Gelisah karena Si Nowhere Girl (Lagi)














Satu kabar duka hari ini, idol-mu tidak benar-benar mencintai (Oh... that's hurt!!).

Atau biar kita paham, anggaplah idol kita kayak tukang mi ayam. Tukang mi ayam sengaja ramah, baik, sopan ke kita, yah, agar kita betah mampir ke tempatnya, jadi langganannya. Biar dagangannya laku.

Begitu juga idol-mu. Mereka beri perhatian, agar 'dagangannya' laku. Kasarnya, emang idol kita tuh hanya 'strategi marketing' atau 'kemasan' dari dagangannya agensi atau label rekaman.

Ini bukan kesalahan idol kita, hanya mungkin, kitanya yang terlalu berlebihan tanggapi perhatian idol kita (walau emang bikin baper). Sampai dianggap istri atau suami, dijadiin buat yang kotor-kotor. Itu menjijikan. Gua pun risih, apalagi idol kita. 

Makanya benar kata Doyoung NCT dalam bahasa Indonesia, "Jangan Halu!". Tanggapi sewajarnya perhatian idol kita, dan cintai mereka karena karya-karyanya. 

(Gua nggak ada ngejek Soojin/Weeekly di sini, loh, ya? Santai, Bro. Gua juga stan Weeekly)














Tulisan di atas, yang di-quote, berasal dari status Facebook salah seorang teman online. Aku mendadak ingin mengabadikannya di IMMANUEL'S NOTES. Jujur, responku antara  setuju dan tidak setuju. Di bagian setuju-nya, menurutku, seyogyanya kita tidak perlu mengusik kehidupan pribadi seseorang, entah orang itu selebrita maupun non-selebrita. Cukup nikmati saja hasil dari pekerjaannya. Tak perlu juga dicampuri dengan siapa si selebrita jatuh cinta (dan jangan iri pula dengan kehidupan orang lain). 

Sementara bagian tidak setujunya, well, ini berkaitan dengan cerita "Nowhere Girl". Mau cerita panjang lebar lagi, aku rada takut. Malas juga. Toh, aku sudah lumayan sering bercerita tentang fenomena aneh yang aku alami sejak 2015 dan 2019. Clue-nya adalah alam mimpi, dunia roh, atau kasarnya lagi, dunia halu (dari kata halusinasi). Hufftt

Begini,... 

Apa yang akan kalian lakukan jika secara insting kalian tahu bahwa post yang kalian baca di sebuah akun Twitter (dan kebetulan) itu (memang) ditujukan untuk kalian? Jika menggunakan bahasa anak gaul jaman sekarang, yang kalian lakukan bisa dianggap, baper (baca: bawa perasaan). Terlalu peka atau sensitif. Nah, itulah yang terjadi pada diriku, dan ini berkaitan erat si Nowhere Girl. Gila, kah, ini? Hell, yeah, I admit, such a crazy

Begitulah. Cukup sampai di sini, toh, aku cukup sering bercerita, baik di "Nowhere Girl" maupun di "Mbakyu Story". Hingga detik ini, aku terus berharap adanya keajaiban dan banyaknya tangan-tangan nan baik hati yang secara ikhlas membantu untuk mempertemukan aku dengan si Nowhere Girl. Atau, setidaknya agar aku bisa berkomunikasi normal dengan si Nowhere Girl

Omong-omong, salahkah apa yang kualami bersama si Nowhere Girl? Dosakah ini? Aku buka pengakuan sekali lagi, aku ini terkenal pemalu, pendiam, dan anak rumahan sejati. Hingga detik ini pula, aku belum pernah melakukan hal-hal aneh apalagi yang sekiranya melanggar norma, khususnya norma dari agama yang aku anut. 

Pun, benarkah apa yang kualami bersama si Nowhere Girl ini dari Tuhan (ada beberapa orang temanku berkata seperti itu)? 

Alah, pusing kepalaku. Semoga masalah dengan si Nowhere Girl cepat menemukan kejelasan atau titik temu. Kenapa juga terlalu banyak cengkunek? Drama-drama ini sudah terlalu banyak, dan aku sangat tidak menginginkan setiap drama ini. Aku sangat frustrasi dan gelisah (yang di balik kefrustrasianku, aku percaya si Nowhere Girl memang berasal dari sosok di kehidupan nyata). 















Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~