Monday, September 7, 2015

Undelivered Words: Maaf dan Rindu



Mami, sudah sebulan lebih Mami pergi. Tak terasa yah, Mami sudah beda alam denganku dan yang lainnya. Papi selalu bilang Mami sudah tenang bersama Tuhan Yesus. Benarkah itu, Mi? Bagaimana rasanya dipeluk hangat sama Tuhan Yesus? Nuel juga ingin merasakan dirangkul yang bersangkutan.


 

Mi, mungkin Mami tidak akan pernah dengar. Tapi lebih bak ditulis daripada tidak sama sekali. Nuel hanya ingin minta maaf sebesar-besarnya sama Mami. Nuel selama dua-tiga tahun terakhir ini--bahkan bisa lebih--sudah bikin hati Mami sakit atas segala kekeraskepalaan dan keegoisan Nuel. Terlebih tahun 2015 ini. Nuel lupa bilang terimakasih sudah membelikan Nuel kamera itu. Maaf Nuel baru mengucapkan terimakasih saat itu, hari terakhir Mami di rumah ini. Nuel yakin, Mami pasti dengar kata-kata Nuel waktu itu. Nuel juga serius mengucapkannya. Thank a lot for that camera. Nuel janji bakal jadi orang dengan kamera (serta laptop) pemberian Mami ini. 

Nuel juga minta maaf, bulan Mei lalu, saat ulang tahunku yang kedua puluh tujuh tahun, saat Mami masih ada, Nuel malah jual mahal saat Mami mau kasih ucapan. Nuel malah marah-marah. Nuel minta maaf! Nuel juga minta maaf selama Mami di rumah sakit, terhitung jarang sekali Nuel menjenguk Mami. Nuel lebih mempedulikan karier Nuel. Nuel lebih sayang mimpi-mimpi Nuel daripada Mami yang sudah hampir sekarat dan tak berdaya. Bicara Mami pun mulai cadel dan tak jelas. Yang saat Nuel jenguk, Mami sulit berkata-kata, tapi Nuel yakin Mami pasti mau bilang sesuatu. Maafkan Nuel juga, di hari terakhir itu, Nuel malah lebih memilih teman Nuel daripada Mami sendiri. Lebih memilih untuk mengikuti ego Nuel semata. Nuel minta maaf sekali yah, Mi!

Mami, awal tahun masih di rumah. Nanti untuk kali pertama, akhir tahun tanpa kehadiran Mami. Pasti rasanya aneh sekali. Sekarang pun, aneh. Di rumah terasa ada yang kurang. Rindu masakan Mami. Rindu omelan Mami. Rindu perhatian Mami ke hal-hal kecil. Rindu pula telepon Mami saat aku pulang malam. Aku kangen banget sama Mami. 

Mami, ada satu kalimat dalam bahasa Jepang yang selalu Nuel ucapkan sejak tahun lalu. Begini bunyinya:

η§γ―γƒ‘γƒ‘γ¨γƒžγƒžγ«εΉΈγ›γ¨γƒ—γƒ©γ‚€γƒ‰γŒγ‚γ’γΎγ™。η΅Άε―Ύ。
Watashi ha papa to mama ni shiawase to puraido ga agemasu. Zettai.
I'll be sure give you all happiness and pride, Mum, Dad!
Aku pasti akan memberikan Mami dan Papi kebahagiaan dan kebanggaan. 

...dengan caraku sendiri pastinya. 

I love you so much, Mum! 




8 comments:

  1. Aduh, sedih bacanya....T.T
    Tabah ya Nuel. Semangat kejar impian lu, make her proud!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih.. Hehehe... Nggak ada niat mau bikin sedih kok. Cuma lagi pengen aja curhat di blog, udah lama juga, hehe... :p

      Delete
  2. Mas Iman yang sabar ya, saya tiba2 merasa sakit sendiri baca ini. Lumayan sering juga gak dengerin kata2 mama...

    Ayo mas bahagiin papi nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diusahakan yah, makasih juga. ^_^

      Yup, kalau udah kejadian, ingat lagi, kerasa sakitnya, -_-

      Delete
  3. Baru tahu kalau mamimu meninggal, Nuel. Turut berduka cita sedalamnya. Semoga yang meninggal diberi tempat terbaik, dan yang ditinggal diberi kesabaran dan ketabahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih.

      Emang sengaja nggak diumbar aja. Ntar dikira cari belas kasihan, hehehe. xD

      Delete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^