Tuesday, April 24, 2012

(Mungkin) Liburan memang menyenangkan


April.

Bulan April ini sungguh bulan bersejarah buat anak-anak sekolah, baik SMP maupun SMA. Karena di bulan inilah, mereka semua harus melewati batu besar terlebih dahulu untuk bisa lulus sekolah. Dan batu besar itu namanya UN. Ujian Nasional. Heran saja, kenapa UN yang hanya mengujikan beberapa mata pelajaran bisa menjadi penentu kelulusan seorang siswa. Kenapa pula pemerintah yang menentukan kelulusannya? Setahuku, yang lebih dekat dengan seorang murid kan guru yah di ranah pendidikan. Khususnya guru sekolah.

Ah sudahlah, abaikan saja. Tokh, mau sampai kapan pun, seorang murid SMA itu nggak gampang untuk harus melepaskan status pelajarnya itu. Dulu saja, jaman kakak pertamaku masih SMA, ada Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) sebagai penentu kelulusan dan sama-sama yang menentukannya itu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (atau bisa juga Departemen Pendidikan Nasional). Jadi seharusnya UN itu tak harus dijadikan momok tiap tahunnya. Apalagi setidaknya, walau memberatkan, mental seseorang juga diuji waktu UN.

WTF! Enak aja nih si Iman ngomong!

Setidaknya mereka punya pengalaman menarik yang bisa diceritakan. Coba saja kalau tak ada UN. Penentu kelulusannya itu mutlak di tangan guru sekolah. Mungkin jadi seorang pelajar putih abu-abu itu hanya biasa saja. Masuk jam 7, keluar jam 14.30. Ketegangannya paling hanya saat kenaikan kelas saja, dimana kalau tinggal kelas, yah sekelas sama adik kelas dan mungkin saja sekelas sama adik kandung sendiri yang kebetulan satu sekolah.

Kalau ada UN, yah setidaknya kita jadi semakin kolektif dengan teman-teman seangkatan. Biasanya kita nggak akrab sama si B, karena UN, kita jadi akrab. Tak bisa dipungkiri pula, ada kemungkinan timbul cinta menjelang pengumuman UN. Oke, bagian itu abaikan saja. Tapi intinya, cobalah lihat dulu sisi positifnya. Apalagi daripada UN, SNMPTN itu jauh lebih susah ditaklukan. Hahaha. :D

Setelah UN selesai dijalani, rata-rata pelajar kelas tiga sedang long holiday. Terserah mereka mau ngapain aja setelah nggak pergi ke sekolah lagi. Mau ikutan syuting kek, mau ngeblog kek, mau ikut tes-tes Perguruan Tinggi kek, up to you. This is your paradise time, brotha-sista! Mau nikah juga silakan. Huehehe.

Ngomong-ngomong soal liburan, aku agak sedikit bingung kenapa dulu guru-guru jaman ku SD selalu menampik istilah 'liburan'. Mereka selalu saja menggunakan kata 'belajar di rumah'. Padahal dari jamannya Joshua masih suka ngobok-ngobok air sampai jamannya Joshua nendang bola ampe ke langit, yang namanya liburan tuh, pastilah nggak ada satupun siswa-siswi SD yang belajar. Bahkan termasuk gurunya juga. Aku yakin, kebanyakan guru nggak ada yang lagi baca buku-buku pelajaran sekolah menjelang liburan sekolah.Yakin banget.

Lagipula liburan kan bukan sesuatu yang haram. Manusia butuh refreshing. Otak manusia yang jenuh dengan rutinitas perlu dipersegar kembali. Dan jalan paling efektif itu, yah liburan. Holiday. Justru dengan penggunaan kata 'belajar di rumah', anak semakin diarahkan menjadi seorang yang workaholic. Terlalu workaholic malah. Dan bisa jadi, ke depannya, anak nanti kelak akan menjadi kaku sekali bila diminta pergi berlibur. Sama seperti, Paman Gober yang setiap kali dengar kata 'liburan', badannya langsung kejang-kejang (Salah satu kisah di Poket Paman Gober edisi Tematis berjudul Liburan).

Oya, bicara soal liburan, rata-rata para pelajar libur itu bulan Juni-Juli atau bulan Desember-Januari. Biasanya kalau liburannya di bulan Juni-Juli, tempat-tempat wisata langsung diserbu. Nggak hanya tempat wisata saja, televisi juga rutin nayangin acara-acara menarik, yang kebanyakan film animasi. Dan kalau lagi hoki, kita bisa mendapatkan suguhan tayangan olahraga prestisius, kayak Piala Dunia atau Piala Eropa. Tahun ini, ada gelaran Piala Eropa sebagai alternatif acara liburan buat para pelajar. Lagi-lagi, ditayangkan di RCTI dan juga Global TV.

Piala Eropa, kali ini juga, akan diadakan di Polandia dan Ukraina. Dua negara lagi yang jadi host-nya, sama kayak Piala Eropa 2000 dan Piala Dunia 2002. Dan untuk Piala Eropa kali ini, favoritku bukan Spanyol lagi. Entah kenapa, feeling-ku mengatakan juaranya itu Belanda.

source

Iya, Belanda. Belanda, negara yang menjajah kita beberapa ratus tahun lalu itu. Menurutku, mereka calon juara terkuatnya. Walaupun lawan-lawannya berat di Grup B, aku optimis sekali Belanda bakal menang. Apalagi beberapa pemainnya juga sedang on fire di klubnya masing-masing. Ada Robin Van Persie di Arsenal, Rafael Van der Vaart di Tottenham Hotspur, Arjen Robben di Bayern, terus masih ada Gregory Van der Wiel yang lupa main di klub mana. Apalagi dua tahun sebelumnya, Belanda sukses melangkah ke final Piala Dunia di Afrika Selatan. Tentunya dong, spiritnya masih tersisa di tubuh beberapa pemainnya, khususnya yang pernah main waktu itu. Pelatihnya juga masih Beert van Maarwijk.

Sehingga aku yakin, Belanda mampu mengalahkan semua lawan-lawannya. Denmark, Jerman, dan Portugal bakal habis dilibas Tim Oranje. So sorry for Daniel Agger,  Mario Goetze, dan CR7 . This tournament is not your party. Hahaha.

Yakin banget gue kalo tahun ini, Belanda yang juara!


Balik ke soal Liburan.

Walau kenyataannya, nanti saat liburan, kalian akan dibuat deg degan menjelang pengumuman UN, santai sajalah. Santai kayak di pantai, kalau kata anak gaul. Hehehe. Kalau kalian nggak lulus, masih ada Paket C. Dan bila kalian sudah keterima jadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi, ketidaklulusan kalian itu nggak akan berpengaruh. Kalian nggak langsung gagal jadi mahasiswa. Kalian masih tetap bisa kok jadi mahasiswa.

Sharing aja nih. Temanku di kampus, sebut saja namanya Jonjo (Bukan Jonjo Shelvey, pemain Liverpool itu lho yah!), waktu pertama kali kuliah, dia nggak lulus UN. Tapi si Jonjo ini masih tetap berkuliah, kok. Pihak kampusnya juga nggak mempermasalahkan kalau si Jonjo ini nggak punya ijazah SMA. Tahun depannya, si Jonjo ini langsung ikutan ujian Paket C. Jadi, yah jangan terlalu paranoid yah nggak lulus. Seperti kata orang bijak, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Amiiin....

So, enjoy your holiday! Di saat liburan, kalian bisa bebas mau ngapain. Kalian bisa tidur hingga larut malam, yang biasanya tidurnya cepet mulu. Kalian juga nggak perlu takut untuk bangun kesiangan. Kalau orangtua sibuk bangunin kalian, cuekin aja. Kan udah nggak usah ke sekolah lagi. Huahaha.


Selain itu, kalian juga bebas mau kemana aja. Mau ke mall, mau ke puncak, yah silakan. Kalian juga bebas, lho, mau ngecengin lawan jenis kalian. Hehehe.

Babe, i like you. You're so pretty.
I-Love-You! Don't reject me, pleaseeee!!!
Mmmmuaaaah.....

Oke, aku lagi error otaknya. Abaikan saja lagi bagian yang itu. Yang jelas, enjoy your quality time!  ^^

Happy holiday, my little brothers-sisters!!!!