Thursday, May 10, 2012

SKENARIO: Bocah yang malang



Serial Sketsa – Trans TV
BOCAH YANG MALANG
Sinopsis:

Sekelompok penculik berhasil menculik anak yang mereka duga adalah anak orang kaya. Perawakan anak yang mereka duga tersebut ialah bertubuh gempal, berkulit putih bersih dan berpakaian yang begitu sopannya.

Anak yang mengaku bernama Eksak itu, mereka culik langsung di sekolahnya. Pada waktu itu Eksak baru saja pulang sekolah. Dengan aksi tipu-tipunya – karena mengaku merupakan kerabat dari ayahnya – mereka berhasil membujuk bocah tersebut untuk masuk ke dalam mobil Kijang mereka. Lalu bukannya membawa si Eksak ke rumahnya, mereka berlima membawa bocah tersebut menuju sebuah rumah kontrakan yang merupakan tempat tinggal mereka semua.

Saat hari sudah malam, mereka memaksa si Eksak untuk memberitahukan nomor telepon rumahnya. Dan mereka segera menelepon keluarganya, hingga mereka cukup dikejutkan oleh suatu fakta. Fakta tersebut ialah… Rupanya keluarga tersebut amat bersyukur si Eksak diculik.

OPENING TEASER

#1.  INT. RUANG TAMU – RUMAH KONTRAKAN (MALAM)

Salah satu dari penculik tersebut kemudian menelepon keluarga anak tersebut.

     PENCULIK 1
     Halo… Apa benar ini rumahnya Bapak Nuel, ayah dari Eksak?
     IBU (vo)
     Yah, benar… Ini siapa yah?
     PENCULIK 1
Kami adalah penculik. Anak ibu telah kami culik tadi siang sepulang sekolah. Kalau mau anak ibu selamat, serahkan uang 100 juta di tempat yang kami suruh. Dan terakhir, jangan coba-coba lapoor polisi… (jeda) Mengerti?

     IBU (vo)
      Ini bener penculik?
     PENCULIK 1
     (mulai kesal)
     Ya iya, dodol ! Emang lu kira siapa ?
     IBU (vo)
Oh.... Ya udah... Situ culik aja. Lagian bukan anak saya ini kok. Anak pungut. Dia udah lama pengen saya buang abis makannya banyak banget. Cuman entah kenapa saya kok enggak tegaan gitu yah? Makasi banget nih mas penculik. Jadi gak enak ati saya. Untung aja mas penculik mau ngeculik dia. Terserah deh itu anak mau mas apain.

CLOSING TEASER

#2   INT. RUANG TAMU – RUMAH MEWAH (MALAM)

Seorang ibu gendut yang berusia sekitar 40 tahun menjauhkan sebentar gagang teleponnya. Ia lalu berteriak lumayan kencang kepada suaminya yang berkumis tebal.

     IBU
     (teriak cukup kencang)
     PAK ! SI EKSAK DICULIK PAK !
     BAPAK
     Wah asik dong ! Hore !

Terdengar suara nut, nut, nut dari arah gagang telepon yang dipegang ibu tersebut.

THE END

PS: Kemarin aku baru saja membaca buku tentang cara membuat skenario. Sehingga aku jadi tertarik untuk membuatnya juga. Iseng-iseng aku membuat skenario buat suatu acara komedi. Dari ceritaku yang ini, aku kembangkan menjadi sebuah skenario. 

Berharap juga ada pihak dari production house atau stasiun TV yang baca skenarioku ini. Hehehe. Eh kalau ada yang punya kenalan orang-orang sana, mohon yah direkomendasikan. Hehehe.... ^^