#MbakyuStory Mbakyu Berharap Dicium Pangeran Tamvan














Huhuhu... aku dicuekin lagi. Terabaikan. Mbakyu mendadak lebih suka main dengan boneka-bonekanya lagi. Terutama main dengan boneka barebear kesukaannya yang berwarna merah muda. Apa bagusnya sih boneka barebear merah muda-nya itu? Sudah benda mati, gendut juga. Masih mending aku, yang lebih berisi. Kata kucing tetangga, perutku six pack. Dia suka memepetkan badannya ke bulu-bulu aku. Katanya, itu serasa diselimuti dengan selimut mahal yang import dari Paris. Hahaha... padahal dia hanya berkeliaran di gang-gang komplek. Hobinya mengikuti tukang bakso. Iya, bakso itu makanan kesukaannya. 

"Bobo, kamu itu ngingetin aku sama doi. Doi gimana kabarnya, yah?" 

Dih! 

Najis lama-lama kelakuan Mbakyu.  Telepon, dong. SMS. Nanti gebetan kamu ditikung, loh. Siapa tahu gebetan kamu itu lagi memikirkan cewek lain. Daripada mesra-mesraan dengan si Barebear, mending belai-belai bulu-bulu aku. Aku rindu belaian kamu. Cumbu aku, Mbakyu. 

Astaga, inilah karena keseringan pengin tahu urusan dalam rumah yang suka kunjungi. Perlahan aku jadi terpengaruh kebiasaan orang tersebut. Baru-baru ini aku melewati rumah seorang pemuda yang lagi asyik sendiri. Masak itu-nya dimasukin ke dalam sabun yang berlubang? Si pemuda itu lalu berkata, "Cumbuin aku," berkali-kali menyebut nama seorang perempuan. Mungkin itu nama gebetannya. 

Eh, sebentar. Kenapa ngomong jorok, sih? Kisah #MbakyuStory ini bukan cerita stensilan. Kalau mau stensilan, baca saja koran-koran tanda kutip. Huahaha...

Apa? Kalian penasaran dengan wajah Mbakyu? Kasih tahu nggak, yah? Tapi pernah dengar mitos yang bilang kita ini punya tujuh kembaran di dunia ini? Kata teman-temannya, wajah Mbakyu mirip dengan wajah salah seorang personel girlband. Bedanya, mata Mbakyu itu sedikit lebih besar daripada mata si personel. Mbakyu juga nggak begitu jago nge-dance. Kaku. Cuma mirip, tapi nggak mirip-mirip banget. 

Astaga, Mbakyu! Tidaaaaaak!!! 

Jangan pernah kau berikan ciuman kamu itu untuk si Barebear. Aku nggak relaaaaaaa!!!

"Kamu apaan, sih? Sakit, tauk, aku-nya. Yang dua hari lalu aja, lukanya belum sembuh."

Iya, aku minta maaf. Habisnya aku merasa kamu kurang perhatian lagi padaku. Kembalilah padaku lagi, Mbakyu aku tersayang!

"Duh, Mpus, lain kali jangan cakar-cakarin aku lagi. Kuku-kukumu itu tajem. Eh, Mpus, aku dari dulu pengen ciumin bibir kamu. Kalau kucium, apa kamu bakal menjelma jadi pangerannya Putri Salju?"

Hah? Nggak salah, nih? Jadi, selama ini aku dikira penjelmaan pangeran ganteng. Kata kucing tetangga, aku ini kucing paling ganteng di seantero komplek. 

Sebagai gantinya,  aku menjilat-jilati pipi Mbakyu.

"Mpus Sayang,... kamu punya pacar nggak, sih? Udah enam lima tahunan kamu di rumah, apa kamu nggak tertarik buat kawin, Mpus?"

Hiks... sama kayak Mbakyu, aku juga lagi menunggu momen yang tepat untuk menyatakan cinta ke kucing tetangga itu. Gimana, yah, ngomongnya? Kan, aku pengin beranak pinak juga.







Silahkan klik "Mbakyu Story" untuk mengetahui seluruh cerita antara Mpus dan Mbakyu. Penasaran rupa Mbakyu seperti apa? Stay tuned!







Comments

Place Your Ads Here