Tuesday, May 15, 2012

(Mungkinkah) Nama tak ada artinya (?)


Aku suka banget sama Willyam Shakespeare. Dia itu sastrawan tercerdas yang pernah ada. Yah setidaknya menurutku. Karyanya dia yang Romeo and Juliet bisa dibilang yang terbaik dari segala karyanya. Banyak banget film, FTV, sinetron yang meniru ceritanya, khususnya di Indonesia. Alhasil banyak ditemui plesetan nama Romeo dan Juliet.

Romeo banyak diplesetkan menjadi Romi, Roro (Roro Jonggrang kaleee!!!), Meo (Meong kali aaah!!!), Ome, hingga jadi Rojali. Nggak tahu kenapa Romeo kok bisa jadi kebetawi-betawian yah? Apakah si Romeo dulu migrasi ke Jakarta yah? Entahlah.

Begitupun juga dengan Juliet. Nama Juliet sering diplesetkan menjadi Juli, Juleha, Juju, Jule, hingga Eet. Kalau yang terakhir itu karanganku sendiri. Huehehe.

Bicara soal Willyam Shakespeare, ada satu hal yang tak kusuka dari beliau. Bukan, bukan karena nggak pernah mandi. Tapi tuh slogan atau jargon pamungkasnya dia: 'Apalah arti sebuah nama?' Sumpah aku nggak setuju banget. Karena menurutku nama itu ada artinya. Toh orangtua ngasih nama anaknya pasti ada maknanya kan? Ya kan?

Lihat saja banyak orang yang punya nama keren-keren dan mengadopsi nama-nama orang ternama jaman dahulu. Ada yang dikasih nama Thomas gara-gara dia lahir pas Piala Thomas berlangsung. Papanya berharap dia jadi pebulutangkis, walau nyatanya dia hanya seorang penjaga konter pulsa.

Ada juga yang ngasih nama anaknya Diego karena waktu anaknya lahir bertepatan saat Diego Maradona memberikan Napoli gelar scudetto. Babehnya berharap si Diego itu bisa jago main bola kayak Maradona. Eh faktanya, jangankan gocek bola, nendang bola aja nggak becus.

Terus masih banyak orang-orang kayak gitu. Orang-orang yang punya nama keren-keren karena orangtuanya yang terlalu berharap. Ekspetasinya terlalu tinggi. Kasih nama anaknya Ronald Reagan dan berharap anaknya bisa jadi presiden Amerika. Eh tahunya, jadi RT pun tak sanggup.

Selanjutnya ada pula kebiasaan orangtua yang ngasih nama anaknya Cantik, Ayu, Pretty, Jelita, Beauty, hingga Indah. Biasanya itu berlaku buat anak perempuan. Kan nggak mungkin anak laki-laki namanya kayak begitu. Bisa di-bully sampai tua dia. Hehehe.

Nah aku sering heran dengan kebiasaan yang satu itu. Apa sih dasar mereka memberikan nama anaknya seperti itu? Apa dulu karena waktu lahirnya terlihat ayu, makanya dikasih nama Ayu? Walau nyatanya wajahnya dia jauh banget dari kesan ayu. Atau karena ekspetasi orangtuanya yang kelewat tinggi, sehingga berharap si anak bisa ayu wajahnya kelak. Yah syukur-syukur bisa secantik Ayu Azhari.


Oh yah, ngomong-ngomong ada nggak yah anak laki-laki yang nama di aktanya itu Ganteng atau Tampan atau Handsome? Aku penasaran. Cewek aja banyak, masak cowok nggak ada yang namanya seperti itu? Kayaknya seru juga kalau nanti anakku yang cowok, kuberikan nama Ganteng. Hahaha.

Selain pemberian nama anak karena ekspetasi orangtuanya yang patut dipertanyakan lebih lanjut, aku juga heran sama kebiasaan orangtua kasih nama anaknya berdasarkan nama benda-benda angkasa. Contohnya ada yang ngasih nama anaknya Bintang, Bulan, Matahari, Venus, hingga Pluto. Opsi terakhir itu sungguh malang buat si anak. Dirinya disamakan dengan anjingnya Miki Tikus.Ckckck. Kira-kira nama panggilan apa yah yang cocok buat si Pluto ini? Plu-Plu, Toto, Lulu atau O'on ?

Apa pula motif mereka kasih nama seperti itu? Apa berharap suatu saat anaknya bisa ke Bulan, Bintang, Venus, atau Matahari. Opsi terakhir, ekstrem banget. Atau berharap anaknya bisa menjadi penerang dunia bagaikan matahari atau bintang? Lagi-lagi high expectation.

Selain itu ada pula orangtua yang kasih nama yang aneh buat anaknya. Aku pernah dengar kalau ada orang namanya Komputer. Entah apa yang di benak orangtuanya, bisa punya ide sebrilian itu? Sekalian saja kasih nama anaknya Piring, Garpu, atau Kakus. Nggak usah tanggung-tanggung gitu.

Lebih anehnya lagi, nama anaknya Anto Hoed dan Melly Goeslaw. Mereka kasih nama anaknya itu Anakku Lelaki Hoed. Sumpah itu nama teraneh yang pernah kudengar. Kenapa nggak sekalian bikin nama buat anaknya itu kayak gini: Berharap Anakku Ganteng Dan Seganteng Nicholas Saputra.  Gimana yah kalau ada anak yang di aktenya tertulis seperti itu namanya? Kira-kira apa yah panggilannya? Berha, Ganteng, Dan, Anak, atau Nicholas? Anyone knows?



Jadi kesimpulannya, jargonnya Willyam Shakespeare itu salah. Nama itu ada artinya. Tiap orang memberikan nama ke anaknya atau ke sesuatu pastilah ada artinya. There's a hope behind a name.

Syalalala... Masak bodoh !
Yang penting gue udah jadi terkenal ! Weee....



* Sumber gambar bisa dilihat dengan cara mengklik kanan gambar yang bersangkutan