Friday, April 24, 2015

Bahasa Gaul Oh Bahasa Gaul






Ternyata ada yang lebih menyakitkan daripada menyaksikan kemesraan sepasang kekasih di media sosial (terutama untuk para jomblowan-jomblowati terhormat). Apa itu? Berikut contohnya. Langsung dari TKP alias dari sebuah blog.

"Apa yang paling menyenangkan dari baper?" - Ocky, Blogger, entah berapa usianya.

Baca kata terakhir dari si Ocky, itu bikin aku termenung yang paling dahsyat. Lantas, aku jadi memandangi kalender dan mulai menyadari satu hal: "Ternyata gue udah tua yak? Udah masuk late twenties juga. Mau masuk golongan orang-orang paruh baya juga. Idih alah!" 

Well, pas masih bocah yang masih suka mengemil permen koin seharga gocap, bahasa gaul sudah ada. Aku sedari kecil sudah terbiasa mendengar kata-kata seperti: doi, doski, bokap, nyokap, cabut, keki, tengsin, kuper, atau bete. Memasuki bangku SMP, makin bertambah kata-kata gaul yang kudengar. Ada: sotoy, garing, koret, jijay, sepak, songong, pembokat, pedekate, nyolot, pe-ak, jayus, hingga ember. Berikutnya masuk fase SMA, tambah lagi. Masih ada: meneketehe, lebay, pewe, mupeng, semok, bohay, TTM, HTS, jablay, sampai lemot dan cupu. Terakhir, jaman-jaman masih kuliah, aku menemukan kembali kata-kata gaul yang makin lama makin aneh seperti: sabi, palbis, yalsi, kemek, unyu, selow, PHP, woles,  gabut, rempong, kudet, hingga kepo. 

Dan sekarang...



Masya Allah, Ya Rabb! Ternyata aku sudah bertambah tua yah? Harus perbanyak istighfar dan mendekat padamu, Ya Allah! *pasang musik qasidah*







Aku benar-benar melongo saat mendengar beberapa kata seperti: baper, prasmul, keleus, swag, waru, sabeb, baget, hacep, damat, dempa, tubir, KZL, cobat, kipak, jedai, difilter, mure, bingit, ogeb, naspad, sokap, epleng, cabz, di cul, hingga fix. 

JESUS! Kapan manusia akan berhenti menciptakan kata-kata baru? Dan tolonglah biarkan aku untuk menikmati selama satu dasawarsa saja untuk setidaknya menikmati asyiknya berbicara menggunakan beberapa dari kata-kata gaul tersebut. Maksudnya, telinga aku sudah terbiasa dengan kata-kata seperti 'unyu', 'selow', atau 'rempong'. Eh tiba-tiba muncul sederet kata-kata baru yang wajib dihapal untuk semata kepentingan pergaulan. Kan tidak lucu saat tengah bersama beberapa kerabat, terus kita nyeletuk, "Maaf, hacep itu apa?" Besok-besok, cap sebagai manusia terprimitif akan melekat pada kita. Mungkin primitif masih jauh lebih baik. Bagaimana dengan sebutan 'alien'? Errr... 

Sebetulnya juga munculnya kata-kata baru itu gunanya apa? Masih kurangkah sederet kata yang termaktub dalam kamus sakti kita (alias Kamus Besar Bahasa Indonesia)? Apa biar disangka kreatif (di jalan yang salah)? Apa kata-kata yang terdapat dalam kamus itu kurang bisa mengekspresikan perasaan? Andai kata seperti itu, daripada menciptakan kosa kata baru, kenapa tidak comot saja kosa kata dari bahasa lain (atau dari satu cabang ilmu)? Biar terkesan intelek dan oportunis yang positif. Hitung-hitung perbanyak pahala karena sudah mempopulerkan istilah-istilah tersebut (yang mungkin hanya segelintir orang tertentu yang paham). 

Omong-omong, berhubung aku ini orangnya sholeh dan gemar menabung buat bakal menikah (Pret!), sepertinya kurang afdol jika tidak diberadabkan kata-kata tersebut. Mungkin banyak juga di antara pembaca-pembaca Immanuel's Notes yang sama seperti penulisnya yang sangat kurang pergaulan sehingga perlu digauli sama Paris Hilton. Nah berikut ini arti dari kata-kata yang sudah disebutkan tadi.




Doi atau Doski : Dia
Bokap : Ayah, papa
Nyokap : Ibu, mama
Cabut : Tergantung konteks kalimat. Tapi kurang lebih seperti frase 'come on' atau 'yuk pergi'.
Keki : Kesal, tidak senang, dan semacam itulah.
Tengsin : malu, tidak enakan, tidak percaya diri.
Kuper : Kurang pergaulan.
Bete : Boring total.
Sotoy : Sok tahu.
Garing : Tidak lucu.
Koret : Pelit. Sama artinya dengan 'pedit'.
Jijay : Jijik.
Sepak : Banyak lagak. Norak.
Songong : Sombong.
Pembokat : Pembantu.
Pedekete : Pendekatan. Digunakan saat kita tengah berusaha mendekati seseorang untuk menyatakan perasaan kita.
Nyolot : Sama artinya dengan 'sepak'.
Pe-ak : Pendek akal.
Jayus : Sok lucu.
Ember : Kependekan dari 'emang bener', Sama artinya dengan 'betul sekali'.
Meneketehe : Mana kutahu.
Lebay : Berlebihan, hiperbolik, dan yang semacam itu.
Pewe : Paling Wuenak (maksudnya itu enak).
Mupeng : Muka Pengen. Digunakan untuk sesuatu yang bikin iri atau tengah disukai.
Semok : Tubuh wanita yang cukup berisi. Biasanya di bagian bokong atau dada.
Bohay : Bodi aduhai. Sama artinya dengan semok.
TTM : Teman tapi mesra. Biasanya digunakan untuk dua orang yang terlihat seperti tengah berpacaran, tapi sebetulnya hanya berteman.
HTS : Hubungan tanpa status. Artinya itu sama seperti TTM.
Jablay : Jarang dibelai. Bahasa lain dari pelacur, wanita tuna susila, dongdot, dan perek.
Lemot : Lemah otak.
Cupu : Culun punya.
PHP : Pemberi harapan palsu.
Sabi : Kebalikan dari kata 'bisa', 'mantap', 'bagus', dan kata-kata pujian lainnya. Kurang lebih artinya sama dengan kata 'oke' pada dialog ini: "Baju ini kayaknya oke deh."
Palbis : Kependekan dari 'paling bisa'. Digunakan untuk menyebut mereka yang doyan menggombal, merayu, atau tengah melakukan pendekatan.
Yalsi : Kependekan dari 'sial'. Kurang lebih sama artinya dengan 'payah'.
Kemek : Traktiran.
Unyu : Lucu.
Selow : Santai.
Woles : Kebalikan dari 'selow'.
Gabut : Gaji buta.
Rempong : Bawel, rumpi, resek.
Kudet : Kurang update.
Kepo : Ingin tahu urusan orang. Sok ikut campur.
Baper : Bawa Perasaan. 
Prasmul : Perasaan melulu. 
Keleus : (Ya) kali. 
Swag : Keren. Tapi bisa juga untuk menyebut barang-barang yang ada kaitannya dengan dunia fandom
Sabeb : Bebas. 
Baget : Banget.
Hacep : Pecah. 
Damat : Bodoh amat. Masa bodoh. 
Dempa : Demi apa? 
Tubir : Ribut. 
KZL : Kesal. 
Cotba : Bacot.  
Kipak : Bohong. 
Jedai : Jepitan badai
Difilter: Belum tahu arti yang pas. 
Mure : Murah
Bingit : Banget, -sekali. 
Ogeb : Bego
Naspad : Yang ini belum menemukan artinya. 
Sokap : Bisa 'siapa', bisa pula 'sok kenal sok dekat'.  
Epleng : Gila, stress. 
Cabz : Kependekan dari kata 'cabut'. 
Di cul : Belum ketemu artinya.
Fix : pasti. 




Banyak juga yah. Eh tapi, sumpah yah, itu semuanya kuartikan lewat bantuan Google dan beberapa orang. Walaupun ada beberapa yang memang sudah tahu sendiri artinya seiring waktu berjalan (Tsaah bahasanya!).

Sebetulnya juga masih banyak istilah gaul lainnya. Yang kusebutkan itu hanya sampel saja. Sisanya, masih banyak. Saking banyaknya, kadang suka lupa arti dari beberapa istilah-istilah gaul tersebut. Yang mana, masih akan terus bertambah ke depannya. Mungkin tiga tahun, lima tahun, atau satu dekade ke depan, mungkin telingaku harus bersiap-siap mendengar kata-kata baru nan nyentrik nan aneh bin lucu yang akan tercipta. Siapa yang tahu juga kan?!

Kalau membahas soal bahasa gaul ini juga, mendadak aku jadi teringat kata-kata yang lupa kudapatkan dari mana. Yang jelas, itu bunyinya seperti begini: "Pada dasarnya manusia itu makhluk kreatif."

Omong-omong, ada yang mau menambahkan kata-kata gaulnya? Yuk, saling share! Berbagi itu indah, lho! ^_^


14 comments:

  1. Naspad itu nasipadang bukan sih? Aku sih biasa bilang naspad untuk nasipadang. Kalo emang ada arti lain, entahlah haha.
    Gara2 baca ini jadi tau nih bahasa2 aneh. Dempa sama prasmul baru tau ada bahasa itu haha

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Hahaha.. Ini benaran tulisan aku kok. Emang kelihatan beda ya. Lagi ngubah gaya bahasa sih soalnya.

      Delete
    2. ya abis pake nyebut sholehah. itu kan buat cewek.

      Delete
  3. Aku brasa kuper deh. Asli emang gak paham bhsa gahul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku yang tinggal dekat jekardah aja merasa kuper banget. :(

      Delete
  4. aku yang sudah terlalu tua ini sudah gak sanggup mengingat itu semua, nuel

    ReplyDelete
  5. zaman sekarang makin banyak aja bahasa gaul,semakin sini makin bertambah :D

    ReplyDelete
  6. Yang jedai sampek ada online shopnya segala loh. Huahahah.. :D

    Sama sih, Nuel. Aku pun rada-rada ngga ngeh sama beberapa kata zaman sekarang. Untungnya temenan sama anak muda, jadi tetep bisa ketjeh. Wkwkwk :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku, untung tinggal dekat Jakarta dan punya banyak temen yang katanya anak kekinian, hahaha....

      Delete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^