Wednesday, July 20, 2011

REVIEW: The Shelter


[WARNING : REVIEW INI MENGANDUNG SPOILER!]



Categori: Film
Genre: Horror
Sutradara:Måns Mårlind, Björn Stein
Artist: Julianne Moore, Jonathan Rhys Meyer, Jeffrey DeMunn, Frances Conroy, Nathan Corddry, Brooklynn Proulx

Film ini menceritakan mengenai seorang psikiater bernama Caroline Jessup yang mendapatkan seorang pasien yang diduga memiliki kepribadian ganda. Namun Cara (panggilannya) tidak percaya. Ia percaya bila ada sesuatu yang aneh dari pasiennya yang bernama Adam Saber/David Bernburg.

Dan memang iya, setelah Cara menyelidikinya hingga ke suatu daerah, Cara menemukan suatu fakta kalau orang-orang yang namanya Adam Saber maupun David Bernburg itu sudah lama meninggal. Juga dari kesaksian ibunya David Bernburg, Cara jadi tau kalau semuanya bermula karna ulah seorang nenek dukun voodoo yang tinggal di puncak bukit. Apalagi Cara juga menyaksikan sendiri cara-cara mistis dan aneh yang dilakukan oleh si nenek tersebut.

Dari situlah, ia rupanya mengetahui kalau selama ini pasien yang ditangani oleh Cara adalah tubuh seorang pendeta (Sial, gw malah lupa nama pendetanya!). Ceritanya begini. Dulu sekali sebelum David dan Adam lahir, di gunung itu masyarakatnya tengah dilanda penyakit influenza. Dan si nenek voodoo itu menyembuhkannya dengan cara-cara dukun. Nah ketika itu pendetanya datang mengabarkan kabar injil, semuanya berubah. Palagi si pendeta jugamenyarankan ke masyarakat sekitar agar tidak menggunakan cara voodoo lagi tapi agar lebih percaya kepada ajaran kristiani. Di samping itu, ia juga banyak melakukan mukjizat atas nama Tuhan. Itulah sebabnya, si nenek itu gak senang. Si nenek merasa terancam.

Karna ga seneng, si pendeta ditangkap dan lewat ritual mistis, jiwanya pendeta dipisahkan dari tubuhnya si pendeta. Trus, jiwanya dilepas gitu aja ke udara bebas dan jadilah arwah penasaran. Sedangkan tubuhnya si pendeta isinya dikeluarkan dan diganti dengan tanah liat.

Nah dugaan gw, si David waktu dateng ke bukit tempat si nenek tinggal, ditangkap oleh si nenek dan jiwanya diambil dan dipindahkan ke tubuhnya si pendeta. Hingga akhirnya dengan tubuhnya si pendeta, si David mencari mangsa jiwa-jiwa baru, seperti Adam Saber, penyanyi rock bernama Wes, Dr. Harding, hingga anaknya Cara yang masih kecil.

Masih dugaan gw juga nih. Semuanya jiwa yang diambil itu ada keterkaitan dengan kata-kata si nenek kepada tubuhnya si pendeta yang sudah kosong. Intinya, si nenek itu bilang agar melindungi jiwa-jiwa yang tidak percaya. Mungkin ini jugalah alasan kenapa jiwanya si pendeta menangkap banyak jiwa dalam tubuhnya yang kosong. Ini masih asumsi gw sih, jadi mending nontonin sendiri aja. Siapa tau beda pendapat sama gw. Hehehe.... !

Pada akhirnya sih, si Cara berhasil membunuh tubih si pendeta dan keluarlah semua jiwa yang telah ditangkap. Tubuh anaknya Cara berhasil kembali bergerak, namun rupanya salah jiwa. Karna jiwa yang masuk malah jiwanya si David.

Film ini sih secara kualitas lumayan bagus juga. Namun sebagai film horror, film ini kurang greget dan nakutin. Kurang bisa ngasih kejutan-kejutan mendebarkan kayak film Insidious yang gw tonton waktu itu.Dari segi alur, ada beberapa kebingungan di diri gw waktu nonton:

  1. Mengapa si nenek masih hidup? Tapi ini mungkin karna si nenek itu hidup di jalan setan. Tau sendirilah kalo seseorang yang hidup sebagai dukun gitu punya kemampuan agar tetep abadi.
  2. Kenapa jiwa-jiwa yang ditangkap oleh si pendeta yang digerakkan oleh David adalah harus Adam Saber, Wes, Dr. Harding, dan anaknya dokter Cara? Ini yang gw masih bingung.
  3. Kenapa juga si pendeta harus menangkap jiwa-jiwa? Apa motivasinya karna dendam atau punya tujuan untuk melenyapkan si nenek yang sekarang buta? I dunno. :(

Tapi yang jelas, setidaknya gw lebih mengerti alur ceritanya film The Shelter ini ketimbang Insidous. Di sini aktingnya Jonathan Rhys-Meyer cukup bagus dan meyakinkan untuk seseorang yang tengah kesurupan (Kalo make istilahnya orang Indonesia). Hehehe!

Dan sepertinya sang sutradara ingin menunjukan ke kita semua kalau yang namanya double split atau kepribadian ganda itu gak ada. Yang ada hanyalah, adanya jiwa-jiwa lain selain jiwa yang bersangkutan di dalam satu tubuh. Atau istilahnya kita tuh, KESURUPAN. Selain itu juga ingin membuktikan, kalau tidak selamanya ilmu pengetahuan mampu menjelaskan semua hal.

But in the last words, the film is so good and i recomend to watched by you.