Ternostalgia Karena Drama Televisi
















Kata orang, jika kita amat menyukai suatu hiburan, mungkin karena hiburan itu terlalu dekat dengan kehidupan kita.

Well, aku merasa bahwa kata-kata itu ada benarnya. Lewat drama Jepang berjudul "My Boss My Hero", aku sering ternostalgia sendiri. 

Tentang Sakaki Makio yang bodoh sekali, yang saking bodohnya (dalam hal Matematika), dia sampai menggagalkan transaksi senilai 27 juta. Then, itu mengingatkanku akan diriku yang bodoh juga dalam hal Matematika. Sampai kelas 1 SMP, aku tak hapal perkalian. Bahkan, saat kelas 1 SD, aku pernah tinggal kelas.

Tentang senam Agnes (Agnes Taisho), aku teringat saat masih SD. Tiap sabtu pagi, SD Markus sering mengadakan Senam Kesegaran Jasmani. Lalu, aku yang saking pemalunya, aku tidak mengikuti tiap gerakan senamnya. Itu mirip seperti Sakaki Makio yang dapat hukuman senam Agnes karena telat. Terus, sampai dikomentari oleh sepupuku, Hartanto, yang sempat satu SD. Dia bilang: "Man, kenapa kau nggak ikut senam?"

Tentang Sakaki Makio yang mencalonkan diri menjadi ketua kelas hanya untuk sekadar keren-kerenan, aku teringat oleh diriku yang sempat dua kali menjadi pemimpin. Pertama, menjadi ketua kelas 5 SD, yang dicalonkan secara aklamasi oleh teman-teman sekelas. Kedua, menjadi ketua kelas di ruang kelas 3-5 Sekolah Minggu, yang lagi-lagi karena dicalonkan oleh teman-teman. Well, jadi pemimpin itu ternyata tidak enak.

Tentang Sakaki Makio yang seorang anak pemimpin geng Yakuza bernama Kantou Sharp Fang, aku teringat oleh obrolan antara aku, Fernando, dan Pak Agustian. 

Pak Agustian: "Ndo, kamu ini kayak gangster saja,"
@nuellubis: "Pak, gangster itu apa sih?"
Fernando: "Bapak lo tuh gangster!"

Tentang Sakaki Makio yang ikut kelas tambahan, aku jadi teringat akan diriku yang sering ikut les mata pelajaran sepulang sekolah. Kebiasaan itu bermula sejak kelas 6 SD. Puncaknya, saat kelas 10 SMA. 

Tentang Sakaki Makio yang suka berkelahi, aku teringat bahwa diriku yang sejak SD, memang pernah beberapa kali terlibat baku hantam dengan beberapa teman.

Tentang Sakaki Makio yang peringkat kelasnya berada di nomor buntut, aku ingat bahwa saat kuliah dulu, saat UAS "Hukum Surat-Surat Berharga" - Pak Prajaka, diriku dan Ferdi pernah keluar lebih cepat. Belum sampai lima belas menit, aku dan Ferdi sudah menyelesaikan tes yang kebanyakan soalnya itu berupa pilihan ganda. 

Tentang turnamen sekolah SMA Swasta St. Agnes, aku selalu ingat dengan jaman SMA dulu. Dulu, tiap habis ujian semester, SMA aku sering mengadakan turnamen olahraga. Saat aku SMP, sebetulnya juga sama sih. 

Tentang perayaan ulang tahun mendadak Sakaki Makio, yang mana Sakaki tidak tahu tentang kejutan dari teman-teman sekelasnya, aku teringat dengan momen ulang tahunku saat aku kelas 3 SD. Aku rapi menyembunyikan kapan tanggal ulang tahunku, entah bagaimana caranya teman-teman sekelasku jadi mengetahui. Bahkan, salah satu teman, Almarhumah Mayang, memberikanku kado. Lalu, saat aku kelas 2 SMP, aku mengalami hal serupa. Si Anto memberikan ucapan selamat ulang tahun padaku setelah sibuk membagi-bagikan kartu SPP. Aku rada malu, namun sangat terharu! 

Tentang lagu "Happy Day", aku teringat dengan beberapa lagu mars sekolah, entah itu saat SMP maupun SMA, yang tiap upacara selalu dinyanyikan. 

Hufftt, it's such nostalgic indeed! Kalau diceritakan kembali, memakan waktu. Mungkin nanti aku akan terus menceritakan pengalamanku saat sekolah (juga jaman kuliah). Stay tuned yah! 

At last, thank a lot for that drama!





Comments