Antara Bubur Ayam dan Saat-Saat Terakhir di 2018








Lokasi: Perumahan Sekretariat Negara, Kebon Nanas, Tangerang.









Latar belakang: 
Rumah yang dulu kediaman salah satu sahabat aku, Eriko Indrawan. Tiga tahun lalu, rumahnya direnovasi total (yang berubah kepemilikan jadi rumah seseorang yang masih seseorang yang aku kenal. Anak bungsunya itu adik kelasku di SD Markus, Tangerang. Namanya Kartika Putri). Sekarang pun, kembali direnovasi. Haha. 

Anyway, tukang bubur ayam itu salah satu tukang jualan yang jadi favorit Mendiang Mami. Bubur ayamnya sih memang yang paling enak daripada bubur ayam-bubur ayam lainnya.

Oh iya, jadi ingat salah satu joke Doi deh--saat 2014 kemarin: "Beli bubur ayam, Bang. Tapi buburnya aja, bisa nggak?"

Terakhir, post ini dibuat saat tengah menikmati waktu luang di hari ulang tahun Almarhum Dias. Rest in peace, Bro!

Mau Natal juga. Mau tahun baru juga. Selamat menikmati detak-detik menuju 2019, Guys!

PS:
Dengan cerobohnya, secara tak sengaja aku mengklik 'publish' di saat aku lupa membuat judul post-nya 😣.







Comments