Mardequellyovaca & Kenangan akan Masa TK







Bahasa yang digunakan di petanya. Hitung-hitung, jadi belajar bahasa Spanyol secara gratis. Haha. 









Nama daerahnya itu Mardequellyovaca. Kalau dilafalkan dengan cara pengucapan orang Jepang, Madakubaka. Lalu, entah mengapa, aku merasa Mardequellyovaca itu bukan sekadar nama fiktif buatan komikusnya (Dari anime "Crayon Shinchan: My Moving Story"). Yah, sama seperti Klondike dan Timbuktu dalam serial komik Donal Bebek, yang ternyata memang benar ada di dunia ini. Kenapa kubilang begitu juga, sebab rasanya tak mungkin komikusnya sengaja menciptakan nama seribet itu untuk tempat yang bahkan tak ada di mana-mana di planet Bumi ini. Minimal, mungkin plesetan dari nama daerah yang sebenarnya. Kasukabe saja ternyata memang nama kota kecil di Jepang. 

Bicara soal Crayon Shinchan sendiri, anime ini selalu mengingatkanku akan masa yang indah saat aku masih TK dulu di TK Strada Dewi Sartika. Haha, aneh yah, karena tak semua orang bisa ingat jelas kenangan dirinya saat masih usia balita (bayi di bawah usia 5 tahun). Nah, aku itu termasuk orang yang seperti itu. Kadang, kalau lagi melamun, kenangan akan masa saat aku balita, saat masih TK, saat masih SD, suka muncul bertubi-tubi di kepala. Salah satunya, memori Crayon Shinchan tersebut.

Well, saat itu, aku dan beberapa teman TK memang seperti Nohara Shinosuke, dkk. Penampilannya saja anak-anak, namun 'isi'nya sudah dewasa. Pembawaan dan cara berpikirnya seperti orang dewasa. Itu seperti Shinosuke yang mesum bak Om-Om Senang, Kazao yang sok serius kayak profesor, Nene yang sok jadi emak-emak, atau Bo-Chan yang wise-nya itu mengalahkan opa-oma kita. Aku dan teman-temanku benar-benar seperti mereka. Aku bahkan pernah berceletuk ke salah satu dari mereka kalau aku sangat berhasrat menjadi Kamen Rider dewasa kelak (jaman itu, tengah marak Ksatria Baja Hitam RX). Lalu, temanku menimpali, "Kalau gitu, aku jadi asistennya RX," Haha, konyol banget!

Ah, indahnya masa-masa itu!

Foto saat aku masih batita.
Kangen saat dibawa jalan-jalan oleh gurunya (bahkan sampai melewati pekuburan, yang aku dan yang lainnya jadi heboh, yang gurunya memberanikan kami semua dengan bilang 'mereka' juga makhluk ciptaan Tuhan). Kangen pula saat kami asyik mengobrol sambil menunggu dijemput, yang obrolan paling sering itu tentang masa depan, salah satunya cinta. Kangen juga dengan segala kekonyolanku saat TK dulu, yang salah satunya iseng menggunting kulit tangan sendiri (bekasnya bahkan masih ada, kok).  Terus, kangen juga sewaktu diejek gara-gara warna rambutku yang agak berbeda dari teman-teman TK-ku. 

Hahaha..... aku itu memang begitu. Kadang kalau lagi menonton apa gitu, suka nostalgic sendiri.






Comments