#MbakyuStory Nyebut, Mbakyu, Nyebut!

 













Pagi-pagi aku sudah melihat Mbakyu aku lagi berolahraga. Senam pagi. Mbakyu terlihat sangat cantik dan seksi. Boleh kan, aku menggunakan kata 'seksi'? Kami, bangsa kucing, juga tahu istilah 'seksi' tersebut? Walau seksinya seekor kucing dan seksinya seorang manusia itu jelas berbeda. Contoh, kucing tetangga itu sangat seksi untuk aku pribadi. Dia punya mata yang sangat mempesona. Aku sangat suka melihatnya. Selain itu, bulu-bulunya sangat aduhai. Aku sangat suka saat aku berdekatan dengan dirinya. 

"Tu wa tu wa..." 

Mbakyu aku mulai menghitung. Sekarang kakinya yang ia gerakkan. Ia hentak-hentakkan beberapa kali ke tanah. Aduhai sekali. Aku suka banget melihatnya. 

"Mpus,... pergi sana. Jangan ganggu. Mainnya ntar aja, yah."

Wah, Mbakyu, aku pengin terus menerus berdekatan dengan kamu. Bau badan kamu saat berolahraga itu sangat enak untuk hidung aku. 

"Udah, yah, kamu di sini aja. Bentar, aku masuk dulu. Kamu laper, kan? Kuambilin Whiskas-nya dulu."

Tahu saja Mbakyu. Sejak semalam, aku belum makan. Rasanya lapar banget. Tak tertahankan. 

"Aduhhh!!!"

Waduh, kenapa tuh? Aku langsung bergegas turun dari atas bangku teras. Kuhampiri Mbakyu dan mengeong-ngeong. Artinya kurang lebih begini: "Sakit, Mbakyu? Sini, Mpus obati," Seolah-olah aku adalah laki-laki hidung belang yang tengah mencoba mendekati Mbakyu. 

"Bentar, Mpus. Aku ngobatin luka dulu. Ma,... Betadine mana????" 

"Yah, kamu taruh di mana emangnya, Sayang. Kan, yang terakhir make itu kamu."

Begitulah secuil kehidupan di rumah Mbakyu. Kalau lagi di rumah, Mbakyu memang seperti itu. Tak jarang ia bersuara kencang. Berisik memang, namun merdu. 

Eh, apa itu? Ini dia, Betadine-nya di sini. Aku langsung tangkap dengan mulutku dan berlari kencang menuju Mbakyu. 

"Makasih, Mpus."

Aduh, lembutnya tangan Mbakyu. Mulusnya. Hangat juga. Mbakyu bisa menjadi calon istri ideal. Si Gebetan itu pasti tak akan pernah menyesal. 

"Aku nggak tahu gimana nasib aku kalo nggak ada kamu, Mpus."

Aku pun sama. Aku padamu, Mbakyu. 

"Mpus, tahu nggak aku kadang suka kepikiran kalo aku meninggal nanti? Berapa banyak orang yah yang bakal kehilangan aku? Doi apa kehilangan juga?"

Itulah Mbakyu aku. Apa setiap majikan seperti itu? Kalau kucing mereka suka mendatangi, mereka suka mendadak curhat. Apa seperti itu? 

Tapi, Mbakyu, kamu jangan khawatir. Kamu kan cukup eksis di kampus. Pasti banyak yang kehilangan kamu. Mungkin si Gebetan juga bakal kehilangan walau kamu belum pernah menyatakan langsung perasaan kamu. Kamu hanya bisa berkode-kode saja ke dia. Mana dia paham. 

"Husss... nggak boleh ngomong gitu, Sayang. Pamali. Eling. Nyebut, gih, nyebut."

Benar, Mbakyu. Lebih baik fokus saja dalam hidup ini untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Meski aku tahu kenapa kamu ngomong begitu. Tak salah, kok, berkata begitu. Aku juga kalau lagi jalan-jalan, suka terpikirkan hal-hal itu. Aku jadi ingat aku pun banyak dosa. Kemarin-kemarin habis ngembat ikan cuwek dari warteg  juga. Huehehe....






Silahkan klik "Mbakyu Story" untuk mengetahui seluruh cerita antara Mpus dan Mbakyu. Penasaran rupa Mbakyu seperti apa? Stay tuned!







Comments

Place Your Ads Here