Saturday, December 17, 2016

Teori Robin Hood



Robin Hood, untuk orang-orang miskin, adalah seorang pahlawan. Namun, dia akan berubah menjadi penjahat dan buronan untuk orang-orang kaya yang korup. 



Hidup pun seperti itu. Seperti dua sisi koin. Ada hitam, ada putih. Seseorang bisa dikatakan penjahat dan pemberontak oleh satu kelompok. Tapi bisa jadi malah dianggap pahlawan oleh kelompok lainnya. 

Lalu, bagaimana cara kita menilai? Tidak hanya dari niat saja. Kita hanya perlu berdiam diri. Kalau memang ingin tahu, hanya diam dan amati. Intervensi berlebihan terkadang membuat kita jatuh ke dalam penghakiman yang salah. 

Pembunuhan bisa dikatakan pembunuhan, karena ada anggapan itu sebuah pembunuhan. Tapi bisa jadi ada sekelompok orang yang tidak berkata seperti itu. Mereka malah bersyukur akan adanya 'pembunuhan' tersebut. Sama seperti kasus seorang teroris dihukum mati (baca: pembunuhan legal oleh negara). Satu sisi, ada yang gembira si teroris dibunuh; ada juga yang marah besar. Jangan salah pula, hal itu sudah terjadi lama sekali. Mungkin sudah terjadi selama usia Bumi. 

Untuk menentukan benar dan salah saja sudah maha sulit. Apalagi untuk menentukan mana yang baik, mana yang buruk. Tiap orang atau tiap golongan, pasti sudah memiliki penilaiannya sendiri akan baik, buruk, benar, maupun salah. 

Baiknya, hiduplah sendiri atas nilai yang kalian anut sampai kalian sungguh paham mana yang benar, salah, baik, maupun buruk (yang mungkin saat sudah berada di ajal kalian). Kalau kalian anggap baik, lakukan. Kalau kalian anggap benar, lakukan juga. Tapi jangan pengaruhi dan cuci otak seseorang (apalagi ke mereka yang lebih lemah) untuk mengikuti paham kalian. Sang Pencipta jelas tak suka dengan orang-orang seperti itu. 




No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^