Jin dalam Mitologi Arab

 











Barusan aku lihat video menarik dari channel Youtube "Crack an Egg". Mereka tengah membahas mengenai orb, flare, dan kemunculan penampakan makhluk halus di dalam foto. Aku tak berniat menghujat juga, walau aku sedikit memuji caranya mereka membedah suatu fenomena yang ada di masyarakat. Jujur, aku sempat beberapa kali terpengaruh dengan tiap kata mereka. Tak sering aku mengangguk-angguk sendiri di depan laptop. Mereka terlihat serius sekali dengan segala opini dan teori yang mereka keluarkan. Itu terlihat sekali dari cara mereka membentuk gestur, cara mereka bertutur, membentuk mimik, dan cara mata mereka berekspresi. 

Yang menyadarkan aku agar tak terlalu terpengaruh itu justru dari komentar seseorang di video tersebut. Ada seseorang yang memberikan pandangannya sendiri--yang agak berbeda dari si empunya channel. Dia menjelaskan bahwa dirinya percaya makhluk halus itu nyata (no offense, yah!). Dan, katanya, makhlus halus itu hidupnya di dimensi keempat, sementara manusia itu hidup di dimensi ketiga. Sampai di sini, aku mendadak teringat dengan Almarhum Dias. Kalau tak salah ingat, si Kiddo itu pernah mengatakan hal yang senada. 

.....

Oke, lanjut. 

Aku tidak tahu teori String itu betul-betul ada atau tidak, tapi katanya dimensi itu dibagi menjadi tiga dimensi ruang, yang salah satunya itu merupakan dimensi waktu. Di saat makhluk empat dimensi itu masuk ke dimensi manusia (ada yang bilang, makhluk halus seperti dedemit itu makhluk empat dimensi), mereka bisa berubah-ubah sesukanya mereka. Dimensi keempat yang mana mereka tinggal itu sendiri juga suatu dimensi di mana mereka bisa melihat masa depan, walau terhalangi oleh keberadaan para malaikat. Selanjutnya, dia langsung mengaitkannya dengan Teori Relativitas-nya Albert Einstein, yang sering digunakan untuk menjelaskan konsep mesin waktu. 

Mungkin ada benarnya juga. Walaupun demikian, aku tetap mengusahakan diriku agar tak terlalu terpengaruh. Biar bagaimanapun, yang dibilang yang bersangkutan cukup berhubungan dengan informasi yang kudapatkan dari salah seorang teman bloger yang dulunya anak Untar.













Makhluk halus yang ia sebutkan itu mirip dengan ciri-ciri Ghoul. Dijelaskan, Ghoul merupakan makhluk yang memiliki kemampuan untuk berubah bentuk, yang kanibal, yang suka dengan darah dan daging manusia, khususnya anak-anak dan mereka yang suka bepergian sendirian. Ghoul juga dikabarkan tidak akan segan-segan untuk melakukan kekerasan. 

Tak hanya Ghoul, ada juga makhlus halus sejenis Si'lah yang memiliki kemampuan untuk berubah bentuk. Si'lah ini aslinya jelek, yang suka bertransformasi menjadi perempuan cantik dengan tujuan untuk menyusui (Katanya begitu. Aku hanya menerjemahkan dari gambar kedua di atas soalnya. Maaf jika ngawur). Bahkan, ada salah satu dari Si'lah yang mengaku keturunan dari leluhur mereka yang sukses menikahi pria manusia. Ini yang disebut sebagai Banu Al-Si'lah, yang cukup terkenal di Najd.

Eh, sebentar, sebentar, ini sebetulnya bahas apa, yah? Dari penampakan makhluk halus di dalam foto, kenapa malah jadi membahas  tentang makhluk halus dalam mitologi Arab. Tapi, okelah, kayaknya aku lebih membahas makhlus halus dari mitologi Arab saja.

Anyway, post ini tak bermaksud negatif. Aku juga tak berniat untuk menakut-nakuti. Hanya untuk mengedukasi saja bahwa selama ini kita tidak sendirian hidup di alam semesta ini. 'Mereka' ada. 'Mereka' ini maksudku ialah makhluk halus yang konon datangnya dari dimensi lain. Ada yang bilang, mereka datang dari dunia paralel. And then, I don't insist you all to believe this content 100 percent. Suka-suka kalian. Toh, kalian sudah diberikan semacam kehendak bebas oleh Tuhan. Mengenai percaya atau tidak, itu hanya tentang waktu saja. Ada masanya untuk percaya, ada masanya juga untuk tak percaya.

Oke, lanjut ke pembahasan mengenai jenis makhlus halus. Karena, sebetulnya aku memang berniat untuk membahas mengenai hal tersebut. Haha.

Jenis yang selanjutnya adalah Ifrit. Tahu Jin Ifrit, kan? Nah, Ifrit konon merupakan jin yang menguasai api, dan dikenal sebagai sosok yang mudah marah. Jin ini katanya muncul dari balik asap yang tebal. Mereka dikabarkan sering bergaul dengan manusia yang sayangnya dari kasta terhormat seperti raja. Ada yang bilang, ada Ifrit yang baik. Ada juga yang bilang rata-rata Ifrit itu jahat banget.

Selanjutnya, Marid. Genie yang berasal dari cerita Aladdin itu terinspirasi dari Marid, yang konon bisa mengabulkan permintaan. Namun, agar bisa terkabul permohonan kalian, itu tak seperti Genie. Kalian harus memiliki ilmu (baca: kesaktian) untuk menaklukan Marid yang sering berhubungan dengan segala hal yang berbau air. Namanya juga bersekutu dengan makhluk halus, pasti ada harga yang harus dibayar, yang tak harus dengan nyawa. Hmmm...

Oke, lanjut ke jenis yang berikutnya: Bahamut.

Bahamut merupakan makhluk halus yang berbentuk ikan berkepala gajah. Bahamut konon yang menopang alam semesta ini. Mata (batin) manusia tidak akan tahan untuk berlama-lama menatap Bahamut. Apalagi Bahamut ini sangat kuat, yang bahkan lebih kuat daripada Ifrit, Marid, Ghoul atau Si'lah. Ada yang bilang, Bahamut ini memiliki bentuk yang lebih transparan lagi, yang tak semua orang bisa melihatnya. 

Yang terakhir, Shaitan--atau Syaiton. Syaiton itu sendiri berarti 'astray' atau tersesat. Jin ini bisa merasuki ke dalam tubuh manusia dan membisiki sesuatu ke dalam pikiran manusia. Syaiton ini sangat setia dengan yang menciptakan mereka, yang tak lain dan tak bukan ialah Lucifer.

Segitu dulu penjelasanku tentang jin dalam mitologi Arab. Kalian boleh percaya atau tidak. Dan, aku tak bermaksud untuk menakut-nakuti apalagi untuk tujuan jahat. Terus nantikan pula konten-konten horor/misteri di IMMANUEL'S NOTES!







Comments