Wednesday, May 7, 2014

Empat Kisah Cinta Klasik Dalam ""Watashi ga Renai Dekinai Riyuu"



PERINGATAN: BUAT WOTA GARIS KERAS AKB48, DILARANG BACA! DIPERSILAKAN UNTUK SEGERA CLOSE TAB! =D




Gambar ini diadopsi dari www.troll.me


Kalau dipikir, meme di atas tersebut ada benarnya. Selama mengamati kecantikan member-member AKB48 dan juga sister-sister group lainnya, yah memang seperti itu. Walau tiap member punya fan sendiri-sendiri, ada baiknya para fan sadar. Yah sadar sesadar-sadarnya bahwa oshimen-nya itu tidak memiliki bakat -- setidaknya di dunia hiburan Jepang. Maaf lho yah.

Di 48 Group sendiri, yang benar-benar memiliki bakat itu, bisa dihitung pakai tangan. Kalau disuruh menyebutkan contohnya, Atsuko Maeda itu salah satu contohnya. Member yang akrab disapa Acchan itu memang terlahir sebagai superstar di dunia hiburan. Suara lumayan merdu, akting ciamik, pula tampang yang cukup good-looking. Tak heran memang selama di AKB48 dulu, dia berkali-kali menjadi centre untuk tiap klip.

Selain Acchan, masih ada Mayu Watanabe. Mayuyu juga hampir-hampir sama dengan Acchan. Punya potensi untuk menjadi superstar di dunia hiburan. Kelemahan Mayuyu hanya satu: dia kurang bisa berinteraksi dengan fannya sendiri. Kurang bisa memahami perasaan fannya. Buktinya, ia terbilang jarang memperbaharui halaman profil G+ miliknya. Akun twitter juga tak punya. Alamak! Padahal dia member generasi ketiga dan termasuk member dewa di 48 Group.

Contoh-contoh lainnya masih ada Haruna Kojima yang cukup berbakat jadi top model. Atau Rina Kawaei yang cocok jadi aktris komedi; itu karena pembawaannya yang humoris. Lalu masih ada Tomomi Kasai, Minami Takahashi, Erena Ono, serta Misaki Iwasa yang memiliki karakter suara enka. Masih ada pula Yuko Oshima.

Nah untuk Yuko Oshima ini, sebetulnya... maaf lho yah... ia kurang cocok menjadi seorang penyanyi. Suaranya tak begitu enak didengar; setidaknya itu menurutku. Justru kataku, bakat aktingnya jauh lebih menonjol ketimbang karakter vokalnya. Walau belum menunjukan hasil seperti Acchan, akting Yuko jelas tak bisa diremehkan. Maklum saja, Yuko Oshima itu dulunya seorang aktris cilik. Ini buktinya:



Yang kanan itu Yuko semasa kecil atau remaja. Omong-omong, foto ini diketemukan oleh seorang rekan sesama fan AKB48 yang masih bikin aku bertanya-tanya: "Darimanakah ia mendapatkan foto ini? Apakah ia seorang intel?" Hmm...



Kali pertama tahu soal kemampuan akting Yuko itu dari drama televisi yang sebetulnya bisa dibilang film kolosalnya 48 Group. "Majisuka Gakuen" dong maksudku. He-he-he. Dari drama televisi yang idenya nyentrik itu, kulihat-lihat Yuko itu cukup bagus aktingnya. Dan waktu pun berlalu. Hingga pada Maret lalu, kucoba mencari judul film atau drama lain yang melibatkan Yuko. Drama pertama yang kutemukan itu "Ando Lloyd". Nah di situ, Yuko tampak alami memerankan seorang perempuan yang kikuk. Tak terkesan kaku.

Lalu berlanjut di pencarian selanjutnya. Ketemulah drama televisi lainnya, "Watashi ga Renai Dekinai Riyuu". Di situ Yuko bermain bersama beberapa aktor-aktris jempolan Jepang seperti Kei Tanaka dan Karina. Lagi-lagi aktingnya cukup bagus di drama bertemakan romance tersebut. Mantap. Bisa diprediksikan, kalau terus berkarya di jalur akting, Yuko Oshima bisa menyamai prestasi Acchan: meraih penghargaan di dunia akting. Hanya tinggal menunggu waktu saja.

Eh omong-omong, ini sebetulnya tak sedang membahas AKB48, 48 Group, atau pun Yuko Oshima. Bukan itu yang sedang kubahas. Yang mau kubahas itu, yah "Watashi ga Renai Dekinai Riyuu" - atau dalam bahasa
Inggris, "The Reason Can't Find Out My Love". Itu yang mau kubahas. Maafkan atas intronya yang kepanjangan. Ho-ho-ho.






Drama televisi yang keluar pada 17 Oktober 2011 ini memang drama romance. Tentang kisah cinta empat orang perempuan yang tinggal bersama-sama di sebuah share-house. Mereka adalah Emi Fujii yang tomboy, Saki Ogura yang bitchy, Mako Hanzawa yang polos, serta Misuzu Shiraishi yang begitu mendambakan seorang anak di kehidupan pernikahannya yang telah berlangsung lumayan lama.



Gambar ini merupakan hasil capture dari dramanya.



Masing-masing dari mereka memiliki masalah asmaranya sendiri-sendiri. Emi memiliki masalah dengan sahabat sekaligus mantannya, Yu Hasegawa. Cewek yang diperankan oleh Karina ini sebetulnya masih memendam rasa ke Yu, tapi gengsi. Nah di saat Yu menjalin hubungan dengan seorang perempuan, Emi mengalami gejolak batin. Di luar sepengetahuan Emi, Yu juga memiliki perasaan yang sama. Yah walau sebetulnya Yu-lah yang memutuskan hubungan dengan alasan lebih baik jika mereka berdua menjadi sepasang sahabat.

Berikutnya, Saki Ogura. Cewek bitchy ini seorang penulis yang rada error pemikirannya. Bagaimana tidak, menurutnya, seks itu merupakan salah satu bukti keseriusan cinta. Karena pemikirannya itu, ia sempat disangka sebagai cewek murahan. Tapi pada akhirnya, Saki menyadari kekeliruannya.

Selanjutnya, Mako Hanzawa. Cewek polos yang bekerja di sebuah kantor ini tipe cewek polos dan berbicara apa adanya. Dengan lugunya, ia menceritakan ke kedua kakak kelasnya dulu -- Emi dan Saki -- bahwa dirinya masih perawan. Sudah pasti ia diledeki habis-habisan oleh Saki. Kenapa? Yah sebabnya seks di Jepang sudah begitu mendarah daging di kalangan remaja dan muda-mudinya. Dan dari kata-kata si Mako ini, aku sadar kalau mungkin drama ini memang berdasarkan kisah nyata. Digarap karena mengamati kehidupan sosial masyarakat Jepang, terlebih yang hidup di Tokyo. Makanya konflik di dalamnya terasa hidup sekali; pula dengan bahasanya.

Kembali ke soal Mako. Cewek ini memiliki masalah cinta yang bisa dibilang cukup rumit. Dia ini tengah suka sama seniornya di kantor. Mulanya hanya bertepuk sebelah tangan. Namun akhirnya perasaannya terbalas dengan mengorbankan keperawanan dan harga dirinya sebagai seorang wanita. Selain itu, selang beberapa lama menjalin hubungan, Mako mengalami masalah yang cukup pelik. Ia nyaris dipecat karena sesuatu hal yang berhubungan dengan kisah asmaranya dengan si senior yang gila seks tersebut.

Nah terakhir, Misuzu Shiraishi. Ia adalah seorang istri dari Takumi Shiraishi, seorang presiden dari perusahaan yang tengah menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan dimana Emi bekerja sebagai perempuan satu-satunya. Seperti yang sudah dibilang, Misuzu begitu mendambakan anak, tapi belum juga dikaruniai anak. Tanpa sepengetahuan dirinya juga, ternyata sang suami memiliki masalah dengan kandungan spermanya. Itulah yang bikin mereka sulit memiliki anak. Selain itu, ternyata sang suami ada main dengan temannya sendiri, yaitu Saki Ogura.

Begitulah sedikit cerita dari drama televisi yang disutradarai oleh Yusuke Ishii dan Machiki Namii ini. Memang drama ini sebetulnya klise. Beberapa ceritanya sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Yah itu soal cinta yang bertepuk sebelah tangan, cinta lama bersemi kembali, atau affair. Namun kedua sutradara -- serta para penulis naskahnya, Takako Yamazaki dan Riko Sakaguchi -- begitu lihai meracik cerita drama ini menjadi menarik untuk diikuti. Meski klise, berani jamin drama ini layak ditonton. Cukup banyak twist juga. Banyak juga pembelajaran soal cinta yang bisa kita comot dari drama ini. Pula tak menye-menye.

Pokoknya tak menyesal deh, kalian menonton drama yang satu ini. Tak sia-sia untuk menjadi hiburan kalian di waktu senggang. He-he-he.

RATE: 95 / 100









Genre: Romance
Sutradara: Yusuke Ishii dan Machiki Namii
Jumlah episode: 10
Pemain: Yuko Oshima, Karina, Kei Tanaka, Yuriko Yoshitaka, Izumi Inamori,.....