Thursday, December 22, 2011

REVIEW: Menjawab Ateis Indonesia




Warna merah yang diperlihatkan oleh kata "Ateis Indonesia" sungguh mencolok. :P
Kategori: Buku
Genre: Filsafat
Penulis: Eko Arryawan

Awal bulan desember, gua baru aja ketiban untung. Gue dapet kiriman buku bagus dari Al Kahfi dengan perantaraannya mbak Fanny. Palagi bukunya itu sesuatu banget.  Buku dengan topik tentang Tuhan gitu. I like it. Hahaha.

Anyway, bukunya itu sebetulnya adalah kumpulan jawabannya Eko Arryawan terhadap sekumpulan asumsi dari para ateis  yang menentang keberadaan Tuhan. Jujur yah, kalo gue ateis (nyatanya enggak lah yauw!) , jawabannya mas Eko itu udah cukup muasin dahaga gue. Mungkin udah bisa memengaruhi gue buat ninggalin pola hidup ateis gue.

Inti dari buku yang gue baca ini: ateis itu tidak percaya dengan keberadaan Tuhan karna sosok Tuhan tidak bisa dibuktikan, khususnya dengan ilmu pengetahuan. Padahal seperti kita tau, ilmu pengetahuan itu ada batasnya.  Sehingga bila ada ateis yang minta kita buktikan keberadaan Tuhan, kita jawab saja: ‘Bukti macam apa yang anda butuhkan?’. Sepengetahuannya mas Eko, kebanyakan ateis itu mati kutu ditanya kayak gitu.

Dan ketidakpercayaannya ateis itu rupanya diakibatkan karna maraknya terjadi kejahatan, kekerasan, hingga ketidakadilan. Itulah yang membuat para ateis itu menganggap Tuhan itu tidak ada dan hanyalah sebuah  proyeksi saja. Saking tak percayanya mereka dengan Tuhan, mereka juga tak percaya dengan konsep surga dan neraka.

Oh yah, walau buku ini membahas topik yang cukup njlimet, trust me, bahasa yang digunakan oleh mas Eko itu cukup enak dibaca. Enggak sekaku buku-buku filsafat lainnya. Malahan menurut gue, bukunya dia itu lebih pantes dibilang buku motivasi ketimbang buku filsafat.

Akhir kata, buku ini cukup bagus buat dibaca oleh kalian-kalian-kalian yang masih meragukan keberadaan Tuhan. Maka dari itulah, gue kasih nilai 8 untuk buku ini.

Kenapa Cuma 8? Bukan karna 10 itu nilai perfect yang hanya diperuntukan untuk Tuhan, yah. Tapi yah, karna menurut gue, untuk ateis-ateis kelas berat, pastilah jawabannya mas Eko masih kurang muasin mereka semua. Hehehe.  Sehingga bisa gue bilang, buku ini hanya cocok diperuntukan bagi calon-calon ateis. Hehehe.

^^v