Monday, October 17, 2016

PENAMPILAN LUAR DAN SISI KIRI




Matius 6:3.
"Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu."

Ketika Thomas Aquinas mulai duduk di bangku kuliah--di sebuah universitas bernama University of Paris--pada abad ke-13, ia jarang mengungkapkan pendapatnya di dalam kelas.  Sehingga teman-teman sekelasnya menafsirkan sikap diamnya tersebut sebagai tanda bahwa ia murid yang tidak terlalu pintar. Akibatnya, mereka menjuluki Aquinas sebagai seorang 'kerbau dungu'.




Akan tetapi, lambat laun, teman-temannya jadi sangat terkejut ketika melihat bahwa ternyata ia menonjol di dalam pelajaran, yang kemudian berbuntut pada menulis banyak karya besar dalam bidang teologi yang masih digunakan hingga saat ini. Mereka sungguh takjub. Ternyata mereka keliru. Sesungguhnya, Thomas Aquinas adalah seorang jenius. Segalanya terjadi karena mereka menilai Aquinas hanya dari penampilan luarnya. Mereka tidak benar-benar mengetahui seperti apa kata hati Aquinas yang sebenarnya.

Sama seperti saat pengurapan Daud. Allah telah meminta Nabi Samuel untuk menobatkan seorang raja baru yang akan memerintah umat-Nya, Israel. Daud, si gembala, tampaknya tidak memiliki ciri-ciri seorang raja. Kemudaannya tidak sebanding dengan usia dan perawakan kakaknya, Eliab (1 Samuel 16:6). Namun, Tuhan memperbaiki persepsi Samuel yang semula (1 Samuel 16:7). Daud terus melaju menjadi prajurit besar dan menjadi penguasa yang dipilih Tuhan atas umat-Nya.

Apabila kalian tergoda untuk menilai seseorang dari penampilan luarnya, ingatlah Thomas Aquinas dan Raja Daud. Yang dianggap penting oleh Allah sesungguhnya adalah hati.

1 Samuel 16:7
"Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: 'Janganlah pandang parasnya atau perawakan yg tinggi,sebab Aku telah menolaknya.Bukan yg dilihat manusia yg dilihat Allah; manusia melihat apa yg didepan mata, tetapi TUHAN melihat HATI'."

Apalagi apa yang ada di dalam hati sesungguhnya merupakan cerminan dari apa yang ada di dalam Kerajaan Sorga, jika itu belum tertutup oleh kabut duniawi. Yah walaupun itu masih tetap sama; tidak akan ada yang bisa mengubah hal tersebut.

Dalam hati, sisi surgawi.

Sisi kanan, sisi surgawi pula.

Luar hati, sisi duniawi.

Sisi kiri, sisi duniawi pula.

Saat kalian melakukan sesuatu, hanya perhatikan sisi dalam hati dan kanan kalian. Jangan biarkan luar hati dan sisi kiri kalian mengetahuinya. Sesungguhnya Allah lebih melihat dan menilai penampilan dalam dan kanan kalian.