Wednesday, January 8, 2014

"Ghost Friends" yang Bikin Kita Jadi Campur Aduk


Hidup itu hanya sekali. Jadi lakukanlah segala sesuatu yang kita sukai dengan semaksimal mungkin. Sebisa mungkin hindarilah yang namanya penyesalan. Entah ini bersumber dari mana, banyak yang bilang penyesalan semasa hidup akan merembet ke kehidupan setelah kematian. Ada yang bilang, itu akan menghambat seorang arwah untuk melangkah ke dunia orang mati; sehingga orang itu akan melanglang buana di dunia orang hidup, setidaknya sampai urusannya selesai.









Nah drama Jepang, "Ghost Friends" juga bercerita tentang hal itu tersebut. Drama yang disutradarai oleh Tomochika Kasaura, Yoshiro Nagikawa, dan Eiji Tanaka itu menceritakan mengenai seorang gadis SMA bernama Asuka Kamiya (diperankan oleh Saki Fukuda) yang mendapatkan kemampuan spesial setelah mengalami sebuah musibah. Waktu itu, ia bersama kedua sahabatnya tengah berjalan-jalan. Bus yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah sedan. Asuka memang selamat. Tapi kedua temannya, Ayaka Ono (Nana Katase) dan Miku Aoyama (Ayame Misaki), tewas. Setelah kejadian itulah, ia jadi bisa melihat hantu. Yah hantu - arwah seseorang yang sudah meninggal. Dan hantu yang kali pertama dilihat itu ialah hantu Ayaka dan Miku.

Maka dimulai kehidupan baru Asuka, seorang gadis yang bermimpi masuk sekolah seni dan membuka pameran lukisannya sendiri. Kemampuannya melihat hantu itu sungguh menjadi sebuah magnet yang menarik para hantu untuk menghampirinya. Mereka datang padanya untuk membantu memecahkan masalah. Dari sini, Asuka sadar. Hantu juga seperti manusia. Punya masalah juga - dan masalah itu ialah urusan tertunda yang membuat para hantu itu harus berada di dunia manusia. Di tengah kesibukan membantu memecahkan masalah banyak hantu yang dijumpai, ia berjumpa dengan seorang pemuda. Namanya Kaito Hayami (Takahiro Nishijima).

Awalnya Asuka kira  Kaito ini sama seperti dirinya - bisa melihat hantu. Tapi dugaannya keliru. Kaito ternyata bukan manusia. Ia hantu yang diberikan raga untuk menyeret pacarnya pergi bersamanya menuju dunia para hantu. Faktanya juga, Kaito dan pacarnya, Misora Hongo (Noriko Iriyama), itu merupakan penumpang dalam mobil sedan yang menyebabkan Asuka dan kedua temannya itu mengalami musibah. Setelah dijemput semacam malaikat penjemput nyawa, Misora kabur meninggalkan Kaito. Cewek itu sungguh menyusahkan dirinya yang mendapatkan mandat untuk segera menyelesaikan urusannya tersebut.

Misora ini sendiri sungguh menyebalkan. Hantu perempuan berambut panjang itu selalu hidup berpindah-pindah. Berpindah-pindah dari satu raga ke raga lain. Yah rupanya Misora tahu soal bagaimana merasuki tubuh manusia. Dan karena hobinya itu, beberapa manusia yang jadi 'korban' itu benar-benar direpotkan. Saat dirasuki, energi si manusia yang bersangkutan jadi tersedot; dan saat sadar, mereka jadi linglung. Misora sendiri melakukan itu untuk satu tujuan. Ia ingin membuktikan kesungguhan cinta Kaito padanya. Saat sudah menjadi hantu, Misora menyadari satu hal: Kaitu begitu mengejar-ngejar dirinya. Itu merupakan sesuatu yang tak pernah dilakukan Kaito saat masih hidup. Makanya hantu perempuan itu begitu menikmati hobi barunya itu.

Walaupun sudah tahu perasaan sesungguhnya Kaito, aksi Misora itu sebuah kesalahan fatal. Hal itu menyebabkan Kaito jadi hidup berdekatan dengan Asuka. Asuka sendiri dengan sukarela membantu Kaito agar bisa segera rujuk dengan Misora. Karena sering bertemu itulah, gesekan mulai terjadi. Timbul cinta di antara Asuka dan Kaito. Awalnya Asuka dulu yang jatuh cinta. Namun perlahan Kaito juga mulai menyukai Asuka. Fakta itu membuat Misora jengkel dan melakukan aksi gila. Hantu perempuan itu menyuruh beberapa hantu untuk menculik Asuka. Sudah tentu Kaito pasti akan berusaha menyelamatkan Asuka. Di saat seperti itulah, semuanya jelas. Jelas sudah mengapa Kaito mengajak Misora jalan-jalan ke gunung. Ternyata Kaito mengidap kanker dan usianya tak lama lagi; pemuda itu ingin bisa melupakan soal kankernya itu. Asuka juga tahu bahwa kemampuannya melihat hantu itu sudah dibaca oleh neneknya, sewaktu ia masih seorang bocah.

Drama yang berjumlah episode sebanyak sepuluh ini sungguh luar biasa. Saat menontonnya, berani jamin perasaan kalian akan campur aduk. Kadang tertawa, kadang menangis, kadang tersentuh, kadang juga bikin termenung. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari drama ini. Seperti pelajaran bahwa di dunia ini terdapat jenis orang yang suka memanfaatkan dan mempermainkan orang lain. Hal tersebut tersirat dari aksi Misora yang merasuki tubuh beberapa manusia. Juga mengajarkan pada kita bahwa sesuatu yang bernilai sepele terkadang malah bernilai tinggi di mata orang lain. Sama seperti teman dari Asuka yang bernama Nao Shibata. Dari semua harta benda yang ditinggalkan oleh ibunya yang meninggalkannya waktu ia masih berusia lima tahun, Nao hanya memilih sebuah pot bunga tua. Ia memilih itu karena kenangan yang ada di dalamnya. Karena pot itulah, Nao tak benar-benar membenci ibunya yang seorang desainer dan meninggal karena kelelahan bekerja.

Hmm, drama yang keluar pada 2 April 2009 ini merupakan drama yang amat sangat direkomendasikan. Soal akting, tak perlu ditanyakan. Begitu pula dengan sisi sinematografisnya. Rasa-rasanya, drama ini nyaris tak ada kelemahan. Paling kalau dipaksa harus menyebutkan kekurangannya, masih ada beberapa ceritanya yang sedikit membingungkan. Tapi, overall, drama ini sungguh layak kalian tonton. Drama ini sungguh mengajarkan pada kita untuk sebisa mungkin jangan terjebak dalam sebuah penyesalan. Lakukanlah apa yang harus kita lakukan. Dan para sineasnya sungguh cerdas mengemasnya dalam kemasan komedi, sehingga jadi tak terkesan menggurui.



RATE 99,5

Genre: Komedi, Fantasi, Romance
Sutradara: Tomochika Kasaura, Yoshiro Nagikawa, dan Eiji Tanaka
Pemain: Saki Fukuda, Takahiro Nishijima, Noriko Iriyama,.....
Jumlah episode: 10 

* Sumber gambar: hasil capture