Selamat Jalan, Bapak Jakob Oetama!

 













Mengingat novelku, "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" perdana masuk ke toko buku sejak Maret 2016, apalagi industri perbukuan masih (agak) dimonopoli oleh Kompas-Gramedia, aku mengucapkan sangat berduka atas meninggalnya salah satu pendiri Harian Kompas, Bapak Jakob Oetama.

Untuk Kompas sendiri, Harian itu sudah ada di rumahku sejak aku kecil (era 90-an). Lalu, keluarga aku pernah berlangganan Bola, Soccer, Intisari, Fantasi, Tablo, Donal Bebek, dan Bobo (yang rata-rata sudah gulung tikar). Kesemuanya itu masuk ke dalam keluarga besar Kompas-Gramedia. Sehingga aku merasa sudah seperti menjadi bagian dari Kompas-Gramedia secara tak langsung. Itulah sebabnya juga aku merasa kehilangan atas kepergian beliau. 

Tambahan, saat aku masih SMA, aku pernah membaca biografi tentang Petrus Kanisius Ojong, rekan sesama pendiri. Ada diceritakan pula tentang Jakob Oetama. Keduanya itu sama-sama tokoh inspiratif untuk aku pribadi. 

Selamat jalan, Pak Jakob. Akhirnya engkau bisa bertemu dengan rekan Bapak tersebut. Semoga arwah Bapak diterima di sisi-Nya.






Comments