Tuesday, December 3, 2013

ANOTHER FICTION: Pesta yang Semu


Cerita ini bersumber dari 8Share Indonesia.





Bingung sama maksud komiknya? Kurang lebih beginilah ceritanya - dan ini versiku lho yah. :D



Ah, hari ini hari ulang tahunku. Coba cek akun Facebook-ku dulu ah. Sudah berapa banyak yah, yang kirim ucapan? Hmmm...  Wow, seratus tujuh puluh notifikasinya. Seratus enam puluh delapan kasih aku ucapan selamat ulang tahun. Kebanyakan aku tak mengenal mereka. Kalau pun kenal, aku nggak begitu akrab juga. Ada sih yang kenal dan lumayan akrab yang memberikanku ucapan selamat. Tapi tak sampai puluhan. Hanya beberapa. Eh sebentar, kok nggak ada ucapan selamat dari teman-teman kantor yah? Padahal seingatku, aku sudah meng-add atau meng-confirm beberapa di antara mereka. Eh tapi mungkin mereka lebih suka menyelamatiku langsung.

Hah....

Dari pagi hingga sore. Dari bilik kerjaku hingga pantry kantor. Hingga ke toilet pun. Tak ada satupun memberikan ucapan. Tersenyum atau nyengir sebagai kode pun tidak. Sampai waktu pulang kerja, mereka berlaku seolah-olah aku tidak berulangtahun hari ini. Apa mereka lupa? Tega sekali. Ah, sudahlah. Coba berpikir positif saja. Mungkin mereka mau kasih aku surprise. Siapa tahu mereka sedang bergegas ke apartemenku, lalu bersama-sama keluargaku - sedang bikin pesta kejutan. Lebih baik aku cepat pulang deh.

Ah, mungkin aku terlalu berharap lebih. Sewaktu kubuka pintu apartemen - bahkan pintu kamar, tak ada siapa-siapa. Kosong melompom. Yang kuharapkan, sama sekali tak terjadi. Baru kali ini, aku merasa ulang tahunku ini terasa tak bermakna. Kosong. Sungguh kosong. Tak ada sahabat, teman, rekan kerja, sanak saudara, hingga keluarga dekatku pun tidak. Ya sudah-lah, kurayakan sendiri saja dengan segelas mi instan, sekaleng soft drink, dan beberapa batang rokok. Kalau masih kurang, aku bisa membeli mi tek-tek. Pokoknya jangan sampai hari spesial ini berlalu dan menjadi tak bermakna sama sekali. Oh iya, aku bertekad satu hal: sudah cukup kuberitahukan tanggal lahirku di Facebook. Lain kali ku-hidden saja. Tak ada gunanya membaca banyak ucapan di dunia maya, tapi sama sekali tak mendapat respek di dunia nyata. Kalau mereka memang sahabatku, pasti mereka akan tahu hari ulang tahunku.





"Saat kita berulangtahun, itu adalah saat dimana 'teman-teman' kita menunjukan respeknya dengan membanjiri ucapan-ucapan selamat yang cenderung klise dan penuh dengan basa basi belaka. Setelah itu lewat, hari-hari berjalan seperti biasa lagi. Hari-hari bak seorang raja atau selebritas telah berlalu." - @NuelLubis





PS: Jujur, komiknya itu ada benarnya. Aku sudah pernah mengalami waktu ulang tahun Mei kemarin. Sengaja ku-hidden, dan hanya kasih kode lewat status. Dan.... selain keluarga dekat, cuma dua orang yang tahu aku ulang tahun hari itu.

22 comments:

  1. yg penting kadonya dong daripada ucapannya hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak, bener banget... Tahu banget dah... :D

      Delete
  2. aku juga tahun ini menghiden tgl lahir di fb, hanya orang2 yang betul mengenalku aja yang akan ingat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Bu... Hanya yang benar2 dekat aja, yang tahu. Plus agak rawan juga kasih tahu tanggal lahir itu.

      Delete
  3. pesta yang semu dan pastinya sangat mengasyikkan ya mas :)

    luar biasa posting nya :)

    ReplyDelete
  4. haha.. mau nyobain juga ahh hidden tgl lahir di FB :D

    ReplyDelete
  5. ceritanya gini :
    pas aku ulang tahun, aku buka Fb, biasalah anak gawul geto loch
    tibakno kok ada 170 notif? edan, siapa yang bales satu-satu
    aku jadi malas facebookan lagi deh
    terus ada dua temen kantorku, satunya brewokan satunya bersih dari jenggot, bilang "eh happy bday yo, jok lupa traktirannya". Lha aku gak punya duit sob, makanya aku pulang diam-diam.
    Sebelum aku buka pintu apartemen, aku mbayangin temenku ngadain pesta gila-gilaan di rumah, wah kalau aku lagi yang bayar tagihannya
    untungnya itu semua gak terjadi hehehe. Yasudah deh, aku makan pop mie dulu aja, itung-itung mi panjang umur, minumnya sekaleng Kuku Bima Energi, kan katanya (Alm.) Mbah Maridjan biar Roso :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... Buntut2nya malah ngiklan... Hahaha... Tapi bolehlah cerita versinya... Ada bakat sampeyan jadi penulis juga. :D

      Delete
  6. hehe... bagi kami (saya dan keluarga) hari lahir tidak selalu diperingati dan tidak di-spesialkan, yg utama tiap hari kami bisa terus berbagi cerita, berbagi kasih sayang lewat ucapan maupun tindakan. itu sudah cukup. postingan yang menyentuh, salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku akhir2 ini juga mikirnya kayak gitu. Hehehe

      Delete
  7. kalau aku sih yang inget memang cuma keluarga, ya sama ditambah beberapa teman dekat deh. tapi memang sengaja bilang2, "aku ultah lhoooo", supaya dapat kado, hahahahaha :D :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Mbak Indi bisa manja juga toh ternyata.... LOL

      Delete
  8. haha ... aku sudah lama menghidden hari ulang tahunku
    dulu, aku selalu bekukan akun Facebook-ku seminggu sebelum hari ulang tahunku
    tapi nyatanya tidak ada yang sadar :D

    itu biasa nuel, itu semua hanya klise, ya bener2 klise

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantes, aku nggak pernah tau kapan kamu ulang tahun. Nggak pernah merasa kasih kamu ucapan deh. LOL

      Delete
  9. Emang temen-temen deket paling ahli yg namanya ngasih yg kejutan spesial.

    ReplyDelete
  10. Hmmm... jadi ingat, sebentar lagi aku ultah :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggal berapa sih ulang tahunnya? :P

      Delete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^