Review "Amoreureka" oleh Veliks, Surabaya






Sebuah review singkat dari Veliks:







"Amoreureka" berada di rumah seorang pembaca yang tinggal di Surabaya. 








Hai para pembaca. Perkenalkan nama saya Veliks, pria berumur 28 tahun yang tinggal di Surabaya. Kali ini saya akan me-review sebuah novel unik yang berjudul “Amoreureka” yang diterbitkan oleh Raditeens.

Novel ini berukuran sedang, panjangnya 20 cm, lebarnya 14 cm dan tebalnya 1,8 cm sehingga dapat pembaca bawa dengan mudah di dalam tas ransel, tas selempang ukuran besar, atau dimasukan dalam kamus tebal dan dibaca saat kelas mata kuliah yang membosankan. Tebal buku ini adalah 316 halaman yang terdiri dari 10 halaman pembuka, 303 halaman yang berisi cerita dari novel ini, 1 halaman kosong (halaman 304) dan 2 halaman profil penulis.

Novel ini sampulnya bergambar pemandangan malam di sebuah perkotaan. Ada gambar gedung-gedung di sebuah perkotan yang hampir menjadi satu dengan warna latar belakang, gambar bulan dan tulisan “Amoreureka” yang bentuk hurufnya cukup sulit terbaca tapi mungkin dimaksudkan oleh desain sampul untuk menarik perhatian calon pembaca. Hal yang tidak biasa pada novel pada umumnya adalah absennya nama penulis di sampul depan novel maupun sampul belakang novel.

Di bagian belakang novel terdapat sinopsis novel yang cukup menarik pembeli dengan mencantumkan ayat kitab suci.  Setelah membuka sampul plastik pelindung novel, baru saya ketahui penulis novel ini adalah Nuel Lubis. Di halaman profil penulis, Nuel Lubis mencantumkan alamat blog www.immanuel-notes.com, jadi kemungkinan nama pena “Nuel” merupakan singkatan dari nama asli penulis, Immanuel. 

Keunikan lain dari novel ini adalah penulis sengaja mencantumkan foto dirinya berdua dengan temannya di halaman profil penulis, sehingga bagi pembaca yang belum kenal dengan pak Nuel, akan bingung dengan penampilan pak Nuel di foto yang terdapat di halaman profil penulis di bagian akhir buku novel ini.

Tokoh utama dari Novel ini adalah seorang mahasiswa yang rajin belajar bernama Glen Natanoto dan Orihime Lontoh. Glen adalah orang Indonesia yang karena suatu alasan saat SD pindah ke Amerika Serikat. Glen yang sudah kuliah di Amerika Serikat memutuskan untuk mengikuti program pertukaran pelajar di kampung halamannya di Jakarta sekaligus mencari sahabat, atau bisa dibilang pacar masa kecilnya yang bernama Orihime Lontoh, atau yang disebut Ori.

Tapi--karena beberapa hal yang tidak akan saya sebutkan karena akan menjadi spoiler--Glen tidak bisa seenaknya janjian bertemu dengan Ori melalui Facebook Messenger atau Whatsapp. Pertemuan mereka diatur oleh seorang lelaki yang bernama Arga, yang ternyata kakak dari teman adiknya Glen. 

Tampaknya penulis novel ini tertarik dengan budaya Jepang, karena selain tokoh utama wanita yang bernama Jepang (Orihime), tokoh-tokoh pendukung dari novel ini membuat kita berpikir bahwa penulis sebagai seorang pecinta budaya Jepang--atau biasa disebut otaku

Sepengetahuan saya, tidak banyak novel teenlit yang penulisnya asli orang Indonesia yang mengangkat tema J-Pop (Japanese Pop–budaya populer Jepang) dalam novelnya.
Apakah novel ini recommended untuk dibaca? Menurut saya, ya, untuk mengisi waktu luang dan membaca novel ini di kamar baik bagi kesehatan kalian (karena membacanya di tempat umum yang ramai akan meningkatkan resiko terjangkit COVID-19). Tapi, saya tidak bisa memaksakan kehendak saya, karena selera baca tiap orang berbeda-beda. Menurut saya, novel ini cocok dibaca oleh remaja pria atau wanita, terutama pelajar SMP dan SMA karena tampaknya buku ini bergenre teenlit.






Comments

  1. Sampul buku dan judulnya menarik dan bikin penasaran ya... Apalagi ada unsur jepang-jepangnya...
    Saya jadi kepo amoreureka tuh artinya apa?🤔

    ReplyDelete

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^