#KCAC Mereka Saling Bersahutan












Genre: Romance












[Cici Jessica]
Bang, untuk dulu, untuk kisah kita yang telah berlalu, apa dulu kamu benar kamu sayang dengan aku? Apa saat itu hatimu sudah memilih aku? Rasa-rasanya aku tak percaya setelah yang kamu lakukan kepadaku, Bang Marco. 

Bang, jujurlah ke Cici, kamu yakin aku yang paling sempurna di antara perempuan-perempuan yang lainnya? Manis sekali kata-katamu, Bang, sebelum keberangkatanmu ke Meksiko itu. Sekarang aku meragukan kata-kata itu murni datang dari dalam dirimu. Apanya yang setia, apanya yang bisa membahagiakanku? 

Dulu, kamu anggap aku ini apa? Sayangnya kamu ke aku itu sebagai apa? Apalah arti keberadaanku untuk kamu, Bang. Bang, aku bingung sekarang bagian mana dari kamu yang berkata jujur, terlebih yang tentang aku. Cici lelah, Bang. Cici letih dengan segala sandiwara ini.

Bang, sudahkah kamu tahu seberapa banyak pengorbanan cinta aku ke kamu? Aku juga memiliki hati. Aku tersakiti saat diriku mengetahui perselingkuhan tersebut. Kenapa bisa kamu tergoda oleh pesona perempuan lain, yang lebih murahan daripada aku? Jahat sekali kamu, Bang. Apa ada yang salah dengan diriku sampai kamu campakkan aku seperti ini? Kamu tega berbuat ini padaku. 

Aku awalnya tak begitu suka makan keju. Namun, demi kamu, aku paksakan diri. Aku selalu kepedasan hingga mencret saat memakan makanan yang pedas. Tapi, perlahan demi perlahan, demi kamu, aku jadi ketagihan makan makanan pedas. Aku malah menyukai lagu-lagu Batak karena kamu. Mama sampai geleng-geleng kepala dengan hobi baruku ini. 

Bang,.....

.....kurangnya aku apa daripada si penyanyi kafe tersebut? Aku sama putihnya dengan Dinda. Aku juga bisa bernyanyi. Dulu aku aktif di tim paduan suara asal kamu mau tahu. Yah, memang aku kurang daripada Dinda. Tapi.....

.....aku masih berharap kamu kembali padaku, dari lubuk hatiku yang paling dalam.
🎼 berikan alasanmu sayang,
biar 'ku bisa berkaca sendiri
apa jeleknya diriku
apa bagusnya dirinya
hingga kau bisa tak memilih aku
apa bagusnya dia 🎶









[Bang Marco]
Cici, Cici Kesayangan Abang, kamu di mana? Kamu tengah berbuat apa? Abang kangen Cici. Abang kangen mengelus-elus rambut Cici yang agak ikal tersebut. Kamu kenapa pergi menjauh dari Abang? Salah Abang di mana?

Cici, Abang sudah main gila selama ini. Abang khilaf. Dinda tak ada apa-apanya ketimbang kamu. Masih tetap Cici yang terbaik. Cici, kamu di mana? Mendadak kamu memblokir Facebook Abang. Abang telepon, tidak kamu jawab. Abang menunggu balasan dari kamu, Ci.

Cici, badan Abang sangat kesakitan di sini. Pegalnya sangat luar biasa. Rasa panas yang tak tertahankan. Di saat itulah, mendadak Abang ingat setiap momen yang kita berdua miliki. Abang sepertinya salah sudah main gila dengan penyanyi kafe tersebut. Bukan nama Dinda juga yang Abang sebut dalam setiap doa Abang. Nama kamu, Cici. Itu nama kamu, Jessica  Maria Sondakh. Kamu ibarat kata amin di akhir doa Abang.

Cici, tadi siang Abang ke rumah kamu. Kata Mbok Woro, kamu kuliah. Bang Tony memandangiku sinis sekali. Hampir saja Abang mau jotos saja dia. Tapi Abang ingat kamu, Ci. Abang tahu Cici benci kekerasan. Abang tahankan rasa sakit ini sendirian saja. Sakit yang sangat tak tertahankan. 

Cici, Abang tanya sekali lagi, kamu di mana? Maafkan Abang. Sepertinya Abang menyesal sekali sudah memperlakukan kamu seperti itu. Abang kapok bermain gila. Tak bisakah kamu memberikan aku kesempatan kedua?

🎼 hatinya kecewa karena 'ku main gila
sekarang ceritanya 'ku sedang galau
butuh kalian untuk maafkan semua
apapun akan kulakukan demi dia
karena hanya dia yang mampu buatku bahagia
kalau bukan untuk cinta
untuk apa 'ku berkorban, Ling-ling 🎶



Bersambung.....




PS:
Cerita ini hanyalah fiksi belaka yang tak ada kaitannya dengan tempat, kejadian, atau tokoh apapun. Walaupun demikian, beberapa hal tertentu dari cerita ini mengacu ke pengalaman aku sendiri. Cerpen ini pula masih terinspirasi dari pengalaman seorang adik kelas di kampus dulu. Dia sering mencurahkan isi hatinya ke aku tentang rasa sayangnya yang begitu begitu besar ke pacarnya yang ujungnya malah menduakannya. Beberapa nama dan tempat di dalam cerpen ini sengaja disamarkan. 


Comments

  1. Soooo sweeeet

    Tapi gambarnya rada-rada kurang nyambung deh :p

    Aku lebih suka narasi dari POV Cici nya btw~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha... emang sengaja dibikin kayak gitu, biar beda aja, biar pada nebak-nebak aja maksudku apa. Anyway, thank ya udah baca

      Delete

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^