Tuesday, December 1, 2015

6 Tahun IMMANUEL'S NOTES



Akhirnya masuk bulan Desember juga. Sebentar lagi Natal juga. Mereka yang biasanya tak pernah mau menginjakkan kaki di gereja, jadi mendadak ingat Tuhan-nya. Lingkungan gereja jadi penuh dengan pemandangan yang segar-segar. Entah ke mana para perempuan cantik-cantik itu di hari-hari minggu biasanya. Mungkin sibuk dengan urusan duniawinya masing-masing (yang kebanyakan terlihat di sebuah night club--asyik berhedonis ria). Mereka datang saat hari Natal, yang katanya kelahiran Yesus Kristus, yang mungkin dengan dalih minta jatah kue ulang tahun. Egois sekali, bukan? Saat hari-hari minggu biasa, Yesus-nya dilupakan; sibuk dengan perkara-perkara duniawi. Namun giliran saat Natal, baru menampakkan diri (atau tak lupa pula saat Paskah, dengan dalih minta telur Paskah).

Hmmm...





Tapi sudahlah, abaikan saja. Toh mau bilang seperti apa pun, percuma saja. Nanti dibilang menggurui, sok mengatur-ngatur hidup orang lain, bawel, dan segala macamnya. Lebih baik kita berfokus pada pembenahan hidup sendiri. Hidup kan tak melulu bicara soal duniawi, namun juga rohaniawi. Tak serta merta mengurus soal hubungan horisontal dengan sesama, namun juga harus mengurus hubungan vertikal dengan Sang Pencipta.

Tak terasa juga sudah Desember. Bukan maksud pengulangan sih. Tapi kalau coba flashback sedikit ke belakang, banyak hal sudah terjadi dalam hidupku. Satu kata: LUAR BIASA!

Masih tak habis pikir, aku telah melakukan banyak pencapaian setelah diwisuda pada 21 April 2012 lalu. Dari bloger merambah menjadi seorang cerpenis, novelis, jurnalis (lewat Japanese Station), dan sekarang penulis ide cerita FTV. Mulanya hanya seorang bloger yang menulis buat senang-senang. Sekarang menulis itu harus punya tujuan--yang keseringan itu bertujuan finansial. Mulanya hanya seorang bloger yang menulis asal; maksudnya peduli setan dengan EYD serta perataan kiri-kanan-tengah. Sekarang gara-gara keseringan menulis cerpen atau novel, mau tak mau berimbas ke penulisan di blog. Semuanya bermula hanya dari modal kenekatan dan... PASSION. Entah apa yang terjadi ke depannya. Dunia atau bidang apa lagi yang akan kugeluti setelah berhasil menorehkan satu prestasi di dunia per-FTV-an. Bisa jadi sudah berhasil menggandeng seseorang untuk dibuatkan satu biografi seperti mimpiku yang lainnya. Who knows.



Judul FTV-nya nanti yah. Nanti kalau FTV-nya sudah tayang, he-he-he! Nanti sekalian sama sinopsis utuhnya




Kalau dipikir, kalau aku ini seorang aktor, aku ini sudah main di banyak film dengan banyak genre. Komedi, ayo. Romance, ayo. Action, boleh juga. Atau pengandaian lainnya, kalau aku ini seorang penyanyi, genre-nya itu macam-macam. Gospel-lah, rock-lah, pop-lah, rap-lah, punk-lah, hingga dangdut--yah kujabanin. Sungguh luar biasa apa yang sudah dilakukan Nuel demi passion menulisnya. Apa pun dilakoni demi bisa bertahan hidup di passion yang sudah mendarah daging dalam raganya.

AHHHHHH.....

Rasanya puas sekali. Satu gol, satu mimpi lainnya,... sudah berhasil kugapai. Masih menyusul mimpi-mimpi lainnya. Senangnya! Sampai sekarang pun, aku masih merasakan euforia betapa senangnya ide ceritaku disulap menjadi satu FTV.

Omong-omong, tak terasa pula sudah bulan Desember. Mau tanggal 4 juga. Itu artinya apa? IMMANUEL'S NOTES berulang-tahun yang keenamtahun. Yihaaaaaa!!!

Sampai kapan pun, walau aku bakal jadi penulis tenar sekalipun, walau FTV-FTV dengan ide cerita dariku bertebaran di mana-mana, walau novelku bertumpuk-tumpuk, walau cerpenku kemudian laris manis di media (pada kenyataannya cuma beredar di dunia maya), aku tetap tak akan pernah lupa sama si IMMANUEL'S NOTES. Aku besar pun karena blog ini. Blog inilah yang mengasah kemampuan menulisku. IMMANUEL'S NOTES juga yang sudah memberikan banyak rejeki dan pertemanan. Aku sama sekali tak akan pernah lupa dengan akarku yang seorang bloger. Aku masih menyimpan satu obsesi: bisa kopi darat dengan salah seorang atau beberapa bloger (atau kenalan di media sosial).

Dulu sekali, aku lupa sama siapa, tapi ada seorang bloger bertanya padaku: apa arti blog untukku? Waktu itu kujawab saja main-main, yah untuk sekadar melampiaskan uneg-uneg dan menyalurkan hobi menulis. Namun sekarang, andai kata ada yang mengajukan pertanyaan itu padaku sekali lagi, maka jawabku: IMMANUEL'S NOTES itu segalanya. Dia sudah seperti kekasihku yang selalu bikin kangen--pengin dikelonin melulu. Ha-ha-ha.

Last but not least, kalian jangan pernah takut IMMANUEL'S NOTES akan mati suri. Aku berani jamin itu tak akan pernah terjadi. IMMANUEL'S NOTES akan selalu berjaya walau kelak si empunya blog sudah menikah hingga memiliki anak dan segenap cucu yang lucu-lucu. Aku akan selalu menyambangi IMMANUEL'S NOTES. Meskipun nanti, tak bisa kupungkiri juga, perubahan gaya bahasa akan selalu terjadi.

Eh, ada yang pernah ingat, nggak, gaya bahasa IMMANUEL'S NOTES empat-lima tahun silam? Itu, loh, gaya bahasa yang nggaul banget. Masih pakai gue-elo. Masih bocor menulisnya. Dan bla-bla-bla lainnya. Yang sekarang perlahan mulai berubah, yang menulisnya jadi lebih rapi (buntutnya si empunya blog kadang suka bingung memulai dan mengakhiri sebuah tulisan).  Mungkin lima tahun dari sekarang, siapa tahu saja IMMANUEL'S NOTES berisi tulisan-tulisan berat yang amat sangat tak cocok dibaca oleh mereka yang berusia 20 tahun ke bawah. Tidak ada yang tahu kan? Apalagi tiap manusia pasti berevolusi, pasti berubah pula. Ada yang cepat berubah, ada pula yang harus jatuh dulu berkali-kali baru mau berubah.

AHHH...

Once again, last but not least, HAPPY 6TH BIRTHDAY TO IMMANUEL'S NOTES!

Soal give away, nanti yah. Dalam persiapan, kok, give away-nya. Si empunya blog lagi mempersiapkan hadiah-hadiah yang keren-keren. See you!