Friday, February 3, 2012

(Mungkin) Ini Sex Education


Organ seks adalah bagian istimewa dari tubuh yang sama indahnya dengan tangan, kaki dan organ-organ lainnya

by: @justsilly


Pertama kuberitahu dulu kalau tulisan ini agak sedikit porno. Jadi, bagi yang keberatan, silakan tinggalkan. Kalian nggak harus baca lho. :D


Okay, let's!


Hmm, kapan pertama kali kalian tahu istilah-istilah seks kayak penis, vagina, payudara? Dan darimana kalian tahu istilah-istilah tersebut? 


Nggak perlu kalian jawab pun, aku sudah tahu jawabannya. Yang pasti nggak mungkin kalian tahunya dari orang tua kalian. Terlalu berani dan melawan arus kalau ada orang tua seperti itu. Pasti rata-rata tahunya itu dari teman atau televisi.

Aku aja pertama kali tahu itu dari teman waktu SMP dulu. Kuingat ada temanku yang terus-terusan bilang, "Kontol", atau "Ngentot". Karna terus menerus dengar hal yang sama, makin penasaranlah aku sama dua kata yang jarang kudengar di rumah itu. Maka kucarilah artinya di kamus. Yeah, i know. So neirdy! :D

Voila! Di kamus ada. Dua-duanya malah. Puji Syukur, dua kata tersebut belum sempat kena sensor.Dan yang kuingat, menurut kamus, kontol itu alat kelamin pria. Sedangkan kalau ngentot menurut kamus itu persetubuhan. Benar-benar deh, kamus bikin diriku nggak katrok-katrok amat di depan teman-teman. Huehehehe.


Tapi dari situlah, timbul pemikiran di kepalaku. Kenapa yah orang tua kita selalu bilang, "Ga boleh ngomong jorok yah, itu kotor" pada saat kita bertanya soal seks. Apakah sekotor itukah alat kelamin yang membuktikan kita sebagai manusia? Lantas kalau jorok dan kotor, buat apa juga Tuhan menciptakan yang namanya penis atau vagina itu? Masak iya Tuhan menciptakan alat sejorok itu di tubuh manusia?

Hal yang sama juga berlaku untuk pengilegalan kokain dan ganja di beberapa negara. Kokain dan ganja kan sejenis tumbuhan dan bukan zat kimia. Jadi, apa bahayanya sih bila dikonsumsi? Lagipula pasti ada manfaat dari ganja dan kokain tersebut. Mereka nggak hanya tumbuhan yang hidup di alam.

Oke, balik ke soal seks.

Menurutku, tidaklah bijaksana, kalau setiap anak dilarang ngomong hal-hal yang merembet ke seks. Karena bagaimanapun juga mereka anak-anak. Anak-anak itu keingintahuannya tinggi. Nggak hanya anak-anak aja, kita aja yang dewasa juga sama. Hehehe. Semakin dilarang, semakin mereka cari tahu.

Apalagi jaman sudah semakin canggih. Yang berhubungan dengan seks disensor, masih ada di internet. Internet difilter, kan masih ada buku pelajaran. Di buku pelajaran Biologi, lambat laun pasti mereka menemukan gambar telanjang dan akan tahu tentang seks. Entah itu seks antar binatang, maupun seks antar manusia.:D

Kalau aku jadi orang tua sewaktu-waktu nanti, sebisa mungkin aku akan memberitahukan mereka apa yang mereka harus tahu soal seks. Kalau mereka tanya, "Pah, ML itu apa?". Kujawab saja, "ML itu making love. Making love itu artinya persetubuhan, dimana penis yang merupakan alat kelamin pria dimasukan ke dalam vagina yang merupakan alat kelamin wanita."

Juga nggak usah paranoid berlebihan bila suatu saat anakku nanti nggak sengaja melihat gambar-gambar yang mengumbar keseksian wanita. Biarkan saja dia bilang, "Pah, payudara perempuan itu gede yah?" atau "Bodinya seksi, Pah."

Anak: "Papah, papah. Cewek ini seksi yah bodinya?!" Ayah: Iya nak. Lebih seksi dari ibumu.


Jadi intinya, jelaskan dan beri tahu apa yang anak perlu tahu. Jelaskan juga kepada anak perempuan mengapa dada mereka berbeda dengan dada wanita dewasa. Jujur aja bilang kalau pada saat akil balig nanti dada mereka perlahan-lahan tumbuh berbuah. Juga berkata jujur ke anak laki-laki kalau mereka akan mengalami yang namanya mimpi basah dan sudah bisa memiliki rangsangan seksual. Bilang juga ke mereka kalau nanti di sekitar alat kelamin mereka akan tumbuh bulu-bulu lebat.

Walaupun begitu, ngasih tahunya juga jangan vulgar lho yah. Ngasih tahunya juga harus ada sebab akibatnya dan lihat juga anak tersebut usianya berapa yang kita kasih tahu. Misalnya anak perlu dikasih tahu kalau nanti penis dimasukan ke vagina, perlahan-lahan akan timbul rangsangan dan rangsangan itu akan menimbulkan yang namanya orgasme. Orgasme itu adalah proses keluarnya sperma di dalam vagina dan bila itu dilakukan pada saat masa suburnya wanita, hal itu lambat laun akan menimbulkan kehamilan. Dan hamil itu juga nggak baik di umur mereka karena punya anak itu artinya tanggung jawab.

Terus juga bilang ke anak kita kalau kecanduan pornografi lebih merusak dari kecanduan narkoba (Tapi teteup yah, say no to drug!). Karna dapat merusak lima bagian neuro transmitter di otak. Atau bahasa yang lebih ringannya itu, bisa bikin kita terus berpikir negatif dengan lawan jenis kita. Lihat cewek, bawaannya pengen lihat payudaranya, lihat cowok, bawaannya pengen lihat penisnya. Disentuh sedikit, eh udah horny. :P

Kesimpulannya, seks education itu perlu diberikan kepada anak. Kalau anak tidak diberitahukan apa-apa tentang seks, itu malah bahaya. Anak jadi naif dan itu berbahaya pada saat mereka menjalin hubungan percintaan dengan lawan jenisnya. Jadi berpikirlah ulang untuk berkata: "Ga boleh ngomong jorok yah, itu kotor".

Sumber Gambar: Mr. Google