Satu Minggu Seorang Pluviophile

















Hari senin
Sial! Saat aku hendak pulang dan berada dalam bus umum, hujan deras mendadak turun. Hujan dan macet. Itu sebuah kombinasi luar biasa untuk kita tertidur dalam sebuah transportasi umum. Walaupun demikian, aku malah memanfaatkannya untuk merenung. Orang lain mungkin menyebut aktivitas yang kulakukan ini melamun. Namun, aku lebih suka menyebutnya merenung. Aku hobi tenggelam dalam sebuah renungan; apalagi merenungi perjalanan hidupku sejak masih TK. 

Hari selasa
AEON MALL yang berada di daerah Garden City ini sangat luar biasa. Lebih spektakuler daripada yang berlokasi di BSD. Aku suka melihat biang lala-nya. Biang lala selalu mengingatkanku dengan masa kecilku. Aku terakhir naik biang lala saat aku masih SD. Seingatku, aku menaikinya bareng Papi. Oh iya, saking luar biasanya mal ini, aku sama sekali tidak menyadari bahwa di luar mal itu baru saja turun hujan deras. Huh!

Hari rabu
Kemarin aku ke AEON MALL GARDEN CITY, hari ini aku mengunjungi AEON MALL BSD. Lalu, aku iseng saja turun dari taksi online sebelum benar-benar tiba di malnya. Padahal di luar masih gerimis, loh. Tak apalah. Hitung-hitung olahraga pagi sambil hujan-hujanan. Lagian aku mengenakan topi ini. Haha.

Hari kamis
Aku pulang agak lebih cepat. Aku sudah sampai di jalan raya dekat komplek rumahku pada pukul 15.06. Cuaca masih berawan. Air hujan masih turun ke Bumi. Jalanan basah di mana-mana. Lalu, karena perutku lapar, aku mampir dulu ke Perumahan Bona Sarana Indah. Katanya, ada yang menjual mi ayam yang sangat DEP SEDEP. Harus kucobai, nih. Oh iya, karena mendadak hujannya lebat lagi, aku berteduh dulu. Di balik serentetan air hujan yang menerpa ujung hidungku, samar-samar 'ku teringat seseorang. Aku tersenyum balik tiap terbayang senyuman manisnya. 

Hari jumat
Haha. Pagi-pagi sudah turun hujan. Menyebalkan. Tambah menyebalkannya lagi, di luar banjir sepelipis kaki. Haruskah aku pergi? Kalau tidak pergi, nanti dia marah denganku. Aduh, pening kali kepalaku ini, Bah!

Hari sabtu
Hujan pun kutempuh. Petir juga kuhadapi. Haha, berlebihan sekali aku ini. Yang jelas, aku harus pergi akhir minggu kali ini. Pertama, aku sudah berjanji dengan teman-temanku. Kedua, tiket Jak-Japan Matsuri ini mau kuapakan seandainya aku tak pergi? Kenapa hidup ini selalu saja menempatkan kita dalam dilema-dilema seperti ini? 

Hari minggu
Buenos noches, senores, senoritas! Khotbahnya luar biasa. Pendeta tadi sangat memotivasiku untuk terus maju ke depan. Saking sangat termotivasinya, hujan ini serasa tidak ada untuk aku pribadi. Banjir kecil di depan rumah juga bisa kuabaikan. Haha. Lagian, pulang-pulang aku langsung tidur siang, kok.







Comments