Pernikahan Teman Pertama yang Kuhadiri













"Tidak ada yang namanya soulmate (belahan jiwa) jika belum menjalani kehidupan berumah-tangga selama enam puluh tahun." - salah seorang Romo di Gereja Santo Yohanes Bosco.

👧 : Kapan kali pertama menghadiri acara pernikahan? 
Nuel Lubis : Aku lupa-lupa ingat. Mungkin, kalau tak salah ingat, bisa saat aku masih SD, bisa pula saat aku masih SMP kelas 1. Pernikahan yang aku hadiri itu pernikahan salah seorang sanak saudara dari pihak Papi.

👧 : Semenjak saat itu, berapa kali menghadiri acara pernikahan?
Nuel Lubis : Ada empat kali. Hanya saat pernikahan yang pertama tadi, pernikahan Bang Hot (2000), pernikahan Kak Sely (2013), dan pernikahan Bang Mardin (2013).

👧 : Sepertinya kamu belum pernah menghadiri pernikahan seorang teman, yah. Yang tadi itu, semuanya sepertinya dari keluarga besar kamu, yang aku lihat.
Nuel Lubis : Haha... Tiga itu sepupu aku. Yang satu itu kakak sulung aku. Sejauh ini, mungkin belum menemukan momennya saja, aku belum pernah menghadiri pernikahan seorang teman. Diundang, sih, aku sudah beberapa kali. Hanya saja, aku punya banyak kali ribuan alasan kenapa tak bisa menghadiri.  

👧 : Dasar... Oh iya, kalau itu kan karena yang menikah itu masih ada hubungan darah. Sudah pasti dapat kiriman undangan, dong. Nah, kalau yang menikah itu teman, tak ada hubungan darah, sebelumnya pasti dikirimkan undangan kan, kapan pertama kamu dapat undangan pernikahan?
Nuel Lubis : Itu sekitar tahun 2012 atau 2013. Yang mengundang teman kuliah dan satu angkatan. Dia mengirimkan aku kartu undangan online. Yang bentuk fisiknya itu tidak kuterima. Yah, aku bingung juga. Datang ke sana nanti itu nanti seperti apa dan bagaimana. Bilangnya apa nanti saat di meja tamu. Kan, aku nggak menerima undangan secara fisik.  Haha... alasan banget, yah, aku?!

👧 : Dasar lakik, suka banyak alasan! 
Nuel Lubis : Haha... 😂

👧 : Pertanyaan terakhir, nih. Bagaimana rasanya menghadiri pernikahan temanmu itu barusan?
Nuel Lubis : Rasanya luar biasa. Ada hikmahnya juga work from house karena pandemik.  Aku yang pemalu dan suka banyak alasan (agar tak bisa datang), akhirnya bisa merasakan dan menghadiri pernikahan seorang teman. Pernikahannya di gereja, terus secara Katolik juga. Aku sangat bisa merasakan kekhidmatannya. Terima kasih, Tuhan, atas pengalaman pertama aku ini. Pengalaman pertama ini sangat luar biasa!

👧 : Semoga kamu cepat menyusul, yah! 




Comments