Monday, July 29, 2013

Okay, i'm totally wrong about Korea film


Selama ini, bagiku, film-film Korea itu cengeng. Drama banget. Melulu soal cinta. Dari mulai Sassy Girl Chun Hyang, Endless Love, hingga Boys Before Flower. Tapi ternyata aku salaaaaaah.....

Apalagi setelah stasiun televisi Net muncul. Iya, Net. Ada stasiun televisi baru di dunia pertelevisian tanah air kita. Launching-nya baru akhir Mei lalu. Dan puji Tuhan, acaranya bagus-bagus. Khususnya tiap sabtu-minggu - jam delapan malam, Net, hingga sekarang ini, rutin menayangkan film-film Korea dan semuanya menepis anggapanku selama ini soal film-film Korea. Benar juga yang dibilang Huda Tula waktu itu: "Banyak orang yang tidak tertarik nonton film Korea karena film-film Korea sering diidentikkan dengan film drama romantis yang cengeng (klise pulak). Kenyataannya banyak sekali film Korea yang benar-benar bagus dan steril dari klise." Dan berikut ini segelintir film-film Korea lainnya yang tak klise:




1. Hello Ghost


Film yang disutradarai oleh Kim Young Tak ini menceritakan mengenai seorang pemuda bernama Sang-Man yang sudah frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya. Namun gagal, karena diselamatkan oleh empat hantu. Awalnya hantu-hantu itu terus menghantuinya dengan dalih punya urusan yang tertunda. Memang benar sih, karena urusan tertundanya itu yah Sang-Man sendiri. Dirinya kelak baru sadar, hantu-hantu itu ialah keluarganya sendiri yang sudah lama meninggal karena kecelakaan mobil. Oleh seorang suster bernama Jung Yun Soo, dia tahu kalau syok berat bisa menimbulkan dampak amnesia. Itulah penyebab dia melupakan masa lalunya. Dan sampai dia menikah dengan si suster pun, cowok itu masih tetap berhubungan dengan arwah-arwah keluarganya. Anaknya nanti juga bisa melihat arwah seperti dirinya.

Secara sinematografi, alur, dan akting, Hello Ghost ini cukup digarap dengan baik. Cara sutradara Kim membikin adegan dimana Sang Man seolah kerasukan juga keren sekali. Akting Cha Tae Yun yang jadi Sang-Man juga lumayan ciamik, khususnya saat dirinya kerasukan arwah-arwah keluarganya.







2. Glove

Kang Woo-suk cukup sukses bikin Glove ini, yang menceritakan soal kehidupan tim bisbol tuna rungu yang sehari-hari bersekolah di sebuah SLB tingkat SMA di Korea Selatan sana. Apalagi di akhir cerita, dikatakan film ini memang berdasarkan kisah nyata. Beberapa tokoh tuna rungunya itu juga terlihat alami dan tak terkesan dieksploitasi. Khususnya lagi, Jung Jae-young yang menjadi Kim Sang-nam - pelatih tim bisbol tunarungu tersebut.

Diceritakan, Kim Sang-nam awalnya merupakan atlet bisbol profesional yang sehari-hari berlaga di sebuah klub bisbol. Hanya saja, dia punya perangai buruk. Suka minum-minum dan emosional. Itulah yang mendorongnya jadi pelatih tim bisbol sebuah SLB tingkat SMA. Awalnya, itu semata-mata dilakukannya untuk penebusan dosanya karena suatu insiden. Namun lama-kelamaan, dirinya jadi semakin menyukai kehidupan barunya, apalagi setelah bertemu salah seorang pemain yang jadi tuli karena bisbol.





3. Little Black Dress

Sang sutradara, Kim Jung-Hwan, cukup sukses bikin sebuah film bertema persahabatan. Awal kisah bermula pada saat empat orang sahabat lulus bersamaan dari sebuah universitas jurusan perfilman. Masing-masing dari mereka menekuni profesi yang berbeda-beda dan hanya satu yang menekuni pekerjaan sesuai jurusan yang diambil. Mereka awalnya bersahabat, namun malah jadi cekcok karena masalah berikut ini:

Yoo-Min yang diperankan oleh Yoon Eun-Hye ini awalnya tak tahu mau kerja apa, sampai akhirnya malah menerima pekerjaan sebagai asisten dari seorang penulis top (Ada yah pekerjaan jadi asisten penulis? Pengin deh). Awalnya juga, sebelum melamar pekerjaan tersebut, dia sempat jadi baby-sitter. Saat jadi asisten penulis, ia sempat agak muak dengan bosnya yang super-duper menyebalkan. Apalagi perlakuan si bos pada rekan kerjanya yang merupakan tangan kanan si bos. Rekan kerjanya itu juga teman sealmamaternya. Dan ibunya jadi kesal dengannya yang jadi asisten penulis dan mulai membandingkannya dengan Hye-Ji yang diperankan oleh Park Han-Byul; temannya ini anak orang kaya yang pongah. Awalnya menolak untuk mencari kerja. Karena baginya, mencari kerja itu hanya cocok untuk orang susah. Eh nyatanya dia malah bekerja jadi artis dan bikin iri kawan-kawannya. Dialah ini juga yang menjadi sumber konfilik dalam persahabatannya dengan ketiga orang sahabatnya. Kawan-kawannya iri dengannya; hanya dengan bermodal tampang, bisa jadi model, aktris, dan bintang iklan. Nah dia ini dicemburui oleh Soo-Jin (Cha Ye-Ryeon) yang selalu gagal casting. Harusnya Soo-Jin sadar diri. Secara wajah saja sudah kalah cantik. Di luar itu, ada juga Min-Hee yang diperankan Yoo In-Na. Cewek yang genit ini punya orangtua kaya, tapi sudah bercerai. Ia ingin kuliah di luar negeri, tapi bahasa Inggris-nya pas-pasan. Makanya dia ikut kursus dan bakal bertemu dengan cowok-Korea-sok-bule yang ngomongnya Inggris melulu.

Mereka nanti sempat cekcok, tak saling kontak, walau nanti juga bakal bersahabat lagi karena kematian salah satu almamater yang rupanya cukup akrab dengan mereka berempat. Menarik sekali melihat jalannya persahabatan itu.






4. Penny Pinchers

Film besutan Kim Jung-Hwan ini memang film romance. Hanya saja cara mengemasnya berbeda dengan kebanyakan film romance lainnya. Film ini menceritakan mengenai Ji Woong ((Song Joong-Ki), seorang pengangguran yang sulit mencari kerja. Tiap kali ditanya soal pekerjaannya, ia selalu berbohong  dan berkata sedang melamar pekerjaan. Hingga akhirnya, ia pun harus diusir dari apartemen - karena menunggak - dan bertemu dengan perempuan kaya yang aneh bernama Hong Sil (Han Ye Seul). Perempuan ini menawarinya cara mendapatkan uang dengan mudah: ia akan membayar Ji Wong sekitar 6.000 USD, asalkan cowok pecicilan itu mau menuruti segala yang diperintahkannya. Selanjutnya, karena Ji Woong tidak memiliki tempat tinggal, ia pun tinggal di dalam tenda yang berada di halaman perempuan aneh tersebut. Kemudian dia sadar, perempuan ini punya masalah serius. Ibu Hong sudah meninggal dan ayahnya seorang penjudi.Dan lambat laun, timbul-lah cinta di antara Ji-Woong dan Hong. Demi Hong, Ji-Woong rela menjual skuter kesayangannya yang antik.




5. Harmony


Sudah pernah dibahas di postingan ini. Hehehe.



Wah, wah, wah, ternyata banyak juga yah film-film Korea yang bagus; walau masih kalah bagus dari film-film Jepang. Hehehe. Sepertinya tiap sabtu-minggu jam delapan malam harus mantengin Net nih. Yah buat nonton film-film Korea lainnya. :D

6 comments:

  1. Wekekek jadi lo penggemar Film Korea sama Jepang el?

    ReplyDelete
  2. saya gak suka sama sekali film korea model drama, tapi NET itu bikin penasaran, soalnya di tiviku nggak ada

    ReplyDelete
  3. Wah suka k-cinema NET juga.
    Glove sama Hello Ghost yg kemarin emang manis.

    ReplyDelete
  4. Waaaah, keren-keren ya ternyata....

    Yang kedua kayaknya bagus banget tuh.

    Saya juga menganggap film-film Korea cengeng gitu, belum tau kalau ternyata banyak juga yang seru, hehe....

    ReplyDelete
  5. ntu dieee....... kayaknya ini dia jawaban dari jugde org2 yg blg drakor itu cengeng2. padahal aku suka film2 korea..

    ReplyDelete
  6. aq malah lagi mantengin serial My Girlfriend is Gumiho...
    keren banget...
    sempet bikin nangis..
    hahhaaaa....
    aktingnya keren dan disuguhi bagaimna karakter perempuan yang polos dan apa adanya....
    :)

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^