Seminggu Nuel Lubis Menikmati Dalgona Coffee














Hari senin
Tumben gerai Bengawan Solo ini menyediakan menu Dalgona Coffee. Kalau kata Uncle Muhto, "Aku suka, aku suka," Dan, aku memesan yang rasa Taro. Rasanya rada aneh. Agak pahit sedikit. Tapi, masih tetap DEP SEDEP.

Hari selasa
Kemasannya unik. Ini mengingatkanku dengan satu drama Korea yang pernah kutonton (Hayo, tebak, drama apa?). Aku seperti tengah minum obat saja. Haha. Anyway, aku beli Dalgona Coffee yang rasa Nutrisari. Baik rasa, kemasan, dan harga, menurutku, cukup sebanding. Puas banget!

Hari rabu
Dalgona Coffee ini murni. Maksudku, si penjual mengolahnya hanya dari Nescafe saja. Well, aku tak tahu apakah ini bisa disebut sebagai Dalgona Coffee atau tidak. Aku seperti tengah minum kopi yang diseduh dengan menggunakan es saja. Enak sih, tapi biasa saja. Tak ada yang istimewa. Menyesal juga aku membelinya.

Hari kamis
Wow, Dalgona Coffee is everywhere. Akhir-akhir ini, Dalgona Coffee tengah dijual di mana-mana, yang berbarengan dengan Alpukat Kocok. Aku yang pecinta kopi dan susu,  jadi kesulitan untuk tidak membelinya.  By the way, lucu juga merek dagangnya. Tertulis: Dalgona Hoy. Lalu, ada tagline 'I need a hug'. Hiks! 😢

Hari jumat
Lagi dan lagi, aku menemukan kedai yang menyediakan menu Dalgona Coffee.  Sangat berasa sekali bahwa ini Dalgona Coffee. Menurut sumber yang kubaca, Dalgona Coffee merupakan perpaduan antara kopi instan, gula, dan air yang dikocok hingga mengental. Kemudian, di atasnya, kita akan tuangkan beberapa tetes susu (walau tak harus susu juga). Kenapa disebutnya Dalgona?  Karena istilah tersebut berasal dari Korea. Menurut orang Korea, rasa Dalgona Coffee itu mirip dengan permen Dalgona. 

Hari sabtu
Dalgona Coffee ini berada Vanilla Blue. Tuh kan, yang kubilang itu benar. Tak harus menggunakan susu. Mana ada, kan, susu rasa Vanilla Blue. Oh iya, yang ini rasanya seperti permen karet.

Hari minggu
Porsinya lebih besar daripada yang biasanya kuminum. Wajar saja, yang ini harganya Rp 10.000. Yang biasanya kuminum itu hanya lima ribu rupiah saja. Walau mahal,  secara rasa, ini sangat DEP SEDEP. Anyway, terimakasih, Dalgona Coffee, engkau sudah menyelamatkan hari-hari aku! Bikin satu minggu aku jadi penuh warna seperti sebuah pelangi saja!
kopi instan, gula, dan air yang kemudian dikocok hingga mengental dan ditaruh di atas es dan susu. D

Baca selengkapnya di artikel "Asal-Usul Dalgona Coffee Kopi yang Jadi Tren Saat Social Distancing", https://tirto.id/eLyn.
kopi instan, gula, dan air yang kemudian dikocok hingga mengental dan ditaruh di atas es dan susu. D

Baca selengkapnya di artikel "Asal-Usul Dalgona Coffee Kopi yang Jadi Tren Saat Social Distancing", https://tirto.id/eLyn.
kopi instan, gula, dan air yang kemudian dikocok hingga mengental dan ditaruh di atas es dan susu. D

Baca selengkapnya di artikel "Asal-Usul Dalgona Coffee Kopi yang Jadi Tren Saat Social Distancing", https://tirto.id/eLyn.
kopi instan, gula, dan air yang kemudian dikocok hingga mengental dan ditaruh di atas es dan susu. D

Baca selengkapnya di artikel "Asal-Usul Dalgona Coffee Kopi yang Jadi Tren Saat Social Distancing", https://tirto.id/eLyn.
kopi instan, gula, dan air yang kemudian dikocok hingga mengental dan ditaruh di atas es dan susu. D

Baca selengkapnya di artikel "Asal-Usul Dalgona Coffee Kopi yang Jadi Tren Saat Social Distancing", https://tirto.id/eLyn.





Comments