Monday, August 29, 2011

REVIEW dua film menarik yang kutonton kemarin minggu



Hari minggu kemaren,gw nonton dua film bagus di TV. Tapi keduanya disiarin di stasiun TV yang berbeda. Yang satu diputer di Global TV (Green Street Hooligans), yang satunya lagi di RCTI (Night at the Museum 2). Oke deh kita mulai reviewnya. Check it out!




GREEN STREET HOOLIGANS


Sutradara : Lexi Alexander
Para Pemain : Elijah Wood, Claire Forlani, Marc Warren, Leo Gregory, Henry Goodman, Geoff Bell, Rafe Spall, Kieran Bew
Genre : Drama - Sport

Film ini menceritakan kisah hidupnya seorang anak amerika bernama Mat Buckner yang memiliki masalah akademi karna temannya Jeremy van Holden. Dia dikhianati. Dan untuk menghilangi perasaan bete tersebut, dia pergi ke rumah kakaknya yang tinggal di London, Inggris bernama Shannon.

Nah dari kunjungannya ke sanalah, ia bertemu seorang hooligans yang rupanya adik iparnya. Hooligans itu bernama Pete Dunham. Pete ini rupanya anggota suporter dari klub sepakbola West Ham United (sekarang udah terdegradasi klubnya ke Championship Division. :p). Dari Petelah, ia tau lika-likunya seorang hooligans.

Dia juga tau kalo hooligans benci banget sama yang namanya polisi dan wartawan. Mereka benci sama wartawan, karna kebiasaan wartawan yang suka ngelebay-lebayin berita (Gak beda jauh sama di Indonesia). Tapi kalo polisi, ga tau. Ga diceritain di filmnya. Hehehe...!

Rupanya juga, kakaknya Pete yang merupakan suaminya Shannon juga merupakan anggota firm (sebutan untuk kelompok suporter sepakbola) dan merupakan majornya (pemimpin suporter). Namun karna suatu hal, Steve Dunham mulai meninggalkan dunia hooligansnya. Ceritanya itu terjadi ketika jaman ia remaja.

Waktu itu, ia ikut serta dalam tawuran suporter antara suporternya  Millwall (NTE) dengan suporternya West Ham (GSE). Ketika tawuran itulah, Steve gak sengaja ngebunuh anak seorang suporter bernama Tommy Hatcher. Semenjak itulah, Steve keluar. Begitu juga dengan Tommy yang bersumpah akan membunuh Steve untuk membalaskan dendam anaknya.

Film ini bagus banget. Film ini mengajarkan ke kita apa itu solidaritas dan persahabatan. Bagaimana seorang Pete yang bela-belain lindungin Matt waktu anggota GSE lainnya tau kalo Matt pernah kuliah jurnalistik dan ayahnya adalah seorang reporter. Ato waktu Matt diserang firm lain, Pete dan anggota GSE lainnya serentak bantuin ngeroyok para pendukung dari firm lain tersebut.

Selain itu, film ini juga mengajarkan ke kita untuk berani melawan kalo kita difitnah. Seperti Matt yang akhirnya berani melawan Jeremy van Holden dengan cara menjebaknya untuk mengatakan kalo Jeremylah yang menggunakan narkoba jenis mariyuana. Matt mendapatkan pelajaran itu ketika ia masuk ke dalam GSE.




Night at the Museum 2


Genre : Komedi
Sutradara : Shawn Levy
Para pemain : Ben Stiller, Amy Adams, Owen Wilson, ...

Kalo yang part one-nya, menceritakan mengenai kisah hidupnya Larry Daley yang harus bekerja sebagai penjaga museum setelah mengalami pemecatan. Nah rupanya ia gak tau kalau museum tempatnya bekerja adalah museum ajaib Ajaibnya tuh karna tiap malam, semua benda di dalamnya menjadi hidup layaknya makhluk hidup. Mereka jadi begitu karna sebuah benda dari jaman Mesir Kuno.

Nah kalo part two-nya, masih kelanjutannya dari yang pertama. Makanya lu harus nonton yang sekuel pertamanya untuk ngerti alur cerita Night at the Museum yang kedua. Hehehe...!

Diceritakan, Larry Daley mulai menanjak kariernya. Dari seorang penjaga museum, ia beralih menjadi seorang pengusaha. Pengusaha senter Glow-in-the-dark. Hahaha...! Karna kesibukannya sebagai seorang pengusaha, ia mulai melupakan kehidupannya dulu sebagai seorang penjaga museum. Nah karna itulah, sebagian isi museum tempat ia dulu bekerja, kemudian ia serahkan ke Smithsonian Institute.

Namun pada akhirnya, ia menyadari kalo rupanya ia tidak boleh melupakan akarnya sebagai seorang penjaga museum. Terutama tak boleh melupakan 'teman-teman'nya yang merupakan koleksi museum. Ia baru menyadari itu ketika memulai petualangan seru untuk mencegah Firaun yang jahat bernama Khamunrah. Dia berencana memanfaatkan Golden Tablet untuk menguasai dunia manusia.

Film ini seru banget dan juga lucu. Gw heran kenapa RCTI nayanginnya jam setengah 10 malam. Padahal menurut gw, film ini bagus juga kalo diputer jam 8 pagi ato jam 1 siang. Film ini layak ditonton anak-anak betapa pentingnya nilai solidaritas dan persahabatan yang ditujukan oleh Larry dan teman-teman patungnya dalam melawan Khamunrah. Apalagi hampir ga ada di film ini, adegan-adegan yang ga layak diliat anak-anak (baca: adegan seks).



Oke deh, guys. Sekian dulu review gw kali ini. Oh yah, kalo lu nyimak review ini tanpa ga harus loncat-loncat bacanya, lu pasti nyadar kalo kedua film yang gw review ini, kedua-keduanya sama-sama mengajarkan ke kita nila-nilai solidaritas dan persahabatan. Walaupun, keduanya menceritakannya dengan jalannya masing-masing. :)

The last words, see ya and happy ied! :D

PS: Kemaren minggu, Manchester United ngalahin Arsenal 8-2. Yang nyetak tuh, Rooney (hattrick), Welbeck, Young, Luis Nani, dan Park Ji-Sung. Arsenal hanya bisa ngebales lewat golnya Walcott dan Van Persie.