Beberapa Fakta tentang Carlo Acutis

 









1. Carlo Acutis lahir di London, Inggris pada tanggal 3 Mei 1991.

2. Ayahnya bernama Andrea Acutis dan ibunya bernama Antonia Acutis.

3. Ia dibaptis pada tanggal 18 Mei 1991 di Gereja Our Lady of Dolours, London.

4. Ia dibaptis dengan nama Carlo Maria Antonia.

5. Carlo Acutis masuk TK pada usia 4 tahun pada tahun 1995.

6. Carlo Acutis masuk SD dan Sekolah Menengah di Instituto Tommaseo.

7. Serial anime favorit Carlo Acutis adalah Pokemon.

8. Pada tanggal 16 Juni 1998 di biara pertapa Perego, Carlo Acutis menerima komuni kudus pertamanya. 

9. Gereja paroki asal Carlo Acutis adalah Gereja Santa Maria Segreta, Milan.

10. Carlo Acutis mengumpulkan data lebih dari 136 mukjizat ekaristi.

11. Carlo mengikuti misa setiap hari. Menurut Nicola Gori, postulator-nya, "Carlo memimpin untuk menarik anggota keluarganya, orang tuanya untuk menghadiri mksa setiap hari. Dialah yang berusaha untuk menghadiri misa dan meyakinkan orang lain untuk menerima komuni setiap hari."

12. Ketika mereka melakukan perjalanan, urutan kewajiban pertama yang diminta Carlo adalah menemukan sebuah gereja dan mencari jadwal misa.

13. Carlo sangat ahli dalam bidang komputer hingga teman-temannya yang lebih tua dengan gelar Teknik Komputer, menyebut dia jenius.

14. Salah satu tempat favorite Carlo adalah Asisi, tempat kelahiran St. Fransiskus, di daerah Umbria, Italia.

15. Carlo menjadi seorang katekis pada usia 11 tahun.

16. Carlo mengaku dosa dan menerima sakramen tobat seminggu sekali.

17. Carlo sangat berdevosi kepada Bunda Maria Rosario khususnya dengan gelar Bunda Maria Fatima dan Bunda Maria dari Pompeii.

18. Carlo tahu cara menggunakan Adobe Photoshop, Dreamweaver, PowerPoint dan program-program rumit lainnya.

19. Carlo adalah seorang pencinta binatang. Ia memiliki kucing dan anjing sebagai binatang peliharaannya.

20. Menurut sepupunya, Carlo biasa membuat film pendek di mana tokoh-tokoh protagonis utamanya adalah hewan peliharaannya, dia sendiri membuat dialognya sambil berbicara dengan cara Chipmunk.

21. Carlo menghabiskan dua setengah tahun untuk meneliti dan membuat katalog tentang mukjizat ekaristi di seluruh dunia .

22. Carlo berperan penting dalam pertobatan Rajesh Mohur, seorang teman sejatinya dan kolaborator keluarganya dari agama Hindu ke agama Katolik karena cara hidup Carlo.

23. Carlo memiliki gaya hidup sederhana. Ketika ibunya menyarankan untuk membelikan Carlo barang-barang mahal seperti sepasang sepatu baru, ia menolak.

24. Salah satu tempat favorit Carlo adalah Monte Subasio di provinsi Perugia, Umbria, Italia Tengah, di mana di daerah lerengnya terletak kota tua Asisi dan Spello.

25. Carlo adalah pembawa damai. Ia membela orang-orang yang menjadi korban bullying.

26. Carlo berdevosi kepada St. Fransiskus Asisi dan St. Antonius Padua.

27. Carlo membaca banyak buku dan mempelajari software komputer dan programming secara otodidak.

28. Carlo belajar di Sekolah Menengah Atas Instituto Leone XIII (sebuah lembaga Yesuit).

29. Ayah Carlo adalah Andre Acutis, yang memiliki ibu asal Polandia. Ia jarang muncul di gereja karena banyak bekerja.

30. Carlo sangat peka terhadap situasi dan masalah yang dihadapi teman-temannya.

31. Carlo menyukai video games, di antaranya Gamecube, Xbox dan Playstation. 

32. Carlo percaya bahwa cara yang paling efektif untuk menolong jiwa-jiwa di api penyucian adalah misa kudus.

33. Briciola adalah nama anjing kesayangan Carlo, yang masih hidup hingga saat ini dan berusia 15 tahun.

34. Carlo mendokumentasikan penampakan Bunda Maria di Bechwat, Lebanon.

35. Carlo menyukai olahraga sepak bola.

36. Walaupun Carlo tidak terlalu mahir dalam sepak bola, ia tetap menikmatinya dan menjadi salah satu fans dari AC  Milan. Ia memiliki jersey dengan tulisan nama idolanya: Paul Scholes (8), pemain Manchester United. 

37. Menurut salah satu teman baik Carlo, ia merasa beruntung bertemu dengan Carlo dan menganggap Carlo sebagai seorang Kristen sejati.

38. Carlo bekerja sebagai seorang relawan di sebuah dapur untuk memasak sup bagi orang miskin.

39. Setiap hari Carlo menghabiskan waktu beberapa menit untuk berdoa dengan tenang di hadapan tabernakel .

40. Carlo suka membuat kelucuan. Ia selalu membuat teman-teman sekelasnya tertawa dan kadang-kadang membuat kelucuan dengan meniru guru bahasa Perancis mereka.

41. Pada saat usia di mana anak laki-laki cenderung membaca cerita-cerita global yang tak berguna, ia membaca buku tentang api penyucian dan doa-doa yang dipersembahkan bagi jiwa-jiwa yang menderita di api pencucian. 

42. Selain ketertarikannya pada komputer, sepak bola, dan games, ia juga tertarik dengan mobil.

43. Walaupun Carlo berasal dari keluarga yang kaya raya, ia tidak pernah meninggikan diri di atas mereka yang lebih rendah lainnya.

44. Antonia Salzano, ibu dari Carlo mengatakan bahwa puteranya membawanya kembali ke dalam iman Katolik.

45. Carlo tertarik pada seorang gadis, yakni teman sekelasnya, tetapi mereka hanya sedikit sekali berinteraksi karena mereka masih terlalu muda.

46. Carlo memiliki apa yang disebut dengan "kotak" untuk menjadi orang suci.

47. Carlo berdevosi kepada para malaikat kudus.

48. Carlo memiliki devosi khusus kepada St. Mikhael dan sering mengunjungi tempat kudusnya di Gargano.

49. Upaya Carlo sebagai misionaris sejati: menjangkau sebanyak mungkin orang, dan memperkenalkan mereka pada keindahan dan kegembiraan akan persahabatan dengan Yesus.

50. Carlo terinspirasi oleh karya-karya sesama orang Italia, yakni Beato James Alberione. Beato James Alberione adalah seorang pendiri Paulines dan putri-putri St. Paulus. Beato James Alberione dan komunitas religius yang ia dirikan dikenal karena meletakkan bentuk baru media dalam pelayanan Injil. 

51. Dengan kekayaan Carlo, ia berhati-hati untuk tidak menghabiskan uangnya. Ia bahkan berdonasi untuk Biara Kapusin di Viale Piave, Milan, Italia, yang melayani dalam memberi makan kepada orang-orang yang tidak mempunyai rumah. 

52. Selain memberikan uang untuk orang-orang miskin, ia juga mendonasikan sleeping bag kepada para tunawisma saat perjalanannya untuk menghadiri misa di Gereja Santa Maria Segreta.

53. Kegiatan Carlo selain komputer dan sepak bola, ia juga mengajar katekese kepada anak-anak, memberi makan orang-orang miskin di kantin Caritas, dan menghabiskan waktu dengan anak-anak Oratory.

54. Pada september 1991, keluarga Carlo kembali dari London ke Milan.

55. "Ketika anda berjemur di bawah matahari, kulit anda menjadi kecoklatan. Tetapi, ketika anda menempatkan diri anda di hadapan Yesus dalam ekaristi, anda menjadi orang kudus." - Carlo Acutis.

56. Carlo memiliki beberapa model surgawi muda dalam kehidupannya, yakni: Santo Fransisko Marto, Santa Yasinta Marto, Santo Dominikus Savio, Santo Tarsisius, Santa Bernadeta Soubirous.

57. "Carlo memiliki Yesus di dalam hatinya. Sungguh-sungguh kemurnian. Jika kau memiliki hati yang benar-benar murni, kau benar-benar dapat menyentuh hati orang lain." begitulah yang diucapkan olehAntonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

58. "Anda tidak perlu memandang Carlo sebagai seorang yang sempurna, dia adalah seorang anak yang harus didisiplinkan". - Antonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

59. "Carlo sedikit perfeksionis, tetapi tidak obsesif. Dia selalu mencoba untuk memperbaiki". - Antonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

60. "Carlo suka makan dan pada satu titik dia merasa terlalu memanjakan diri. Ia kemudian memaksakan diri lebih banyak pantang untuk makan dan menikmati makanan, tetapi pada waktu yang tepat dan cara yang tepat. Dia berjuang tapi dia mencapainya". - Antonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

61. "Pasti mukjizat yang dilakukan oleh Perawan Maria selama penampakannya di bumi dapat sangat membantu untuk meningkatkan iman banyak orang. Bagaimana mereka bisa diabaikan.Dia sering bertanya, 'Permohonan yang Bunda Maria dapat berikan kepada kita?' Namun dia berkata bahwa (dengan) mengetahui iman kecil kita, dalam kebaikan keibuannya, Bunda Maria ingin melakukan keajaiban yang tak terhitung jumlahnya dengan tepat untuk membantu kita percaya. Namun, terlepas dari tanda-tanda yang menakjubkan ini, masih banyak orang, hingga hari ini, tetap tidak peduli." - Carlo Acutis.

62. Carlo pernah berkata, "Mereka akan mengantri untuk kita menonton konser, tapi tidak mau berdiri sesaat saja di depan tabernakel." Carlo berkata kepada ibunya bahwa ketika dia berada di depan ekaristi kudus, Ia merasakan jiwanya terangkat dengan cara tertentu.

63. Karena bersemangat untuk melakukan sesuatu untuk menarik jiwa kepada Yesus, Carlo muda mulai mengumpulkan data mukjizat ekaristi. Dia diyakinkan bahwa orang-orang tidak mampu untuk menjauh dari misa kudus jika mereka tahu tentang mukjizat-mukjizat ekaristi yang diakui. 

64. "Mengapa manusia sangat peduli dengan keindahan tubuh mereka, tetapi tidak mengkhawatirkan keindahan jiwa mereka?" - Carlo Acutis.

65. "Aku akan mati muda." Carlo diyakinkan bahwa dia tidak akan hidup hingga tua. Dia meninggal pada tanggal 12 Oktober 2006 pada usia 15 tahun, karena leukimia. 

66. Carlo didiagnosa menderita leukimia tiga hari sebelum kematiannya. Dia dikuburkan di Asisi sesuai dengan keinginannya. 

67. Sesaat sebelum kematiannya, Carlo mempersembahkan penderitaannya bagi Bapa Suci dan Gereja. 

68. Ketika Dokter yang merawatnya bertanya kepadanya apakah dia begitu menderita, Carlo menjawab: "Ada orang-orang yang lebih menderita dari aku."

69. Pemakaman Carlo dipenuhi dengan orang-orang yang membanjiri jalan-jalan di Milan. Para remaja berpakaian rapi dari Sekolah Menengah Atas Yesuit Carlo, yang bercampur dengan tunawisma dan penjaga pintu asing yang tak terhitung jumlahnya, termasuk orang-orang dari agama lain. Ini adalah orang-orang yang orang tuanya bahkan tidak pernah tahu bahwa Carlo berteman dengan mereka dalam perjalanan pulangnya dari sekolah setiap hari. 

70. "Beberapa hari setelah pemakaman, saat fajar, sebuah suara membangunkan saya: 'wasiat'. Saya membongkar kamarnya, berpikir bahwa saya akan menemukan tulisan di sana. Tidak ada. Saya menyalakan komputer, instrumen yang saya sukai. Di meja, ada video pendek yang dia rekam sendiri di Asisi tiga bulan sebelumnya. "Saat beratku 70 pounds, aku ditakdirkan untuk mati." Dan, aku memandang langit tanpa beban." - Antonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

71. Pada hari-hari terakhir Carlo, ia berkata kepada ibunya, "Kita selalu dinantikan di Surga." Dan, sesaat sebelum kematiannya, ia dengan gembira berkata kepada ibunya, "Saya bisa meninggal dengan bahagia, karena saya tidak menyia-nyiakan waktu hingga satu menit pun untuk hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan." 

72. Proses kanonisasi Carlo dimulai pada tanggal 15 Februari 2013, Carlo diumumkan sebagai hamba Tuhan. Pada tanggal 13 Mei 2013, Paus Fransiskus mulai mengumumkan Carlo sebagai Venerabilis, yang ditahbiskan pada tanggal 5 Juli 2018.

73. Berbagai mukjizat yang berhubungan dengan Carlo segera terjadi di antaranya. Seorang wanita berusia 45 tahun yang sudah tidak bisa mengandung lagi selama bertahun-tahun, kemudian hamil lagi seminggu setelah pemakaman Carlo. Ada lagi, wanita lain yang menderita penyakit kanker, kemudian disembuhkan secara ajab pada saat pemakaman Carlo. 

74. "Mengapa penting apakah anda bisa memenangkan seribu pertempuran jika anda sendiri tidak bisa menang melawan hasrat yang merusak anda sendiri? Tidak masalah. Pertarungan sebenarnya adalah dengan diri kita sendiri." - Carlo Acutis.

75. "Carlo sangat menyadari perlunya menggunakan waktu dengan baik dan bahkan saat itu mereka memiliki pesan, yang mana dia berpikir ini adalah penggunaan waktu yang sangat buruk. Dia melihat internet sebagai sebuah cara untuk menjangkau banyak orang, tetapi dia juga mengatakan betapa mengerikannya bahwa internet juga dipakai oleh setan, terutama, bahkan kemudian, untuk pornografi." - Antonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

76. "Carlo sangat sadar, sangat sadar, tentang perjuangan orang lain. Seolah-olah dia bisa melihat dosa apa yang ditanggung orang-orang dan dia selalu membantu orang lain . Teman-temannya berjuang melawan ketidakmurnian dan bereksperimen dengan narkoba. Dia selalu berusaha membantu mereka." - Antonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

77. "Carlo mengatakan bahwa kematian adalah awal dari kehidupan baru. Tuhan mengizinkan, sayangnya, salib dan penderitaan karena dosa asal. Dia percaya bahwa sakramen-sakramen adalah belas kasih Allah untuk memampukan kita menanggung penderitaan." - Antonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

78. Sebelum kematian Carlo, ia berkata kepada ibunya, "Mama, saya ingin meninggalkan rumah sakit ini, tetapi saya tahu saya tidak akan melakukannya dalam keadaan hidup, saya akan memberimu tanda-tanda, bahwa saya bersama Tuhan. Golgota untuk semua orang. Tidak seorang pun yang bisa melarikan diri dari salib."

79. IN CHRISTUS VIVIT (KRISTUS HIDUP) adalah khotbah Paus Fransiskus kepada Omorang-orang muda. Paus mengatakan bahwa Carlo Acutis adalah role model bagi orang-orang muda zaman ini yang sering tergoda oleh penyerapan diri, isolasi, dan kesenangan. 

80. Mukjizat yang menuntun pada beatifikasi Carlo itu termasuk kesembuhan seorang anak laki-laki dari Brazil yang menderita penyakit pankreas bawaan yang langka selama tiga hari. Keluarga anak tersebut berdoa novena dengan seorang Imam yang berdevosi khusus kepada Venerabilis Carlo Acutis. Pada hari ketiga, anak tersebut mengatakan bahwa ia ingin makan. Para dokter kemudian menyampaikan bahwa anak tersebut telah sembuh sepenuhnya. 

81. Pada tanggal 23 Januari 2019, jasad Carlo Acutis, digali sesuai dengan hukum kanonik dan dipindahkan ke lokasi yang sesuai dalam rangka persiapan pemindahan mereka ke tempat renunsiasi di Asisi. 

82. "Terus-teruslah meminta pertolongan malaikat pelindungmu. Malaikat pelindungmu harus menjadi teman baikmu" - Carlo Acutis.

83. "Ketika Carlo masih kecil, ia pergi ke pantai, ia membawa serta masker, dan membuat permainan 'Pergi Berburu', untuk sampah-sampah di pantai. Ia sering membawa anjing-anjing untuk berjalan-jalan di taman dan mengumpulkan sampah yang ada disana. Hanya hal-hal kecil untuk membuat sudut dunia yang lebih baik." - Antonia Salzano, ibunda Carlo Acutis.

84. Orang-orang yang menghadiri pemakaman Carlo memperhatikan bahwa dari jasad Carlo tercium aroma bunga lili. Mereka menghubungkannya dengan kemurnian dan devosinya kepada St. Antonius dari Padua.

85. Carlo sangat mencintai Bunda Maria, dan tidak pernah melewatkan janjinya untuk berdoa rosario kudus yang ia sebut sebagai kencan paling romantis.

86. Apakah anda pernah berpikir bahwa suatu hari nanti putera anda akan diangkat untuk dihormati di altar? Mereka bertanya kepada ibunda Carlo, Antonia Salzano, dalam wawancara terbaru. Ia menjawab: "Saya yakin dia sudah menjadi orang kudus sejak dia masih hidup. Ia menyembuhkan seorang wanita dari penyakit tumor dengan memohon kepada Bunda Maria dari Pompeii."

89 Situs yang dibuat Carlo masih naik di internet (www.miracolieucaristici.org). Situsnya berisi pameran internasional tentang keajaiban ekaristi yang diciptakan dan dirancang oleh hamba Tuhan, Venerabilis Carlo Acutis.


Sumber asli: 

Tropa ni Carlo Acutis

Terjemahan: 

Dari berbagai sumber, dan dirapikan sesuai dengan standar IMMANUEL'S NOTES.














Comments