Pulang Sekolah, Disambut oleh Seorang Pembantu

















Alkisah, hiduplah seorang biksu cilik nan cerdik. Namanya Ikyu-san. Dibandingkan biksu-biksu muda lainnya, Ikyu-san inilah yang paling menonjol. Selain menonjol karena kecerdasannya yang di atas rata-rata, Ikyu ternyata datang dari keluarga bangsawan. Bagian dari keluarga kerajaan juga. Oleh ibunya, karena suatu intrik, ia diasingkan ke sebuah kuil Buddha, meninggalkan status pangerannya, menjadi seorang biksu.

Cerita Ikyu-san ini agak mirip dengan bagaimana Samuel dipersembahkan di usia yang cukup tepat oleh Hana. Hana, ibunya, mempersembahkan Samuel ke bait Allah sebagai sumpah Hana karena Allah sudah mengabulkan doanya. Well, Hana ever prayed to be given a child.

Baik Samuel maupun Ikyu-san, mereka berdua agak mirip denganku. Miripnya itu di bagian saat mereka harus diasingkan ke suatu tempat oleh keluarga mereka sendiri; alhasil jadi jauh dari keluarga (khususnya kedua orangtua) dalam hidup sehari-harinya. Agak mirip denganku, walau tak seratus persen mirip. Saat kecil, aku pernah terasing seperti itu. Sehari-hari aku lebih sering ditemani oleh pembantu (atau baby-sitter). Papi kerja, Mendiang Mami juga lebih sering di luar rumah (walau Mendiang itu seorang ibu rumah tangga yang super sibuk macam Supergirl saja). Tiap pulang sekolah, orang yang aku lihat pertama itu, yah pembantu rumah tangga (atau istilah lainnya, asisten rumah tangga). Mulai dari pembantu pulang-pergi macam Almarhumah Ibu Madah sampai dengan yang menginap seperti Mbak Yuni (Mbok Yuni dalam "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" itu terinspirasi dari pembantuku yang asal Cilacap tersebut) dan Mbak Rokhidah (yang asal Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja, Kota Purbalingga).

Haha. Ya begitulah masa kecilku yang lebih sering ditemani oleh pembantu. Yang karena kebanyakan dari Jawa, sedikit demi sedikit, aku agak familier dengan bahasa Jawa. Haha. Benar dugaan Felix saat 2014 itu, aku belajar bahasa Jawa-nya dari seorang pembantu. Terus, cara bicaraku yang agak Sunda dan Betawi, well, karena satu-dua pembantu ada yang berlogat Sunda dan Betawi.







Comments