Friday, May 25, 2012

(Mungkin) Senangnya melihat pemain Inter dari dekat


Aku akui aku memang nggak bisa main bola. Berolahraga itu merupakan salah satu kelemahanku. Olahraga yang paling aku bisa cuma dua. Bersepeda dan Senam Kesegaran Jasmani. Untuk urusan lari, aku kalah cepat sama anak kecil yang lagi lari. Memalukan? Emang. :D

Meskipun lemah dalam berolahraga, sah-sah saja dong kalau aku jadi suporter bola. Kan jadi suporter bola, kita nggak perlu harus bisa main bola. Memang kalau kita suka sama penyanyi seperti Agnes Monica, lantas harus bisa nyanyi juga? Terus kalau suka sama aktor yang namanya Iko Uwais, harus bisa acting juga? Nggak kan. Makanya kubilang kan sah-sah saja kalau aku merupakan suporter sebuah klub sepakbola ternama, Inter Milan. Gawat kalau kalian sampai punya pemikiran seperti itu. Berarti yang suka sama Dwayne "The Rock" Johnson, mereka harus jago gulat juga dong? :P

Oh yah, aku nggak hanya jadi Internisti saja. Aku juga pendukungnya Real Madrid dan Chelsea. Kalau Inter Milan, aku mulai jadi pendukungnya, karena Luiz Ronaldo (Pemain asal Brazil yang bawa Brazil jadi juara Piala Dunia tahun 2002 silam) yang merupakan pemain idolaku pernah main di sana. Alhasil aku jadi suka klubnya juga. Apalagi Inter Milan sukses meraih treble alias tiga gelar di musim 2009-2010. Inter sukses meraih scudetto, Liga Champion, dan Copa Italia. Klub Italia pertama yang meraih treble dan satu-satunya klub Italia yang belum pernah degradasi.

Terus selanjutnya waktu bRonaldo pindah ke El Real, maka jadilah aku penggemarnya El Real juga. Tapi itu cuman berhenti di El Real, karena aku bukan Milanisti waktu dia pindah ke Milan. Aneh saja kalau mendukung dua klub sekota yang sama-sama main di satu negara. Hehehe. Lalu klub terakhir, Chelsea, aku suka karena dulu keranjingan main game Chelsea Official Managerial Game. Konyol yah? Hehehe.

Bicara soal Inter Milan, sebagai seorang Interisti (Julukan buat para pendukungnya Inter Milan), aku bangga banget. Bukan karena Inter pernah treble tahun 2010 lalu, tapi karena klub ini datang juga ke Indonesia. Mereka datang ke Gelora Bung Karno dan tanding melawan sejumlah tim di Indonesia. Salah satunya itu melawan Liga Seleccion tadi malam dan sukses menang 3-0. Golnya dicetak oleh Samuele Longo, Giampaolo Pazzini, dan Luca Tremolada. Sayang aku hanya menonton dari rumah saja. Yah habisnya tiketnya mahal. Paling murah aja Rp 75.000. -_-

Beruntungnya, pagi tadi, aku iseng-iseng ke GBK jam 10 siang tadi dari kampusku langsung. Yah kali-kali aja kan bisa ketemu pemain Inter macam Cambiasso atau Javier Zanetti. Sehabis ngambil ijazah S1-ku, aku langsung saja ngibrit ke GBK sendirian naik Kopaja. Untungnya juga, jarak Atmajaya ke GBK itu lumayan dekat. Kira-kira sepuluh menit lah kalau naik Kopaja.

Perjuanganku pun terbayar sudah. Karena kebetulan aku datang pas Inter lagi ngadain Coaching Clinic. Itu lho semacam kursus sepakbola dimana yang jadi tutornya itu pemain-pemain Internya. Kebetulan yang kasih coaching clinic-nya itu kalau nggak salah si Angelo Palombo. Dan ternyata pas kucek di Google, yah memang dia. Wow! Pengalaman ketemu pesepakbola Eropa kan jarang-jarang, sob. Untung nggak sia-sia juga, aku langsung mengejar si Palombo tadi dan memfotonya dari dekat, sampai harus berdesak-desan sama para security-nya yang juga ikutan ngalay. Oh yah, walau cuma lihat coaching clinic-nya sebentar (Soalnya pas aku lagi nontoninnya, entah kenapa acara coaching-nya langsung selesai lima belas menit kemudian. --'), tapi itu sudah cukup membekas banget. Karena akhirnya mimpiku kesampaian juga buat melihat pesepakbola Eropa.

Oke deh, mending langsung lihat saja foto-fotoku waktu di GBK tadi, ketimbang dibilang HOAX. Dan inilah sedikit foto yang bisa kuambil. :D

Seperti ini tokh dalamnya GBK?!

Gimana yah rasanya nonton dari tribun sana? Soon i must watch from there.

Papan skor GBK


Nggak tahu siapa, cuman kayaknya ini pemain Primaveranya.
Apalagi Inter memang datang ke Indonesia bukan full team.
Pemain-pemain andalannya seperti Sneijder, Nagatomo, ataupun Guarin tak dibawa,
karena alasan dipanggil timnas. Apalagi Sneijder bakal bermain di Euro.

Salah seorang pemain Inter tengah dikerubungin para peserta coaching clinic.
Anak-anak ini, sepengamatanku benar-benar semangat berlatihnya.
Semoga kelak mereka bisa jadi pebola top.

Tiket Kelas 1 Match-nya Inter Milan.
 Tadi sempat ditawarin tiket sama seorang calo yang sudah lansia.
Tapi berhubung nggak bawa duit banyak, jadinya nggak jadi beli. Huhuhu

Angelo Palombo sedang sibuk memberikan tanda tangan kepada seorang Interisti (Julukan buat pendukungnya Inter Milan).
Stadion Gelora Bung Karno. Ini kunjungan keduaku ke sana. Pertama waktu laga Indonesia di Pra Piala Dunia tahun lalu.
Tadi mau masuk ke Inter Village-nya, sayang nggak jadi karena kendala harga tiketnya. Padahal di dalamnya itu, ada museum Inter yang bikin aku penasaran sama isinya. :(

Kapan lagi cuy lihat salah satu bench di GBK bertuliskan nama FC Internazionale? Berharap nanti bertuliskan Real Madrid atau Chelsea dan aku bisa beli tiketnya. Amiiiin....

Para peserta coaching clinic. Pemain yang lagi megang bola itu Angelo Palombo, yang dulunya bermain di Sampdoria.

Menuju bench pemain. Tahu nggak, teman dari cowok yang nggak sengaja terfoto ini kayaknya pendukung Chelsea. Soalnya dia mengenakan kaos bertuliskan Chelshit. #sotoy

HAHAHA!!!

Seneng banget dah, bisa lihat langsung pemain Inter, walau cuman satu-dua pemain aja. Nggak sia-sia tadi bela-belain ke GBK. Nggak sia-sia juga menyelinap masuk ke dalamnya lewat pintu sektor 9-nya GBK. Hahaha.  Jarang-jarang nih bisa dapat kesempatan ketemu pemain Inter, apalagi terjadinya sehari sebelum ulang tahunku. Dan mungkin ini bisa jadi hadiah paling berharga kali yah? :D

Berharap saja pertemuanku dengan Palombo tadi bisa jadi gerbang pembuka buat jadi penulis sukses. Berharap bukuku benar-benar terbit. Wish me luck, guys!  ^^

Oh yah, tadi sempat ambil video coaching clinic-nya. Cuman sebentar sih, tapi lumayanlah. Ketimbang nggak sama sekali. Hehehe. Nggak tiap hari lho bisa lihat coaching clinic-nya Inter Milan. So check it out!