Seminggu Nuel Lubis bersama Warung
















Hari senin
Ke sinilah aku akan pergi, jika aku Papi atau Mami menyuruhku untuk membeli sayur-mayur dan bumbu dapur lainnya di jam-jam seperti ini. Haha. Oh iya, sebetulnya aku rada malas keluar rumah. Di luar hujan. Enaknya tidur atau menonton beberapa drama televisi yang sudah kuunduh. Tapi, janji tetap janji. Apalagi hujannya juga hanya gerimis. Ya sudahlah, aku harus menepati janji ke orangtua. Hitung-hitung, hal seperti ini merupakan tanda bakti aku kepada kedua orangtuaku sendiri. Juga, tumben warung ini masih buka di jam 20:45. Biasanya, jam segini mereka sudah tutup.

Hari selasa
Capek juga aku seharian di luar rumah  Sudah lima warung yang kudatangi, minuman yang kucari itu tak kutemukan. Semoga saja minuman ini dijual di warung yang satu ini. Saat musim hujan seperti ini, memang paling enak minum minuman tersebut. 

Hari rabu
Bodoh amat cuacanya tengah dingin begini. Aku tetap pengin es krim. Apalagi makan es krim Cornetto. Aduh, air liur aku jadi menetes-netes. Semoga saja warung ini menjual es krim tersebut. Kalau tak ada, selama itu es krim, yah tak apalah. 

Hari kamis
Dulu, guru PPKN menyebut warung dengan model seperti ini warbel. Warung belokan, kepanjangannya. Katanya, karena warung-warung seperti ini biasanya sering ada di belokan-belokan. Namun aku lebih suka menyebutnya warung mini atau warung rokok. Untuk yang terakhir itu, aku menyebutnya seperti itu karena rokok merupakan jualan utama di warung yang seperti ini.

Hari jumat
Yah, warung tutupnya. Padahal aku mau makan mi instan, namun warungnya tutup. Tambah malas aku, jika harus berjalan yang lebih jauh lagi menuju minimarket. Oh iya, jujur saja, dengan banyaknya minimarket di mana-mana, bagiku, keberadaan warung masih tetap diperlukan. Salah satu kegunaannya: .....hmmm, aku sangat menyukai setiap interaksi yang ada di dalam warung. Plus, kita bisa berhutang juga (yah, kalau kenal dekat dengan si empunya warung 😆✌).

Hari sabtu
Matahari begitu terik. Padahal untuk beberapa hari hujan turun membasahi tanah. Becek, deh. Namun, sekarang ini panas banget, sampai aku memerlukan minuman soda yang sangat dingin. Itulah yang menjadi alasan aku pergi ke warung ini. Hanya untuk membeli minuman soda dingin. Haha.

Hari minggu
Di hari minggu, warung ini memang tutup. Wajar saja sih, si empunya tengah mengikuti kebaktian minggu pagi. Yang seperti itu merupakan hal yang wajar. Maksudku itu mengenai warung. Si empunya (dan beberapa karyawan, yang kalau ada) juga manusia. Mereka juga butuh liburan. Lalu, hari libur tiap warung juga berbeda-beda (untuk daerah di mana aku tinggal). Ada yang tutup tiap hari minggu, ada pula yang tutup tiap hari jumat. Kalau warung yang satu tengah tutup, pergi saja ke warung yang lainnya. Gampang, kan?







Comments