Thursday, July 23, 2015

Berjuanglah Mami aku!



Kala cilik dulu, dia yang paling sering membelaku
membela dari kemurkaan sang kepala keluarga
membela dari gangguan kedua kakak
pula membela saat ribut dengan adik semata wayang

Aku tak akrab dengan ayah sendiri
Sering bertengkar dengan saudara kandung pula
Namun hanya dengan dia, aku bisa cair

Kuakui, aku pernah pula ribut
Beda opini terjadi beberapa kali
tapi segera reda
Dia begitu istimewa

Aku sering terlibat obrolan dengan dia
Apa pun itu
Dia pula yang merekomendasikan satu-dua sekolah untukku
Waktu SD, setia mengantar-jemput aku
Aku sayang dia
Mami aku

Mami,
maaf beberapa tahun terakhir sering mendongkolkan Mami
Bukan bermaksud durhaka,
tapi aku ingin membuktikan kemandirian aku
Aku mampu pilih jalan hidup sendiri
Aku mampu mempertanggungjawabkannya pula
Aku hanya ingin terlihat tangguh dan cekatan

Maaf pula selalu rahasia-rahasia
Tak bermaksud seperti itu
Kelak akan kuberitahukan jika telah jelas
Mami sendiri yang menyaksikan kebanggaan itu
Anak yang selama ini selalu dibantu,
kini malah membantu orangtuanya sendiri

Aku tidak tahu kapan itu
Tak ada satu orang pun yang tahu
Jika Tuhan berkehendak
semoga Mami panjang umur
terbebas dari jeratan kanker sialan

Hatiku nyeri lihat kondisi Mami
terbelit kabel-kabel
darah keluar dari pencernaan
sungguh kebas
Bicara Mami pun selalu bikin aku menitikkan air mata
Tak kuasa aku menengok kondisi Mami
berat rasanya
Mami yang dulu lincah, tegar, dan kuat
mengapa jadi seperti ini?
Mengapa Tuhan tega?
Sudah tiga minggu Mami di rumah sakit

Aku tidak tahu kapan itu
Jika Tuhan berkehendak
akan kupersembahkan segala kerja terbaikku pada Mami
bukti aku tak salah jalan
bukti bahwa aku mampu mandiri
bukti bahwa aku mampu mempertanggungjawabkan segala keputusan aku

Mami di sana yang kuat, yah!
di kamar 718
seperti yang kukatakan beratus kali,
yang sabar!
Selalu sabar
Tetap tegar dan tabah!
Aku belum siap natalan tanpa Mami
Tahun depan aku tak mau merayakan ulang tahun Mami di depan batu nisan
Mami yang kuat
Tetap percaya sama rencana Tuhan
Pasti ada titik terang
Pasti ada mukjizat
Aku percaya itu!

Tuhan, aku mohon, sembuhkan Mami aku!




Tangerang, 23 Juli 2015


7 comments:

  1. Semoga Cepat Sembuh maminya :)

    ReplyDelete
  2. semoga mami nya di berikan kesembuhan amiiiin :)

    ReplyDelete
  3. Suka nggak tega kalau ngeliat orang tua sakit entah itu ayah atau ibu kadang suka berpikir 'andai aja sakitnya nggak menimpa ortu kita'

    ReplyDelete
  4. Yang tabah ya, Nuel, aku doain semoga mama kamu lekas sembuh...

    ReplyDelete
  5. Thank, all. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. >_<

    ReplyDelete
  6. Amin, semoga maminya cepat sembuh..

    Semoga juga bg nuel jadi lebih akrab dengan ayah dan saudara bg nuel..

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^