Seberapa Jujur Kamu?

















Yang di atas, itu dari sebuah aplikasi Facebook. Keakuratannya 50:50. Aku sudah mulai ikut aplikasi yang seperti ini sejak 2009. Saat itu, memang tengah marak sekali. Buat have fun saja. Peduli amat, mau benar atau tidak. Ya, walau dalam hati, sedikit percaya. Haha. 


Untuk yang di atas, 85% sepertinya benar, menurutku pribadi. Sebab, kenapa? Memang aku mengalami sendiri. Untuk jawaban pertama, aku memang biasanya suka begitu. Sejak kecil, aku rapat-rapat menyembunyikan masalahku dari keluarga. Jikalau tengah diganggu oleh para bad boy di sekolah, aku diam saja. Aku lebih memilih untuk memecahkan masalahku sendiri. Orangtua selalu telat tahu, khususnya saat kacamataku rusak akibat berkelahi di sekolah. Aku dibanting oleh pemuda SMA saat masih SD, tak ada satu pun keluarga yang mengetahuinya. Aku selalu berkata, "I'm fine" di saat aku tengah ada masalah. Bahkan Papi sampai diam-diam datang ke Tarakanita hanya untuk mengetahui kabarku di sana. Ketahuanlah aku suka disuruh-suruh oleh beberapa temanku. 

Lanjut ya. Untuk jawaban kedua sering aku berikan saat berjanji untuk bertemu dengan seseorang. Sering sekali aku jawab, "Lima menit lagi sudah sampai", padahal masih dalam bus dan kemacetan. Teman bertanya posisiku di mana, aku sering ngibul juga. Aku masih di Kebon Jeruk, mengakunya di Dharmais. Haha. 

Terakhir, untuk jawaban ketiga, aku pernah beberapa kali mengalaminya. Aku bilang percaya, tapi masih meragukan yang bersangkutan. Padahal seringnya yang bersangkutan sudah berkata jujur dan aku cuma bisa merasa bersalah kenapa nggak langsung percaya. Apalagi, buntutnya, saat terbukti yang dibilang X itulah yang benar.

Intinya, ada beberapa temanku yang bilang, jika aku tengah berbohong, mudah terlihat secara kasatmata. Sejak kecil, aku bukan tipe orang yang lihai berbohong. Makanya, aku agak-agak risih saat tersiar kabar tak sedap tentang aku. Kok kesannya aku habis menipu milyaran penduduk bumi saja? Hufftt!














Anyway, terimakasih untuk aplikasi antah berantah tersebut. Aku jadi teringat beberapa kenangan tertentu. And, well, I'm truly to be honest telling you all by this post. Kurang telanjang apa lagi aku ini? 







Comments