Sunday, February 5, 2012

(Mungkin) Indonesia adalah negara yang tak pernah sepi dari sensasi


Hmm, makin lama aku nggak pernah bosan sama negara Indonesia. Selain karena keindahan alamnya, ada lagi satu hal yang bikin aku nggak pernah bosan. Itu adalah kekayaan negeri ini denganyang namanya sensasi. Yah, negeri ini kaya akan sensasi.

Gimana nggak kaya akan sensasi. Lihat aja tuh ulah para legislatifnya yang jor-joran buang-buang duit untuk proyek nggak jelas. Bangun gedung lah, renovasi toilet lah, beli kursi lah, dan ke semuanya itu harganya bukanlah harga Tanah Abang. Nggak nyadar kali yah banyak wong cilik yang butuh santunan. =,=

Trus nggak abis di situ aja. Bulan lalu, ada lah insiden Xenia Maut yang mengorbankan 12 orang pejalan kaki. Wuedan tuh cewek. Abis itu, aku juga ngedenger adanya rencana DPR mau ngeluarin UU yang akan mengatur soal mata uang. Intinya, nanti uang Rupiah bakal dibikin kayak Dollar yang nggak boleh cacat. Nggak penting amat dan terlalu idealis. Mending mah sahkan aja RUU Peradilan Anak itu untuk mencegah anak-anak masuk penjara lagi.

Nggak ada habis-habisnya yah sensasi yang dihasilkan oleh negeri Jambul Jamrud Khatulistiwa ini. Mulai dari negara dengan urutan ke sekian paling korup, kasus terorisme yang nggak habis-habisnya, kanibalisme, penjagalan oleh gay, penyerangan secara brutal terhadap suatu kelompok agama, ampe kasus video mesumnya seorang artis. Ckckck.

Hingga baru-baru ini, aku baru aja baca di koran dua sensasi yang dihasilkan lagi oleh negeri Garuda Di Dadaku ini. Sensasi pertama ialah dua anak kembar asli Indonesia yang hidup terpisah. Yang satu namanya Emilie Falk, satunya lagi Lin Backman.

source

Kedua gadis kembar ini diadopsi oleh dua keluarga bule yang beda clan. Dan tanggapanku atas kasus ini ialah: KONYOL. Kinerja dari Catatan Sipil atau khususnya Panti Asuhan yang merupakan asal usulnya mereka benar-benar mengecewakan. Kenapa mengecewakan? Karena seharusnya orang tua angkat mereka berdua diberitahukan fakta yang sesungguhnya. Untung kembarnya cuma dua. Lah bayangin aja kalo ada tiga, empat, atau enam gimana? Ckckck.

Sensasi berikutnya itu ialah rencana pengadaan kamar birahi di dalam Lapas. Iyuuuuh.... What  the Hell. Rencana gila apa lagi ini? Dan ini ......... AMAT SANGAT TERAMAT KONYOL SEKALI. Itu juga suatu yang menjijikan. Yaaaks. Bukannya itu malah mendukung perzinahan dan perilaku homoseksual di dalam penjara yah? Sudah bukan rahasia umum juga lho kalo di dalam lapas itu banyak bergentayangan kaum homo. Dua temanku, Dion dan Ermen juga mengatakan hal yang sama terkait soal kaum homo dalam lapas itu.

Temanku Ermen pernah cerita kalo temannya ada yang pernah masuk bui karena kasus tawuran. Sebut saja namanya Ucok. Waktu si Ucok di dalam sel, ia pernah didekati seorang pria untuk diajak gituan (Tahulah maksudku). Trus ada pula gosip yang beredar kalo di saat-saat tertentu, penjara ngadain yang namanya pesta seks dengan mengundang banyak jablai. Keberadaan gosip-gosip ini mau dikemanakan? Bukankah keberadaan kamar birahi ini bisa jadi suatu celah untuk timbulnya pelanggaran-pelanggaran lainnya? Harusnya soal birahi juga merupakan suatu konsekuensi bagi para napi. Itulah salah satu akibat yang mereka terima karena melanggar hukum.

Ckckck.

Abis sensasi-sensasi berikut itu, sensasi apakah yang akan dihasilkan berikutnya? Indonesia, Indonesia. Kapan yah negeri ini sepi dari sensasi untuk satu bulan ajaaaaaaaaa????