aku hanya salah satu admin GETO KATANYA.









Tidak tahu kenapa, aku tengah hobi saja membaca beberapa serial webtoon, baik yang dibuat oleh author mancanegara maupun oleh author lokal. Nah, ada satu serial webtoon yang menarik perhatian aku. Author-nya berkewarganegaraan Indonesia, kok. Dia bernama pena Mas Aditiya. Kebetulan aku baca chapter-chapter terdahulunya. Masa belum apa-apa langsung baca yang terbaru? Oh, aku masih manusia normal, kok. Alhasil, aku harus baca yang terdahulu dulu untuk mengetahui ceritanya sepertinya apa.
Haha.

Serial webtoon-nya sendiri itu sungguh mengingatkanku dengan blog dan buku Bang Richard Miles alias Si Bule Ngehe. Tentang petualangan seorang bule di Indonesia. Lucunya, komik ini tak ada dialog sama sekali. Maka dari itu, kita disuruh menebak-nebak sendiri bagaimana ceritanya. Yang ada dialog saja, masih ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman. Lah ini, tanpa dialog?! 

Anyway, baca, deh, "Next Door Country". Menarik banget! 

Oh iya, di episode 7, aku kaget juga saat membaca bagian komentarnya. Entah kenapa, mau di mana pun, bagian komentar itu lebih menarik perhatian daripada yang utamanya. Haha, curhat sedikit-lah.  Lalu, yang menarik perhatianku: yah seperti yang ada di screenshoot di atas tersebut. Aku percaya (mungkin) itu author asli. Kalau dibaca ulang lagi, rasa-rasanya seperti dari yang bersangkutan. Bau-baunya, sih, begitu. 

Andaikan benar dugaanku, lucu juga. Kok mirip dengan yang kualami bersama "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" yah? Sampai sejauh ini, hingga detik ini, masih ada yang percaya tak percaya tiap kukatakan aku ini penulis buku, yang mana novelku tersebut sudah ada di toko buku sejak 2016 silam. Malah, aku teringat dengan kata-kata seorang online driver yang bingung sendiri saat membaca titik penjemputannya. Dia bilang, "Orang-orang yang saya tanyain pada kebingungan, Nuel Lubis itu siapa". Haha (Saat itu, demi kepentingan promo novel tersebut, aku dengan edannya menyisipkan alamat rumah sendiri di Google Map. Januari kemarin aku baru insyaf bahwa yang seperti itu cukup beresiko sebetulnya).

Tak hanya itu, beberapa kenalanku juga sama. Lebih banyak yang tak percaya dan terperangahnya. Kok bisa, yah? Apa mungkin, kalau ada yang suka ke toko buku, mereka lebih memilih bagian nonfiksi daripada bagian fiksi? Makanya, tak menemukan novelku tersebut. Belum lagi, harusnya dengan mendapati nick Nuel Lubis, siapapun pasti tahu Nuel Lubis itu si empunya Immanuel's Notes dengan akun Instagram @nuellubis (follow ya! 😄). 

Ah, sudahlah. Narsisnya kumat lagi. Yang jelas, aku sangat bisa merasakan penderitaan si author "Next Door Country". Mungkin, serasa tak dianggap begitu, itu karyanya. Sudah capek-capek menggambar, eh malah tidak dianggap sebagai creator-nya. Sama seperti aku. Novelnya sudah berada di toko buku, yang perlu menunggu hampir sepuluh tahun, eh malah dihujat dan dituduh yang bukan-bukan. Haha. 

Last but not least, when we need it as soon as possible, a recognition is very hard to find. 







Comments