Thursday, August 29, 2013

[FF] Oh Ternyata Aku Baru Saja Mengalaminya....


Ada yang aneh dengan talk show "Hijau Biru" (Tak ada talk show dengan nama ini di Indonesia) ini. Setidaknya menurutku. Bukan host-nya yang aneh, maupun temanya. Juga bukan karena bintang tamunya. Hari ini talk show tersebut mengundang aktor dari negeri Sakura. Namanya Shinji Takahashi (Ini nama palsu. Jangan di-googling). Aktor kawakan ini sering main di beberapa tokusatsu dan aku suka dengan aktingnya. Jadi tak ada yang aneh sebetulnya.

Yang aneh itu.... aku merasa pernah menonton episode talk show ini. Jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi sepertinya tak mungkin. Talk show ini kan live, bukan tapping. Rasa-rasanya mana mungkin bisa menontonnya lebih dahulu dari segenap rakyat Indonesia. Beda rasanya kalau bukan lewat mimpi. Ah, itu dia. Aku pernah melihatnya di mimpiku.

"Hey!" tegur sepupuku, Ronnie yang berkacamata dan berbelah pantat model rambutnya. "Serius amat nontoninnya?!" Ia nyengir saat melihat  beberapa kerutan di dahiku.

Aku tersenyum kecil. "Nggak, cuma gue merasa pernah nonton aja episode ini," tunjukku ke layar televisi plasma. Oh yah, siang ini hanya ada aku, dan sepupuku di rumah. Si Ronnie ini sendiri sedang berlibur karena sekarang bulan Juli - liburan anak kuliahan.

"Serius lu?" tanyanya dengan ekspresi setengah percaya, setengah tidak. Mungkin ada sebersit rasa percaya dalam dirinya, waktu melihat aku yang tak tampak seperti orang mengigau atau melawak.

Aku mengangguk. "Asal lu tahu aja, ini kayak deja vu. Karena sebelumnya, gue pernah nonton ini sebelumnya di alam mimpi. Kurang lebih dua minggu gue mimpiin talk show. Dan anehnya, gue merasa itu nyata banget. Gue inget banget, kok, kejadian di talk show ini sama persis dengan di mimpi gue. Gue serasa ada di alam mimpi."

Ronnie sedikit terperangah.

"Lu percaya kan sama gue?" Aku berharap jawabannya iya, apalagi sepupuku ini begitu menyukai hal klenik.

"Mungkin lu baru ngalamin yang namanya lucid dream,"



"Apaan tuh?"

"Lucid dream itu mimpi dimana kita bisa mengontrol mimpi kita sendiri. Dan dari cerita lu itu, mungkin ini lucid dream yang nggak disengaja. Lu belum pernah, kan, ngalamin sebelumnya?"

Aku menggeleng.

"Dan bedanya sama mimpi biasa, di lucid dream, kita jadi aktor sekaligus sutradaranya."

Aku masih menatap bola mata Ronnie.

"Ada tiga kategori lucid dream. Pemula, yaitu kita bisa berjalan menembus tembok, menggambar di langit, terbang di angkasa, atau menjelajah dunia mimpi. Tahap menengah itu kita bisa bertemu sosok yang di dunia nyata mustahil kita temui, seperti celebrity. Dan terakhir, tahap ahli, dimana kita juga bisa merasakan kehidupan setelah kematian. Konon, yang gue baca di majalah mistis, lucid dream itu permulaan untuk melakukan astral project. Lu tahu, kan, apa itu astral project?"



Aku mengangguk. "Gue.... malah...." Agak terbata-bata mengucapkannya. "....pernah melakukan astral project.... Gue serius, nggak bohong."

Mata Ronnie terbelalak. "Sumpeh lo?"

Aku mengangguk lagi.

Tampak Ronnie mulai bergidik menatapku.




PS: Cerita ini berdasarkan pengalaman nyataku mengalami lucid dream.

6 comments:

  1. kalo yang mimpi tapi bukan kayak mimpi yang tubuh kita gak bisa di gerakkin sama sekali tapi kayak ngeliat sosok item gede di depan mata itu di sebutnya mimpi apa ya?

    ReplyDelete
  2. mungkin efek tubuh yg capek aja mas...
    saya juga pernah mengalaminya apalagi kalo tidur pas mau magrib.....
    :)

    ReplyDelete
  3. Baru tau ada yg namanya lucid dream.

    Saya pernah mengalami hal seperti itu rasanya aneh karena situasi rasanya pernah terjadi sama persis.

    ReplyDelete
  4. Mimpi hanya lah bunga tidur,namun mimpi yang paling menakutkan adalah mimpi ketemu sama orang yang telah meninggal

    ReplyDelete
  5. Mimpi hanya lah bunga tidur,namun mimpi yang paling menakutkan adalah mimpi ketemu sama orang yang telah meninggal

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^