Seluk Beluk Penerbitan Buku Indie
















Akhirnya, keluar juga. Kata Penerbit Syafa, "Sebuah Kenangan tentang Cinta" bakal sampai di tanganku seminggu-dua minggu yang akan datang. Aku bersyukur bisa mengikuti kontes menulis yang diadakan oleh Penerbit Syafa ini. Lewat melalui, aku berhasil mendapatkan sertifikat menulis. Makin terkukuhkan aku sebagai seorang penulis, khususnya penulis buku. Aku bukan lagi calon penulis--atau bahasa kasarnya, writer wannabe. Sudah punya sertifikat, total aku sudah menghasilkan enam novel tunggal (yang kebanyakan novel indie).

Selain itu, aku jadi mengerti seluk beluk penerbitan indie itu seperti apa. Dulu, aku hanya tahu buku indie baru dicetak kalau sudah ada pemesanan, selain banyak penerbit indie yang terlibat dalam kegiatan book fair. Lalu, aku baru saja mendapatkan bocoran bahwa penerbit indie sering kerepotan menghadapi pemesanan satu buku. Sebab, prosesnya agak lama di bagian percetakan. Mungkin agak rugi jika mencetak satu buku saja. Alhasil, lebih diprioritaskan pemesanan buku dalam jumlah banyak. Belum lagi, jika buku yang dipesan itu masih dalam bentuk naskah alias soft copy. Pihak penerbit harus mengobrak-abrik naskahnya yang masih tersimpan di komputernya (karena masih dalam bentuk soft copy). Barulah, naskah diberikan ke pihak percetakan. Proses pencetakannya yang agak lama, apalagi kalau hanya memesan satu buku. Tak heran, ada penerbit yang membutuhkan waktu selama kurang lebih tiga bulan untuk bisa mengirimkan buku pesanan ke tangan pembeli.







Untuk mempermudah, pilih satu judul yang kalian anggap menarik. Harga tetap sama, kok. Seratus ribu rupiah juga. Makin banyak pesanan, makin cepat tiba di kalian. 😄








Ribet juga, yah?! Pantas beberapa kali aku memesan buku sendiri ke Raditeens, agak lama sampai ke tanganku. Terakhir, aku memesan "Kamisama no Cempe Kanefe" dan "Kamisama no Cempe Kanefe" itu tahun 2018 silam. Pesannya di awal April, sampainya di awal Mei. Dan, aku hanya memesan empat-lima buku saja. Pasti agak membebankan pihak penerbit jika hanya memesan satu saja. Apalagi, jika penerbit itu sudah tak memiliki buku yang dalam kondisi ready (bukan dalam bentuk soft copy lagi, red).

Well, jika ada teman-teman yang benar-benar tertarik dengan buku-bukuku, aku mohon pengorbanannya. Jangan hanya beli satu, namun belilah dalam jumlah banyak. Sebab, untuk menjadi satu naskah itu saja, sudah pontang-panting. Apalagi naskah itu bisa benar-benar diterbitkan. Aku percaya, mencetak satu buku saja juga membutuhkan satu perjuangan yang luar biasa. Salah satunya, biaya mencetaknya. Novel-novelku, aku berani jamin, sangat layak untuk dibeli banyak dan dibaca. Banyak hal yang bisa dipetik juga. Beli, yah! 😜

Terakhir, ada karyaku dalam "Sebuah Kenangan Cinta tentang Cinta" tersebut. Ayo, jangan lupa dibeli. Beli juga novel-novelku yang lain. Tak kalah menarik dengan novel-novel yang berada di toko buku, kok. Tidak sia-sia pula untuk membelinya, apalagi membelinya dalam jumlah banyak.


"Sebuah Kenangan tentang Cinta"
☎ Penerbit Syafa 0859111580559

"Cualacino"
☎ Penerbit Raditeens 085230668786
✉ raditeenspublisher@gmail.com






Ajak teman-teman untuk ikut serta membeli. Tak kalah menarik, kok.










Comments