Gambar Karikatur dari Mereka yang Hidup di Masa SMA Aku

















Jadi, sejak kapan--yang jelas aku tak terlalu ingat, aku punya hobi unik. Hobi itu: suka menciptakan karikatur dari wajah orang-orang yang aku kenal. Bukan benar-benar menggambar karikatur, sih. Lebih tepatnya, menjiplak. Aku hanya re-image dari gambar yang ada di komik atau majalah. Then, mendadak,..... yah seperti gambar yang ada di screenshoot di atas. 

Tadinya, saat kali pertama melakukannya, agak-agak mirip dari nama-nama yang kucatut. Tapi, sekarang ini, jika aku lihat lagi, aku bernostalgia sedikit, entah kenapa gambar-gambar karikatur ini malah mengingatkanku akan mereka semua saat pertama berkenalan. 

CHECK IT OUT!

1. Hendranata
Pria berkacamata, yang saat masih SMA, sama-sama pendek. Malah lebih pendek daripadaku sepertinya. Tapi Nata ini kecil-kecil cabe rawit. Orangnya kreatif, sedikit temperamental, bawel, dan jahil. Dulu, menurutku, bareng Hendra, Nata ini sangat stylish. Well, Nata ini selepas lulus, ia masuk ke UPH, dan..... entahlah, yang jelas jadi orang hebat. Aku kurang begitu akrab dengannya.

2. David Berlian
Saat SMA dulu, David orangnya jahil dan cerewet. Salah satu dari teman-teman laki-laki yang hobi nge-game dan baca komik. Kalau tak salah, dia masuk UPH. Terakhir, aku sempat satu gereja dengannya di GKI Kota Moderen. Dia ini bekerja di sebuah perusahaan real estate di kotaku. 

3. Stevanus Agusa Cuanda
Pendiam yah, semasa SMA. Tapi Anus ini murah senyum. Selepas SMA, Anus menjadi mahasiswa Universitas Tarumanegara. Sekarang, tanpa melihat akun Facebook-nya, kayaknya sih Anus kerja di perusahaan swasta begitu (Malas juga stalking yang bersangkutan). Ngantor

4. Budi
Salah satu murid pendiam saat kelas 10 dulu. Tapi Budi ini hanya tahan sampai kelas 10 saja. Berikutnya, Budi pindah sekolah. Seterusnya, I don't know. 

5. Antonius Irvan
Saat kelas 10 dulu, kami berdua sama-sama ngos-ngosan untuk bisa naik kelas. Walau, di detak-detik terakhir, Irvan sambil tersenyum menyemangatiku, "Lu pasti bisa naik kelas, Man. Beda sama gue," Then, Irvan pindah sekolah dan aku tidak tahu lagi dia ke mana. Tapi dari akun media sosialnya, aku tahu Irvan lebih sering tinggal di Bali.

6. Ibu Marcelina Indarwati
Guru Sosiologi, Geografi, dan Antropologi. Cara mengajarnya sangat aku sukai. Paling sering menyemangatiku. Guru yang jahil juga. Then, aku tak menyangka, setelah sekian lama tak bertemu, Bu Iin ini ada bakat bisnis juga. Selain jadi pengajar, dia berjualan madu Baduy juga (silahkan buka link yang ada di sidebar blog ini, yang bertuliskan "Madu Baduy Nyonya Iin").

7. Oom Irwan
Sopir mobil antar jemput yang berewokan dan ubanan. Orangnya sangat kebapakan dan mengayomi sekali tiap murid yang ikut mobil antar jemput kepunyaannya. Apa yah istilahnya, yang jelas Oom Irwan ini sangat berwawasan. Topik apa saja yang diajukan, ditanggapi sekali oleh sopir berwajah Oriental ini. 

8. Joko Susilo
Lucu, berkemauan keras, jago gambar, jago bermain sepakbola, dan jika di kelas, salah satu murid yang hobi menjahili guru. Lupa, Joko ini melanjutkan kuliah ke mana. Sekarang juga, entah di mana Joko sekarang. Yang jelas, satu hal lagi, Joko ini yang mengajakku bermain game di Warnet Miracle dekat sekolah; juga yang meng-add aku kali pertama di Friendster. 

Well, itulah sedikit deskripsi dari tiap wajah yang kubuatkan karikatur abal-abal tersebut. Kalau dilihat sekali lagi, entah mengapa, dalam pikiranku, langsung terbayang wajah mereka saat itu. ROTFL!







Comments