Monday, March 26, 2012

(Mungkin) Yah Jangan di-like!



Kalo ada yg bikin status duka cita, ya jangan di "like" atuh. Kesannya kita bahagia banget orang itu meninggal. Kalo mau nunjuin bela sungkawa, ya mending lewat komen aja kan bisa. - Sukro, 21 tahun, blogger


Facebook. Siapa yang tak kenal facebook. kayaknya hampir semua kalangan kenal yang namanya facebook. Anak SD, ibu-ibu, hingga nenek-nenek pun kenal facebook. Bisa dibilang juga kalau facebook merupakan situs jejaring sosial paling disukai.

Nah, dari facebook itu, hal apa yang begitu identik dengannya?

Hmmm.... Pada saat kalian log in halaman facebook kalian, pastilah yang pertama kali tampil di layar kalian mungkin seperti gambar berikut ini.


Lebih spesifik lagi, kalau kalian lihat baik-baik, kalian akan menemukan ini.




Yah, ini adalah sebuah kolom yang biasanya sih orang sebut status.Dulu sih jauh sebelum facebook masih di bawah friendster ketenarannya, ada tulisan berisi 'What do you thinking about?' di atas kolom tersebut (Kalo salah, kasih tahu yeee!). Hmm, kadang aku juga heran yah. Kenapa juga kotak kecil itu disebutnya S-T-A-T-U-S?

Padahal kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, status ialah keadaan atau kedudukan (orang, badan, dsb) hubungannya dengan masyarakat di sekelilingnya. Untuk lebih mengerti maksudnya, kuambil satu contoh berupa KTP. Nah di KTP kan biasanya status kita diisi menikah atau belum menikah. Atau kalau di realita, status bisa juga mengarah ke strata sosialnya. Contohnya, statusku itu di masyarakat sebagai pemuda tampan nan baik hati. #EdisiNarsis

Jadi seharusnya, kolom status itu harusnya sekali ditulis, yah nggak bisa diubah-ubah lagi. Juga harusnya dibatasi karakternya yang bisa ditulis. Coba aja kalian pikir, mana ada sih status sosial seseorang yang panjangnya 50-100 karakter. Huehehe. Makanya aku lebih setuju kalau ada seseorang yang nulis statusnya itu kayak gini:
  • Aku sengsara
  • Lagi banyak duit nih
  • Pusing karna ujian
Kan kalau kayak gitu kan pas sama makna status itu sendiri. Status facebook-nya sesuai dengan keadaan dia sesungguhnya. Orang kan jadi tahu dia lagi apa atau lagi dimana. Huehehehe.

Kenyataannya, setahuku, kolom tersebut bisa ditulis sebanyak-banyaknya. Lewat kolom yang kecil itulah, orang bebas mau nulis apa aja. Setahuku sih, orang nggak dipaksa kan yah nulisnya. Nggak dipaksa harus nulis pake bahasa Inggris, nggak dipaksa harus nulis suatu informasi. Ataupun nggak dipaksa harus nulis berapa karakter, seperti situs jejaring berlogo burung itu.

Pokoknya semuanya bebas mau nulis apapun. Mau galau boleh, mau cerita mesum juga boleh. Mau ngasih tahu alamat rumahnya, yah monggo. Tapi resikonya, yah tanggung sendiri. Aku nggak nanggung lho yah kalau malam-malam rumah kalian disantronin maling. Huehehe. Semuanya bebas mau nulis apa aja dan bebas juga mau nulis berapa banyak tulisan yang ia mau tulis di kotak kecil tersebut.

Biasanya juga, kolom status ini juga dilengkapi dengan fitur komentar dan juga like yang biasanya berupa jempol, kalau kalian sudah klik tulisan like-nya. Biasanya tiap kalian sudah nulis status jadi-jadian kalian itu, maka akan muncul kolom baru yang biasanya bertuliskan 'write a comment'. Nah lewat kolom yang satu inilah, teman-teman facebook kalian bisa mengomentari status kalian. Bahkan termasuk kalian juga. Sama kayak kolom status, kolom komentarnya pun bisa ditulis dengan sebanyak-banyaknya karakter.

Hmm, kubilang sih makin absurd saja. Kebayang nggak, kalo misalnya status kalian di KTP dikomentari orang lain? Bisa makin panjang tuh KTP-nya. Huehehehe.

Selain kotak komentar, juga ada like. Bila kalian klik tulisan like-nya, maka akan ada jempol gajah. Itu sih kayaknya tanda kalau kalian suka sama status orang tersebut. Aku jadi kebayang kalau ada seseorang yang nulis statusnya kayak gini: 'Lagi tidur bugil nih. Enak juga yah tidur gak pake baju.', terus ada yang like. Huahaha. Ketahuan tuh mesumnya orangnya itu. Oke, abaikan saja bagian itu.

Ngomong-ngomong soal like, atau khususnya jempol, aku merasa ada yang aneh. Soalnya makin lama para penggunanya itu makin edan dan nggak mengerti makna sesungguhnya dari like atau jempol itu. Apa aja statusnya pasti di-like, bahkan untuk status yang sifatnya duka cita.

Pernah kulihat status temanku yang baru saja ditinggal pergi kerabatnya. Dia nulis kegelisahannya itu di kolom status facebook-nya. Setelah dia nulis kayak gitu, teman-temannya banyak yang nge-like. Wuedan. Orang meninggal kok malah suka? Wah berarti yang nge-like tuh kepengen orang tersebut meninggal. Padahal, setahuku, orang yang ngasih jempol itu biasanya pertanda orang itu suka atau kagum dengan sesuatu atau seseorang. Namun sepertinya jaman sudah berubah. Acungan jempol pun bisa digunakan pada saat berduka.

Wah kapan-kapan kalau lagi menghadiri upacara pemakaman seseorang, kuacungi jempol aaah di dekat peti matinya?! Kira-kira apa yang terjadi yah?

Mas, silakan anda keluar dari upacara pemakaman ini!

Selain yang bersifat duka cita, aku juga merasa aneh kalau ada status seseorang yang berupa pertanyaan dan di-like. Contohnya itu, 'Kenapa avatar komentar di blogku cuma lima doang yang muncul?'



Aneh kan kalo ada yang ngacungin jempol?

Gimana coba misalnya kalo kalian lagi nanya alamat sama seseorang, trus malah diacungi jempol? Bete kan? Kesel kan? Orang mana sih yang suka diacungi jempol kalo lagi nanya. Orang gila iya. Huehehehe. Rasanya tuh pengen nabok, kalau ada orang kayak gitu.

DAFUQ!!!

Hmmm, jadi kesimpulan dari tulisan yang nggak jelas arah topiknya ini ialah:
Pergunakanlah secara bijak setiap fitur yang anda di dalam halaman facebook anda, khususnya jempol virtual anda. Perhatikanlah baik-baik status mana yang memang layak diacungi jempol. Bantulah juga teman-teman virtual anda saat mereka sedang menanyakan sesuatu. Karena masa depan mereka ada di tangan kalian. #Halah

Akhir kata, saya Immanuel Lubis pamit. Selamat siang dan Happy Monday. ^^

PS: Sumber gambar adalah hasil dokumentasi empunya blog dan  hasil nyolong dari mbah google.