Thursday, May 3, 2012

(Mungkin) Pernikahan itu menakutkan


Dulu waktu ku kecil, ngomongin soal cinta itu kayaknya tabu banget. Jangankan soal cinta, bicara soal pernikahan aja, pasti deh kita diceramahin kayak gini: "Aaah, anak kecil. Udah deh nggak usah sok-sok ngomongin soal cinta atau nikah. Kencing aja belum lurus." Nah kadang sebal juga dibilang kayak gitu. Apalagi, apa sih hubungannya nikah atau cinta dengan kencing lurus. Setahuku juga, kalau kita kencing, mana ada yang lurus alirannya. Mana ada juga alat kelamin yang seratus persen lurus. Pasti ada bengkok-bengkok sedikit. Oke, ini abaikan saja. Anggap saja itu sekedar intro. :P

Namun seiring berjalannya waktu, kata cinta atau nikah makin begitu akrab di telinga kita. Bahkan sepertinya wajib dimiliki oleh setiap insan. Kalau nggak punya pasangan, siap-siap saja di-bully. Dibilang jomblo nista lah, dibilang nggak laku lah (Emang makanan?), atau yang lebih parahnya lagi, dicurigai orientasi seksualnya. Beuh.

Itu. Nyesek. Banget. Sumpah. Deh.

Itu tuh yang bikin aku jadi malas buka twitter atau internet pas lagi malam minggu. Ketahuan deh kalau kita jomblo, yang hanya bisa menikmati saturday nite kita dengan cara berinternet ria. Nyesek juga saat baca tweet-tweet atau status-status dari sekelompok orang biadab yang tega-teganya meng-share-kan aktivitas pacaran mereka di dunia maya. Harus yah?



Oya, bicara tentang pernikahan, itu bikin aku galau banget. Pertama, aku sampai sekarang masih single dan kayaknya belum ada tanda-tanda cewek suka sama aku. Kedua, aku ngeri juga sama kata berikut itu. Ngerinya tuh karena harus membayangkan kehidupanku setelah nggak harus tinggal bersama orangtuaku. Aku harus tinggal berdua saja dalam satu atap dengan seseorang yang akan menemaniku hingga akhir hayatku (baca: isteri). Aduh, bagaimana yah rasanya? Bisa nggak aku menjalaninya bersama dia tanpa ada rasa bosan atau rasa canggung? Aku kebayang, jangan-jangan nanti setelah aku resmi nikah sama dia, aku dan dia hanya diam-diaman tanpa harus tahu mau ngapain.

Hal yang pasti kutahu itu, kalau kita nikah, yah biasanya kan kita berhubungan intim. Nah selain berhubungan intim itulah, aku pusing juga memikirkannya. Pasti canggung banget. Setidaknya itu menurut pemikiranku. Bingung mau ngapain sama isteriku nanti. Kan nggak mungkin juga kalau seterusnya aku hanya melakukan aktivitas itu (baca: bersetubuh) dengan isteriku itu. Dibilang maniak seks, iya. Huehehe. :D

Hal seperti ini juga pernah kuceritakan ke sahabatku @Dionzzzz beberapa bulan silam. Aku pernah iseng curhat sama dia tentang ini. Respon dia sih positif. Bahkan ada satu quote dari Abang Menado ini yang kuingat. Dia pernah bilang kepadaku: "Jangan-jangan banyak artis yang suka cerai, padahal baru beberapa bulan nikah, itu karena ini kali yah? Timbul kebosanan dan kecanggungan dari mereka berdua setelah hidup serumah. Nggak ada komitmen utuh buat hidup bersama." Yah kurang lebih seperti itulah kata-katanya dia itu.

Yeah, that's why, for me, marriage is such a scary (or maybe, horrible) stuff. How's about you, guys?


Kalau isteriku nanti secantik Annisa Chibi, dijamin aku tambah grogi after wedding. :P



Aku juga mengerti kenapa rata-rata upacara pernikahan itu ribet dan lumayan berbelit-belit.  Yah karena kehidupan-setelah-pernikahan itu juga ribet. It's so complicated.